(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Saya suka sedih kalau whipped cream di atas milkshake atau kue saya habis. Buat saya, whipped cream itu bikin nagih, biarpun dimakan begitu saja tanpa kue atau minuman manis. Saya pernah praktik masak di sekolah dan kebetulan bikin whipped cream sendiri bersama teman-teman. Waktu kuenya sudah jadi dan whipped creamnya sisa, kami berebut menentukan siapa yang bawa pulang (karena kebetulan waktu itu enak sekali!). Sepele, ya? Namun waktu dinilai oleh guru kami, ternyata whipped cream-nya terlalu tebal. Alhasil, dekorasi kue kami sedikit berantakan. Yah, hitung-hitung pengalaman pertama, kan. Dan berdasarkan pengalaman tersebut, ada beberapa tips yang ingin saya bagikan untuk anda, nih. Mari disimak!

1. Siapkan krim dan gula yang pas.

Kita pasti ingin membuat whipped cream bertekstur lembut dan foamy. Oleh karena itu, pilihlah krim dan gula yang tepat. Ada krim yang dijual khusus untuk membuat whipped cream yakni heavy cream dan whipping cream. Kedua jenis krim ini memang punya kandungan lemak yang cukup untuk mengubah cairan krim menjadi foam. Kalau anda alergi susu sapi atau seorang vegan yang menghindari produk susu, anda bisa pakai full fat coconut milk yang sudah didinginkan terlebih dahulu.

Selanjutnya gula. Banyak orang menyarankan gula halus untuk whipped cream yang tahan lama. Karena ada kandungan tepung jagung dalam jenis gula tersebut. Namun, saya pribadi seringnya pakai gula pasir biasa. Kalau masih bingung mau pilih gula apa, silahkan cek referensinya di sini

2. Saatnya mengocok!

Kalau ingin melatih kekuatan otot tangan, anda bisa mengocoknya dengan mangkuk dan balloon whisk. Oh ya, sebelumnya dinginkan dulu mangkuk dan kocokan di dalam kulkas selama 15 menit agar adonan lebih cepat menjadi whipped cream. Tuang krim, gula, dan esens vanila ke dalam mangkuk, lalu kocok hingga soft peak atau krimnya terlihat mengkilap dan lembut ketika diangkat. Apa itu soft peak? Simak lebih jelasnya di artikel berikut.

Kalau anda ingin buat porsi besar, penggunaan hand mixer atau stand mixer sangat disarankan. Nah, untuk dua jenis pengocok ini, anda bisa gunakan gula halus agar langsung larut ketika dikocok. Kalau anda menggunakan gula pasir, biasanya akan mengendap di dasar mangkuk dan tidak ikut terkocok. Membuat whipped cream dengan mixer dapat memakan waktu kira-kira 7-8 menit untuk mencapai soft peak.

3. Membuat whipped cream dengan toples.

Katanya whipped cream bisa dibuat dengan toples, ya? Betul sekali! Biarpun saya belum pernah mempraktekkan secara langsung, tapi saya sering baca soal cara yang satu ini. Masukkan semua bahan ke dalam toples kaca (mason jar) lalu kocok hingga menjadi whipped cream. Hati-hati, ya, karena toplesnya bisa tergelincir dari tangan anda. Cara ini terhitung efektif karena hanya membutuhkan satu tempat untuk membuat sekaligus menyimpan. Selain itu, hasil whipped cream-nya akan ringan dan fluffy. Hmm, sepertinya boleh dicoba, ya?

Banyak jalan menuju roma, begitu pula banyak cara untuk membuat whipped cream. Oh ya, sedikit tambahan. Kalau anda mengocok adonan krim terlalu keras sehingga jadi over-whipped, masukkan satu sendok makan krim ke dalam adonan lalu kocok lagi. Selamat mencoba!