Penulis: Graminda

Anda gemar membeli makanan kemasan? Pasti anda sering menemukan label kandungan gizi bukan? Label kandungan gizi berisikan daftar zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut beserta dengan jumlahnya. Jadi, bukan sekedar pelengkap kemasan saja.

Sebenarnya, membaca label kandungan gizi dapat membantu anda untuk memilih makanan sesuai dengan yang tubuh butuhkan. Dulu saya masih sering keliru dalam membacanya namun setelah mengetahui poin pentingnya, membaca label kandungan gizi menjadi lebih mudah dan bermanfaat. Penasaran caranya?

1. Jumlah sajian per kemasan

Jumlah sajian per kemasan menginformasikan banyaknya porsi yang terkandung dalam satu kemasan. Misalnya suatu biskuit mencantumkan “sajian per kemasan adalah 5” artinya dalam satu kemasan biskuit tersebut terdapat 5 porsi penyajian.

Nah, anda perlu tahu bahwa label kandungan gizi  menginformasikan kandungan zat gizi dalam 1 kali penyajian (porsi) bukan dalam satu kemasan. Sehingga, apabila jumlah sajian per kemasannya lebih dari 1 porsi maka kontribusi kalori yang ada dalam makanan kemasan itu akan menjadi  lebih tinggi pula.

2. Total kalori dan sumbangan lemak per sajian

Total kalori menunjukan jumlah energi yang anda dapatkan dalam setiap sajian makanan. Apabila anda mengonsumsi lebih dari 1 sajian, maka total kalori dikalikan dengan jumlah sajian yang anda makan.

Misalnya anda mengonsumsi seluruh biskuit yang memiliki 5 sajian per kemasan dan tertulis bahwa total energi per sajian adalah 50 kkal. Maka total energi dalam satu kemasan yang anda makan adalah 250 kkal.

Apabila anda telah mengetahui total kalori dari sebuah produk, anda dapat menyesuaikan jumlah sajian yang anda harus makan atau mungkin produk tersebut perlu anda hindari

3. Persentase angka kecukupan gizi (AKG)

Persentase AKG yang tertulis dalam label menunjukan jumlah sumbangan zat gizi yang diberikan oleh produk (per sajian) dibandingkan dengan rata-rata kebutuhan zat gizi harian orang Indonesia.

Rata-rata kebutuhan kalori orang Indonesia yaitu 2000 kkal. Namun, setiap orang memiliki AKG yang berbeda tergantung dari umur, jenis kelamin,dan kondisi fisiknya.

Anda dapat mengecek persentase AKG sendiri, lho. Caranya, jumlah gram zat gizi yang tertera dalam kemasan (per sajian) dibagi dengan kecukupan gizi harian anda.

4. Kandungan gula dan natrium per sajian

Gula dan natrium menjadi salah satu bahan yang perlu dibatasi. Label kandungan gizi biasanya mencantumkan jumlah gram gula dan natrium per sajian makanan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 41 Tahun 2014, konsumsi gula lebih dari 50 g dan natrium lebih dari 2000 mg dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Jadi harus benar-benar diperhatikan, ya!

5. Kandungan zat gizi yang anda cari

Jangan terkecoh dengan harga dan klaim pada produk kemasan. Apabila anda mencari produk dengan tinggi protein maka yang perlu anda bandingkan adalah jumlah kandungan protein antar produk tersebut.

Misalnya terdapat susu yang sama-sama mengklaim “Tinggi Kalsium”, anda dapat membandingkan jumlah gram kalsium yang tertera di label antara produk susu tersebut.

 6. Bahan yang berpotensi menimbulkan alergi

Bila anda adalah seseorang yang memiliki alergi, berhati-hatilah dalam memilih produk. Beberapa produk ada yang mencantumkan produk mereka bebas bahan alergen seperti “Bebas Gluten” atau “No Lactose”. Namun bila tidak dicantumkan, anda dapat melihat komposisi yang digunakan oleh suatu produk di bagian belakang kemasan.

Urutan bahan tersebut didasarkan pada jumlah terbanyak yang digunakan dalam membuat produk. Misalnya anda alergi terhadap laktosa, maka anda harus mengecek produk tersebut benar-benar tidak menggunakan bahan yang mengandung laktosa seperti susu sapi.

Sudah lebih mudah bukan dalam memahami label kandungan gizi? Coba terapkan dalam kehidupan sehari-hari ya, supaya menyantap makanan kemasan tidak hanya terasa nikmat, tetapi juga menyehatkan.