Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Bicara soal rempah Indonesia memang tak ada habisnya. Meskipun sama-sama dicampurkan dalam masakan, bumbu dapur ini punya beragam jenis rupa dan rasa. Saking banyaknya, ada beberapa jenis rempah yang mirip dan sering tertukar. Beberapa diantaranya adalah pala dan kemiri.

Dulu, saya termasuk yang lebih sering pakai bumbu bubuk daripada versi utuh. Alhasil saat dua rempah tersebut dijejerkan, sudah pasti saya gagal menebak. Aslinya, dua rempah di atas punya bentuk yang bisa dibedakan. Namun kalau tidak sering pakai versi utuh keduanya seperti saya, yuk simak perbedaan mendasar ini agar tak tertukar! Psst, sekali tertukar bisa sangat mempengaruhi rasa masakan anda, lho.

Kenampakan: Bentuk, Warna, Ukuran, dan Tekstur

Yup, kenampakan pala dan kemiri berbeda satu sama lain. Kalaupun mirip, mungkin dari sisi warna dan bentuknya saja. Pala, atau lebih tepatnya biji pala, berbentuk agak lonjong dengan warna paling gelap dari dua rempah lain. Kira-kira sebesar jempol, tapi tidak sebesar telur puyuh. Terdapat kerutan di permukaan kulit biji pala.

Kemiri punya bentuk agak bulat dan memiliki bagian yang mencuat tumpul. Warnanya kuning keputihan dengan tekstur halus. Jika dibandingkan, biji pala sedikit lebih besar sedangkan kemiri punya bentuk yang lebih melebar.

Sensasi: Rasa dan Aroma

Untuk hal ini dijamin anda tak akan tertukar! Pasalnya, rasa dan aroma pala-kemiri sangat bisa dibedakan. Biji pala punya aroma harum yang khas. Aroma ini biasa anda kenali saat menyantap hidangan peranakan Timur Tengah seperti kari dan gulai. Rasa biji pala pun khas sekali yakni hangat dan agak pedas, meskipun tidak semencolok jahe.

Kemiri punya rasa yang jauh lebih tawar. Saat masih mentah, rasanya gurih mirip kacang tapi lebih khas. Namun, sebaiknya anda tidak makan kemiri mentah lebih dari sebutir. Kemiri mentah punya racun yang tak baik bagi tubuh.

Cara Pengolahan

Dalam bentuk utuh, dua rempah ini bisa diolah dengan ditumbuk dan diparut. Biji pala bisa langsung ditumbuk atau parut, sedangkan kemiri sebaiknya disangrai atau dibakar dulu hingga matang dan muncul aromanya. Setelah itu, kemiri bisa ditumbuk atau parut.

Biji pala terkenal sebagai penguat rasa dan aroma suatu masakan. Hal ini dipengaruhi minyak astiri yang terkandung dalam pala. Biasanya, rempah ini digunakan untuk sajian berkuah, bersantan, atau yang memiliki rasa agak nyengat. Misalnya kari, gulai, sate padang, rendang, dan sup.

Kemiri juga dapat menyumbangkan rasa gurih pada masakan. Selain itu, rempah ini ternyata juga bisa mengentalkan tekstur cairan atau kuah dalam masakan. Misalnya opor, soto, rawon, dan semur. Karena citarasanya, rempah ini juga “wajib hadir” dalam berbagai jenis bumbu dasar, lho.   

Cara Penyimpanan

Dua rempah ini bisa awet jika disimpan dengan tepat. Untuk biji pala, simpanlah dalam wadah kedap udara dan kering. Letakkan di tempat teduh dan jauh dari paparan sinar terang secara langsung. Biji pala sebaiknya disimpan dalam keadaan utuh. Minyak astiri yang terkandung di dalamnya dapat membuat rempah ini awet secara alami. Kalau diubah jadi bubuk, kandungan minyak astiri akan berkurang dan aroma khas pala pun akan hilang.

Lain pala, lain juga kemiri. Rempah ini sebaiknya disangrai dulu supaya lebih awet. Sangrai tanpa minyak hingga permukaannya berubah kecoklatan. Setelah itu, simpan dalam wadah kedap udara sehingga bisa awet selama hitungan bulan. Pada dasarnya, kemiri yang sudah disangrai dapat menghindari kutu bubuk yang membuatnya terkikis dan berongga. Namun sebelum memasukkannya dalam wadah, pastikan sudah dingin terlebih dulu, ya.

Nah, sekarang jangan terbalik lagi ya. Selain dua rempah ini, masih banyak jenis bumbu dapur yang mirip dan sering tertukar. Salah satu perdebatannya adalahdaun bawang dan kucai. Apa beda dua bumbu ini? Simak jawabannya di sini.

Apa Bedanya? Pala vs Kemiri
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)