Penulis: Rosalia

Biasanya yang saya tahu kalau masak di rumah itu hanya sekadar menggoreng, menumis, atau merebus. Apakah teman-teman juga begitu? Tapi ternyata teknik memasak itu ada banyak loh, ladies. Dan namanya juga aneh-aneh jika kamu belum pernah mendengar sebelumnya. Karena teknik dan prosesnya berbeda, tentu aja hasil masakannya pun menciptakan keunikan taste masing-masing. Sebelum membahas lebih jauh, FYI nih ternyata teknik memasak itu dibagi menjadi dua. Ada teknik memasak basah dan memasak kering. Hmm, menarik ya? Tenang ladies, supaya gak galau dan pusing, berikut ResepKoki coba jelaskan perbedaan-perbedaannya.

Teknik Memasak Basah

Cara memasak basah ini maksudnya menggunakan cairan untuk proses pematangannya. Cairannya gak cuma air saja loh. Bisa juga menggunakan susu, kaldu, atau wine. Lama memasaknya tergantung dari teknik apa yang digunakan. Yuk kita lihat di bawah ini apa saja sih jenis-jenis teknik memasak basah atau moist heat of cooking ini.

1. Boiling

熱湯

Boiling alias merebus. Tentu saja kita sudah familiar banget ya sama teknik memasak yang satu ini. Soalnya teknik ini simple banget, cukup merendam bahan masakan di dalam air, rebus sampai mendidih, dan selesai deh. Teknik boiling paling simpel yang biasa kita lakukan adalah masak Indomie atau sayur. Tapi karena harus menunggu panas sampai ke titik didih tertentu (biasanya sampai 100 derajat Celcius), teknik ini sering dianggap kurang baik. Soalnya kalau kamu merebus sayur dengan air yang terlalu panas, beberapa kandungan nutrisi dan vitaminnya malah akan hilang kan? Baca selengkapnya disini mengenai gizi yang hilang pada sayur akibat perebusan atau pemasakan.

2. Poaching

poaching

Mirip-mirip kayak boiling, tapi kalau poaching dimasak dengan api sedang dan perlahan. Kalau kamu biasa lihat di video resep-resep, teknik poaching biasa dipakai untuk bikin poached egg, yakni telur setengah matang. Di luarnya matang, tapi begitu dipotong, wuih kuning telurnya bakal langsung lumer. Super yummy!

3. Simmering

simmering

Teknik memasak simmering berbeda loh dengan boiling dan poaching. Bedanya, simmering butuh waktu yang lebih lama dibanding boiling. Hasilnya akan membuat kuahnya jadi lebih wangi dan mantap karena bumbu serta bahan-bahan yang direbus lebih lama. Teknik simmering biasanya digunakan untuk membuat kaldu, soto, atau rawon.

4. Stewing

stewing

Proses stewing sering juga disebut dengan menyetup atau menyemur. Cairan yang biasa dipakai bukanlah air, melainkan kaldu, santan, susu, atau mungkin bumbu kental yang sebelumnya sudah ditumis dulu. Cairan yang digunakan untuk proses stewing tidak terlalu banyak. Masaknya juga slowly cooking, supaya aroma dari bumbu-bumbu keluar dan masakan yang dihasilkan jadi lebih lunak. Contoh masakan dengan teknik stewing ini adalah opor ayam, semur ayam, atau rendang.

5. Braising

braising

Nah, cara masak braising mirip-mirip dengan stewing, ladies. Hanya bedanya daging yang mau disetup biasanya di-marinated atau direndam dulu. Proses rendaman ini juga lama loh, bisa 12-24 jam, tergantung dari jenis dagingnya. Kalau daging merah biasanya direndam lebih lama dibandingkan daging putih.

Fungsinya tentu saja supaya bumbu-bumbu meresap dengan sempurna ke dalam daging yang mau dimasak. Nah, kalau sudah di-marinated, daging akan dipanggang di dalam oven supaya warnanya cokelat cantik. Lalu daging akan direbus dengan sisa bahan perendam daging atau brown stock sampai cairannya agak kering. Baca selengkapnya mengenai jenis dan kegunaan stock atau kaldu ala western disini. Contoh makanan yang biasa dimasak dengan teknik braising adalah iga sapi. 

6. Steaming

steaming

Kalau ini kamu juga pasti sudah sering buat ya. Yes, steaming adalah bahasa kerennya mengukus. Kamu bisa menggunakan panci kukusan yang diisi air mendidih di bawahnya, lalu letakkan panci yang lebih kecil atau dandang untuk meletakkan makanan yang mau dikukus. Biasanya makanan yang di-steam itu seperti bolu kukus, siomay dimsum, atau ikan.


Pilihan kami: Panci Cake Molds, 259 ribu


7. Au Bain Marie

au-bain-marie

Wiih namanya kece banget ya? Au Bain Marie ini nama beken-nya mengetim. Kalau kamu doyan makan nasi tim, nah ini dia teknik memasaknya. Caranya mirip kayak steaming, sama-sama menggunakan panci kukusan yang diisi air mendidih di bawahnya. Bedanya, di dalam panci nanti diletakkan lagi panci berisi air. Terus, di dalam panci berisi air ini barulah kamu meletakkan dandang berisi makanan yang mau ditim. Jadi, di dalam panci kukusan itu akan ada dua wadah lagi. Yang satu berisi air, yang satu berisi makanan.

Teknik Memasak Kering

Sesuai namanya, teknik memasak kering adalah cara masak yang tidak menggunakan air sama sekali dalam prosesnya. Teknik memasak ini sering juga disebut dry heat of cooking. Pastinya tekstur dan rasa makanan yang dihasilkan berbeda dengan teknik memasak basah, ya. Biasanya akan lebih kenyal, gurih, dan beberapa teknik menghasilkan tekstur crunchy. Apa saja jenisnya?

1. Deep Frying

deep-frying

Pasti cara ini juga udah sering kamu lakukan, hanya saja kamu gak sadar. Deep frying adalah proses memasak dengan banyak minyak hingga makanan terendam seluruhnya ke dalam minyak. Hasilnya pasti akan crunchy dan kering begitu sudah matang. Contohnya adalah menggoreng nugget, tempe, atau donat kentang. Memasaknya harus dengan kuali yang cekung ke dalam supaya makanan bisa terendam ya.

2. Shallow Frying

shallow-frying

Berbeda dengan deep frying, shallow frying cuma pakai sedikit minyak. Gorengnya juga cuma sebentar dan biasanya gak harus dibolak-balik berkali-kali. Masaknya biasanya menggunakan wajan datar. Contoh shallow frying adalah menggoreng telur.


Pilihan kami: Maxim Wajan Valentino Set Teflon, 155 ribu


3. Saute

saute

Wih, kece banget namanya ya ladies? Iyalah, saute itu merupakan bahasa Prancis. Kalau di sini kita biasa mengenal proses saute dengan proses menumis. Caranya mirip kayak shallow frying, hanya pakai sedikit minyak dan menggunakan wajan datar. Bedanya adalah, makanan harus dibolak-balik berkali-kali. Makanan yang sering dikreasikan dengan proses tumisan adalah sayur kacang panjang.

4. Grilling

grilled

Bisa dibilang grilling ini sama kayak proses nyate alias bikin sate. Makanan akan dimasak dengan panas yang berasal dari bawah. Api bisa dari bara arang atau kompor. Biasanya kalau mau grilling bahan makanan sudah dipotong kecil-kecil karena masaknya cepat. Oleh sebab itu, jarak api dan makanannya dibuat agak dekat supaya masakannya bisa matang dengan cepat.

5. Barbecuing

barbecuing

Kalau grilling adalah proses fast cookingnya, nah barbecuing ini adalah proses slow cooking-nya. Caranya sama, makanan akan dimasak dengan panas yang berasal dari bawah. Karena ini proses slow cooking, maka daging yang potongannya besar lebih cocok untuk BBQ-an. Proses pematangannya perlahan dan merata dengan sempurna. Bedanya lagi, jarak api dan daging gak terlalu dekat karena kalau terlalu dekat dan prosesnya lama malah bakal jadi gosong.

6. Roasting

roasting

Nah kalau roasting ini biasa digunakan untuk memasak satu daging utuh, misalnya ayam, kalkun, atau kambing. Sebelumnya daging akan dibumbui dulu, lalu dioles mentega dan dimasukkan ke dalam oven.

7. Smoking

smoke-food

Pastinya kamu juga pernah dengar teknik memasak ini kan? Yup, makanan yang dimasak akan dipanaskan dengan asap atau udara panas sampai matang. Tenang saja, hasilnya pasti matang kok, asalkan asapnya cukup panas dan prosesnya lama. Aroma makanan yang sudah matang juga pasti akan mengeluarkan bau khas asap yang sedap!

Ladies, itulah teknik-teknik memasak dan perbedaannya. Setiap teknik, baik basah maupun kering pasti punya citarasa khas tersendiri ya. Kalau kalian lebih suka makanan yang tidak mengandung minyak, bisa lebih banyaklah berkreasi di teknik memasak basah. Tapi kalau kalian suka makanan yang gurih dan crunchy, tentu saja teknik memasak kering jadi pilihannya. Saya pribadi sih lebih suka teknik memasak deep frying karena crunchy! Kalau ladies lebih suka yang mana?