Penulis: Tia | Editor: Ria

Saat membuat cake, penggunaan whipped cream pastinya tidak pernah saya lupakan. Whipped cream ini biasa saya gunakan sebagai dekorasi yaitu lapisan antar-layer dan juga topping supaya cake terlihat cantik. Dan ketika cake disantap, kelembutannya berpadu dengan kelembutan whipped cream, sehingga terasa makin lezat.

Selain whipped cream, heavy cream juga merupakan jenis cream yang sering digunakan untuk membuat cake. Heavy cream ini biasa dijual cair dalam kemasan UHT. Bentuk cairnya mirip seperti santan kental. Tapi kalau sudah dikocok, bentuknya jadi menyerupai whipperd cream. Keduanya pun sama-sama dairy product yang dibuat dari ‘kepala’ susu. Lalu, apa yang membedakan whipped cream dan heavy cream?

1. Bentuk dan kenampakan

Ada 3 bentuk whipped cream yang banyak dijual di pasaran, yaitu bubuk, cair, dan kalengan siap pakai. Whipped cream berbentuk bubuk perlu anda kocok terlebih dahulu bersama dengan air es untuk menghasilkan krim yang padat. Sedangkan whipped cream yang berbentuk cair, biasanya dijual dalam kemasan UHT dan bisa langsung anda kocok menggunakan mixer tanpa perlu dicampur dengan apapun.

Image: finecooking.com

Untuk heavy cream, di pasaran umumnya ditemukan hanya yang berbentuk cair dalam kemasan UHT saja. Sama seperti whipped cream cair, heavy cream cair ini juga bisa langsung anda kocok dengan mixer tanpa campuran air lagi.

Setelah dikocok kaku, whipped cream dan heavy cream nyaris tidak ada bedanya; sama-sama berwarna putih, bertekstur lembut, dan kaku. Namun, sebenarnya, whipped cream teksturnya lebih lembut dan tebal, sedangkan hasil kocokan heavy cream lebih padat dan bentuknya lebih tahan lama.

Baca juga: 3 Tips Membuat Whipped Cream

2. Kandungan lemak

Perbedaan mendasar dari whipped cream dan heavy cream ada pada kandungan lemak susunya. Whipped cream memiliki kandungan lemak susu sekitar 30% hingga 36%. Sedangkan heavy cream, kandungan lemak susunya berkisar di angka 36% hingga 40%. Walaupun berbeda, keduanya bisa digunakan untuk pembuatan saus pada makanan karena kandungan lemaknya berada di atas 25%.

Baca juga: Apa Bedanya? Susu Segar vs Susu UHT vs Susu Pasteurisasi

3. Penggunaan dalam memasak

Baik whipped cream maupun heavy cream, keduanya biasa digunakan sebagai lapisan dan topping cake, serta untuk bahan dasar es krim homemade. Selain itu, whipped cream dan heavy cream yang cair juga cocok sekali dijadikan campuran cream sauce, carbonara sauce, atau alfredo sauce untuk olahan pasta.

Untuk whipped cream sendiri, karena teksturnya yang lembut, sangat pas untuk menjadi topping berbagai minuman, seperti hot chocolate dan aneka ice blended drinks. Sementara itu, heavy cream yang memiliki tekstur lebih padat dan kaku, bisa digunakan juga sebagai vla isian kue soes.

Baca juga: 4 Tips Memanfaatkan Whipped Cream Sisa

4. Ketersediaan di pasaran

Di Indonesia, orang-orang lebih sering menggunakan whipped cream untuk membuat kue dan memasak. Oleh karena itu, whipped cream jadi lebih mudah untuk ditemukan di pasaran, mulai dari di supermarket hingga toko khusus bahan kue. Selain itu, whipped cream juga tersedia dalam berbagai bentuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda, yaitu bubuk, cair, dan kalengan siap pakai.

Di sisi lain, heavy cream memang sedikit lebih sulit untuk ditemukan di supermarket biasa. Namun, biasanya heavy cream ini tersedia di toko bahan kue dan supermarket makanan impor. Jadi, tidak heran kalau harga heavy cream ini lebih mahal dari whipped cream.

Baca juga: 5 Tips dan Trik Sukses Menghias Cupcake

Setelah dipahami, ternyata perbedaan utama whipped cream dan heavy cream terletak pada kandungan lemaknya. Dari segi tekstur dan kegunaan sendiri, keduanya nyaris tidak ada beda. Sehingga, posisi kedua cream ini masih bisa saling menggantikan. Semoga penjelasan di atas membantu anda, ya.