Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Makanan tanpa rasa pedas itu hambar menurut saya. Makanya setiap kali makan apapun, saya pasti membarenginya dengan bahan pemberi rasa pedas. Seperti sambal, saus cabai, bubuk cabai, atau langsung sambil menggigit cabai rawit. Saya selalu membuat banyak stok sambal di kulkas. Setiap kali makan, tinggal ambil sambal secukupnya, lalu hangatkan atau langsung campurkan dalam masakan.

Kondimen pedas sejenis sambal dan saus ternyata tidak hanya ada di Indonesia lho. Hampir seluruh dunia punya khasnya masing-masing, terutama Asia yang kaya akan komoditas cabai. Seperti negara Korea, Thailand hingga India yang punya saus pedas dengan rasa, aroma, tekstur, dan kegunaannya (dalam masakan atau makanan) masing-masing. Simak yuk selengkapnya berikut ini.

1. Sambal

Sebagai orang Indonesia, anda pasti sudah akrab dengan yang namanya sambal. Di Indonesia sendiri ada begitu banyak jenis sambal, namun yang paling populer adalah sambal ulek yang terdiri dari campuran cabai rawit mentah dan garam. Rasa dari sambal ulek ini sangat pedas dan sedikit asin. Karena diulek, maka teksturnya pun sedikit kasar. Nah, sambal ulek ini juga merupakan sambal dasar bagi pembuatan sambal lainnya seperti sambal terasi, sambal bajak, sambal ijo, sambal kecap, sambal mangga, sambal roa, sambal petai, sambal belut, dan sambal lainnya.

Anda tinggal menambahkan bahan campurannya saja seperti bawang merah, bawang putih, tomat, terasi, ebi, kemangi, petai, dan lain-lain. Meskipun jeninya berbeda-beda, fungsi sambal tetap sama, yaitu sebagai pelengkap makan nasi beserta lauk pauk.

Baca juga: Aneka Jenis Sambal Khas Nusantara

2. Gochujang

Jangan ngaku pecinta Korea jika anda tidak tahu apa itu gochujang. Gochujang merupakan pasta cabai pedas Khas negara korea. Bahan utama gochujang ini sangat sederhana, hanya berupa bubuk cabai, bubuk beras ketan, pasta kedelai, gula, dan garam yang difermentasi di dalam pot tanah liat berukuran besar. Saat sudah jadi, gochujang akan berwarna merah terang dengan tekstur yang kental seperti pasta. Meski begitu, rasanya justru pedas cenderung manis.

Hal tersebut terjadi karena proses fermentasi yang menjadikan rasa pedas dari cabai berkurang, dan rasa beras ketannya menjadi manis. di Korea sendiri, gochujang ini merupakan salah satu bumbu yang sangat penting lho. Karena gochujang biasa ditambahkan ke dalam bibimbap, tteokbokki, ssamjang, bulgogi, naengmyeon, dan jjigae. Gochujang juga sering dijadikan bahan campuran dalam pembuatan saus seperti saus chogochujang, atau dijadikan saus perendam untuk barbekyu.

3. Sriracha

Saus yang satu ini awalnya berasal dari negara Thailand, namun saat ini sudah sangat populer hingga seluruh dunia. Umumnya, bahan untuk membuat sriracha adalah cabai, gula, garam, bawang putih, dan juga cuka. Bahan-bahan tersebut lalu dihaluskan sampai berbentuk saus. Tekstur sriracha kurang lebih seperti tekstur saus sambal Indonesia, hanya saja sedikit lebih encer. Warnanya yang merah terang begitu menggoda.

Untuk rasanya sendiri, pedas, tajam dan menggigit, gurih, dan sedikit manis. Dari segi kegunaan, sriracha paling cocok dicampurkan ke dalam aneka sup, pizza, pasta, hamburger, hotdog, atau sekadar dijadikan cocolan aneka makanan yang digoreng.

4. Nam phrik

(Image: Talesofakitchen)

Nam phrik atau sering disebut chili water adalah saus pokok khas Thailand. Terbuat dari campuran cabe, bawang perah, bawang putih, dan jeruk nipis. Sebagian orang juga menambahkan bahan lain seperti pasta udang dan saus ikan agar rasanya lebih gurih. Semua bahan tersebut kemudian ditumbuk atau digiling kasar. Nam phrik memiliki tekstur yang berbutir kasar, mirip seperti sambal ulek khas Indonesia.

Sedangkan rasanya pedas, gurih, dan memberikan sensasi panas di tenggorokan, jadi sangat cocok disajikan sebagai pelengkap makan sayuran mentah dan rebus, ikan, unggas, atau daging.

5. Achaar

(Image: Ndtv)

Tak hanya Indonesia saja yang punya acar, India juga punya achaar. Achaar umumnya terbuat dari campuran buah, sayur, dan juga rempah-rempah seperti mangga, tomat, timun, bawang merah, kol, cabai, dan kapur. Semua bahan tersebut dicincang sampai halus, lalu diasinkan dengan garam dan minyak nabati, yang juga berfungsi sebagai pengawet alami. Achaar memiliki tekstur yang sedikit kasar. Sedangkan rasanya pedas dan sedikit tajam. Achaar biasa dicampurkan ke dalam berbagai masakan india seperti samosa, kari, dan lain-lain.

6. Chili oil

(Image: Seriouseats)

Berasal dari China, chili oil merupakan minyak sayur panas yang di-infused atau direndam dengan bahan-bahan pedas seperti cabai merah kering dan sichuan pepper (anda bisa menggantinya dengan cabai merah). Chili oil kemudian didiamkan selama beberapa saat hingga rasa pedas sudah berpindah ke dalam minyak. Chili oil berwarna merah bening, dengan rasa pedas menggigit. Pada masakan, chili oil sering ditambahkan dalam aneka sajian mie, tumisan, dan salad.

Nah, itu tadi saus pedas yang terdapat di berbagai negara Asia. Jika anda suka pedas, anda wajib coba semua jenis di atas. Jika sudah pernah mencobanya, mana yang jadi favorit anda? Kalau saya sih jelas sambal dong!