Penulis: Windy | Editor: Ria

Orang Indonesia pasti merasa kurang lengkap kalau makan tanpa sambal. Sebagai pelengkap saat bersantap, sambal cocok dipasangkan dengan berbagai jenis masakan. Sensasinya pedas, tapi dijamin membuat ketagihan.

Hampir di setiap daerah punya sambal khasnya. Dua sambal yang menurut saya paling segar yaitu sambal matah dan dabu-dabu. Keduanya adalah sambal dari bahan mentah segar yang tidak digoreng dan diuleg, berbeda dengan sambal lainnya, kan? Meski terlihat sama, sambal matah dan dabu-dabu ternyata punya banyak perbedaan, lho.

1. Asal Muasal

Sambal matah merupakan salah satu sambal yang berasal dari Bali. Matah dalam bahasa Bali berarti mentah atau belum dimasak. Sambal ini sangat terkenal sampai menjadi ikon sambal Bali.

Dabu-dabu merupakan bahasa Manado, Sulawesi Utara yang berarti sambal. Kalau di Manado sendiri, banyak jenis dabu-dabu. Diantaranya, dabu-dabu lilang, dabu-dabu roa, dabu-dabu bakasang, dan dabu-dabu kuning. Dabu-dabu yang paling dikenal adalah lilang yang artinya sambal yang dipotong-potong.

Baca juga: Cara Membuat Sambal Matah

2. Bahan Dasar

Sambal matah berbahan dasar cabai rawit merah, bawang merah, garam, bawang putih, batang serai, daun jeruk purut, terasi, perasan jeruk nipis, dan minyak goreng.

Sambal dabu-dabu berbahan dasar cabai rawit merah, bawang merah, garam, batang daun bawang, cabai keriting, tomat, dan perasan jeruk nipis atau minyak kelapa.

Walaupun sama-sama mentah, ternyata bahan kedua sambal tadi berbeda. Sambal matah menggunakan terasi, bawang putih, batang serai, dan daun jeruk, sedangkan sambal dabu-dabu tidak. Sambal matah pun tidak menggunakan tomat seperti sambal dabu-dabu.

Baca juga: 14 Jenis Sambal Khas Indonesia

3. Proses Pembuatan

Cukup mudah membuat sambal matah. Cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, daun jeruk purut dan batang serai diiris. Setelah itu bakar terasi hingga harum. Lalu, campurkan bahan yang sudah diiris dengan terasi bakar dan diaduk hingga merata. Tuangkan minyak panas kedalam campuran bahan tadi, lalu tiriskan. Sambal sudah tiris, tambahkan sedikit perasan air jeruk nipis dan garam sesuai selera.

Membuat sambal dabu-dabu pun tidak kalah mudah. Cabai merah, cabai keriting, bawang merah, dan tomat dipotong kecil-kecil. Sedangkan batang daun bawang dipotong tipis-tipis. Campur semua bahan lalu tambahkan air perasan jeruk dan garam. Sambal dabu-dabu pun siap disajikan.

Penambahan minyak panas ke dalam sambal adalah tahap penting yang membedakan antara sambal matah dan sambal dabu-dabu.

4. Cara Penyajian

Sambal matah biasanya disajikan sebagai pelengkap makan. Sambal matah paling cocok dinikmati dengan gorengan, ikan goreng, ayam goreng, dan seafood. Rasa pedas bercampur dengan rasa asam asin, dijamin membuat menu apa saja jadi lebih nikmat di lidah.

Sama dengan sambal matah, sambal dabu-dabu pun dijadikan pelengkap makanan yang digoreng. Cara penyajiannya juga tidak dipisahkan dan tidak dicocol. Dabu-dabu biasa dicampurkan secara langsung di atas sajian menu seperti ikan, ayam, atau daging sapi.

Coba resep: Resep Sambal Matah Kecombrang

Rasa kedua sambal yang segar dan pedas pasti akan membuat anda makan lebih lahap. Diantara keduanya, sambal apa yang jadi favorit anda?

Apa Bedanya? Sambal Matah vs Sambal Dabu-dabu
Bantu kami menilai (5=Sangat Bermanfaat) 3 (60%) 4 votes