Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Apa yang terpikir di benak anda saat menderngar biskuit dan cookies? Pasti langsung terbayang aneka merek biskuit renyah dan satu merek cookies coklat yang sudah terkenal itu, deh. Atau mungkin anda akan jawab “sama saja”, “sama-sama kue kering”, dan “sama-sama enak”. Awalnya pun saya begitu, tapi semenjak berkecimpung di dunia bakery, saya pun jadi tahu banyak mengenai perbedaannya. Bahkan di daerah asalnya (US & UK), ada perbedaan pendapat tentang keduanya. Apasih perbedaan mendasar antara keduanya? Simak infonya berikut ini!

1. Proses pembuatan

Biskuit berasal dari bahasa Latin “bis cotti” yang artinya “dipanggang dua kali”. Namun di zaman sekarang, para bakers tidak benar-benar memanggangnya dua kali, tapi menggunakan suhu yang lebih tinggi dari pembuatan cookie. Jadi kalau biasanya cookie memakai 150-170° Celcius, biskuit memerlukan suhu 180-200° Celcius untuk matang sempurna. Oleh sebab itu, beberapa bakers mengatakan kalau cookie identik dengan kue homemade, sedangkan biskuit lebih ke produk industri atau pabrik. Sebab, pembuatan biskuit membutuhkan proses lebih lama dan suhu oven tinggi untuk benar-benar matang sempurna.

2. Bahan dasar: butter dan telur

Pada dasarnya, cookie atau biskuit memakai bahan-bahan yang sama seperti terigu, gula, dan butter. Bedanya, biskuit memakai butter yang dingin (tidak suhu ruang) sedangkan cookie memerlukannya dalam suhu ruang. Selain itu, biskuit tidak memakai telur dalam resepnya sehingga rasa terigunya cukup terasa. Sebaliknya, cookie memakai telur sehingga membuat kue kering ini punya citarasa. Lalu dari segi takaran, biskuit lebih didominasi oleh terigu dan sangat meminimalisir gula dan lemak (butter, margarin, atau minyak).

3. Bahan topping dan isi

Biasanya, biskuit dan cookie akan ditambahkan aneka bahan supaya semakin bercitarasa dan terlihat menarik. Namun karena teksturnya yang lebih padat dan keras, biskuit lebih sering diberi topping seperti icing sugar atau fondan daripada bahan isian. Nah, kalau cookies teksturnya lebih lembut sehingga mudah dicampurkan dengan aneka bahan isian seperti kacang, choco chips, kismis, dan sebagainya. Di sisi lain, ada juga jenis cookies yang tak diberi isian tapi diberi topping seperti sugar cookies yang pakai icing sugar.

4. Rasa dan tekstur

Seperti pernyataan di atas, kita bisa membedakan cookie dan biskuit dari hal-hal dasar. Seperti dari segi rasa, keduanya bisa dibuat manis atau gurih. Namun kalau soal tekstur, biskuit cenderung keras, kering, dan terasa lebih renyah di mulut. Sedangkan cookie bertekstur lebih lembut dan lebih mudah lumer ketika dikunyah karena mengandung lebih banyak butter.

Dari bentuk permukaan dan kenampakan, biskuit biasa dibuat dengan bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran, persegi, atau persegi panjang. Selain itu, biskuit memiliki permukaan yang lebih halus. Di sisi lain, cookie memiliki berbagai jenis permukaan, misalnya bila diberi bahan isian, permukaan cookie akan terlihat tak rata (chunky). Namun, ada juga permukaan cookie yang halus seperti sugar cookies.

Gampangnya kalau di Indonesia, anda bisa mengkategorikan kue-kue kering lebaran sebagai cookies. Sedangkan biskuit yaitu seperti kue kering yang biasa kita beli dengan bermerk komersil di pasaran. Biskuit juga biasa kita temukan di toko kue, bahkan kita bisa menggambari biskuit polos dengan sugar icing, lho. Cocok nih untuk edible gift atau souvenir di pesta, perayaan ulang tahun, atau acara lainnya.