(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Sebagai pencinta udang, adik saya selalu request sajian menu udang saat makan bersama di resto seafood. Entah seporsi udang bakar saus mentega atau udang saus telur asin, adik saya langsung mengambil beberapa ekor udang plus sesendok nasi hangat dalam sekejap. Bahkan tak tanggung, udang yang sering dipesannya adalah udang pancet ukuran besar.

Udang pancet adalah jenis udang berukuran sedang atau besar. Warnanya gelap agak kehijauan dengan garis kehitaman atau merah dengan garis kecoklatan. Udang berkulit tebal dan keras ini juga disebut “tiger prawn” karena kulitnya loreng-loreng seperti harimau. Soal harga udang pancet memang cukup mahal, baik versi mentah maupun matangnya. Namun sekali-kali tak ada salahnya coba mengolah udang ini, kan? Terutama jika anda penggemar udang, tentu jenis yang satu ini tak boleh dilewatkan. Nah daripada salah membeli dan mengolah, cek tips berikut ini dulu!

Memilih udang pancet

Udang pancet bisa didapatkan di pasar maupun supermarket besar. Namun supaya dapat yang segar, sebaiknya anda beli di pasar khusus seafood. Selain lebih segar, ada berbagai ukuran udang pancet yang tersedia di pasar seafood.

Secara umum, pilih udang pancet dengan warna cerah (entah gelap atau merah) dan terlihat bening. Sebab, udang pancet dengan warna pucat biasanya kurang segar. Perhatikan juga bagian kepalanya. Jika kepala udang mudah putus dengan badannya, bisa dipastikan udang tersebut juga kurang segar. Terakhir, cium aroma udang. Udang pancet segar memiliki aroma amis segar, sedangkan yang sudah lama biasanya beraroma cenderung busuk.

Baca juga: 7 Aneka Jenis Udang di Dapur

Menyimpan udang pancet

Udang pancet sebaiknya langsung dimasak setelah dibeli. Pasalnya, udang ini termasuk seafood yang tak bisa disimpan dalam waktu lama. Namun jika masih bingung mengolahnya, keringkan udang (tak perlu dicuci) lalu masukkan ke wadah kedap udara dan kering. Simpan dalam freezer dan gunakan sebelum seminggu. Kalau tak ada wadah yang cukup besar untuk menyimpan udang pancet utuh, anda bisa potong udangnya terlebih dulu. Namun, olahlah udang pancet yang sudah dikupas kulitnya sebelum tiga hari, ya.

Coba resep: Tumis Buncis Udang

Mengolah udang pancet

Pada dasarnya, udang pancet bisa diolah menjadi aneka sajian. Mau digoreng, tumis, rebus, atau bakar, awali pengolahan dengan membersihkannya terlebih dulu. Potong bagian kepala udang pancet (atau simpan untuk buat kaldu seafood). Setelah itu, kupas kulit udang dan belah punggungnya. Bersihkan kotoran di dalam punggung, lalu cuci udang hingga bersih. Lumuri dengan perasan jeruk nipis agar bau amisnya berkurang dan taburi garam agar lendirnya hilang. Diamkan hingga minimal 30 menit, setelah itu udang pancet siap diolah!

Udang kupas ini bisa dibuat gorengan (udang goreng tepung), tumisan (udang saus tiram, udang telur asin, udang asam manis), pepes udang, hingga campuran rebusan (mie rebus udang). Untuk udang bakar, anda bisa skip langkah mengupas kulit agar daging udang tak lekas gosong. Kalau ingin buat udang cincang untuk bakso udang, batagor udang, atau siomay udang, lakukan langkah-langkah di atas dan potong bagian ekornya. Anda bisa cincang halus dengan pisau tajam atau blender.

Baca juga: Tips Membersihkan Udang & Mengolahnya

Nah, sekarang tak perlu bingung lagi, ya? Pada dasarnya, udang pancet adalah jenis udang berdaging gurih. Dengan bumbu minimal saja sudah enak, apalagi jika ditambah aneka rempah yang kaya. Hmm, sajian apa yang sering anda buat dengan udang pancet?