(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Kebiasaan membeli stok bahan makanan di rumah memang bagus, tapi apa jadinya kalau tidak diatur? Ya, food wasting! Keluarga saya sering membeli stok bahan-bahan makanan secara berlebih tanpa direncanakan. Alhasil, bahan-bahan yang tersimpan entah sejak kapan pun membusuk dan berakhir di tong sampah. Bayangkan jika ada jutaan rumah dan restoran yang melakukan ini, ya. Tak heran jika badan internasional PBB menganggap food wasting sebagai masalah serius. Nah, sebetulnya kita juga bisa bantu mengurangi food wasting, lho, contohnya seperti melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil ini.

1. Buat rencana belanja dan masak.

Intinya, kadang kita tak bisa kontrol diri kalau sudah masuk pasar atau supermarket. Tadinya hanya beli telur satu kilo, eh, pulang-pulang bawa telur, ikan, beras, dan bumbu dapur. Jadi, mulailah tulis rencana belanja dan masak dalam seminggu. Set menu untuk seminggu dapat memadatkan daftar belanja jadi sesuai kebutuhan. Kalau sudah dicatat, anda bisa tentukan budget sesuai daftar tersebut. Oh ya, selain bahan-bahan set menu, beli juga bahan-bahan yang banyak digunakan dalam berbagai resep seperti garam, gula, dairy products, minyak, dan sebagainya. Simpanlah bahan-bahan tersebut di tempat yang tepat, ya, supaya awet dan kualitasnya tetap baik.

2. Siapkan bahan sesuai kebutuhan masak.

Dulu kulkas rumah kami sangat berantakan. Setiap selesai belanja, bahan-bahan makanan seperti daging, sayur, dan lainnya tidak ditata rapi. Tak hanya itu, bahan makanan bebas keluar-masuk kulkas. Kebiasaan buruk ini tak hanya bikin cepat basi, lho, tapi juga bisa berakhir dengan food wasting. Nah, manfaatkanlah set menu dengan memisahkan bahan sesuai kebutuhan masak. Misalnya anda beli lima wortel. Dua untuk sup, dua untuk jus, dan satu untuk tumis. Biasanya untuk sup dan tumis, wortel akan dipotong kecil-kecil. Jadi cuci, potong, dan simpanlah wortel untuk sup dan tumis dalam satu container atau plastik. Pisahkan dengan wortel untuk jus yang biasanya dipotong dengan ukuran lebih besar.

3. Atur bahan makanan dalam kulkas.

Suatu kali saya ingin masak jamur krispi, lalu saya cek kulkas dan tak menemukan bahan yang diperlukan. Akhirnya saya pun beli beberapa bungkus jamur dan menatanya dalam kulkas. Tiba-tiba di balik sebuah toples acar, ada sebungkus jamur yang bersembunyi. Sebungkus jamur itu masih utuh, tapi sayangnya sudah busuk dan mau tak mau harus dibuang. Nah supaya tidak terulang lagi, aturlah posisi bahan makanan di dalam kulkas. Letakkanlah bahan-bahan makanan lama di barisan depan dan stok baru di belakang barisan tersebut. Jadi, barisan depan bisa dipergunakan terlebih dulu dan tidak perlu terbuang sia-sia.

4. Simpan makanan di freezer.

Konon freezer mampu mengawetkan makanan dalam waktu lama, dan fakta ini bisa dimanfaatkan untuk mengurangi food wasting. Anda bisa lihat daftar bahan makanan serta berapa lama awetnya di sini. Jangan lupa untuk meletakkan bahan makanan dalam container kering dan kedap udara. Beri label tanggal pada container atau plastik ziplock sebagai pengingat, karena makanan tersebut tentunya tak akan diperhatikan dalam waktu lama, kan?

Bagi anda yang mengaku foodie sejati, food wasting itu tentunya ‘nggak banget’, ya. Masih banyak saudara-saudara kita di belahan dunia lain, seperti Somalia, Etiopia, dan negara-negara lain yang kekurangan makan, lho. Dengan melakukan kebiasaan di atas, anda sudah membantu mengurangi masalah ini. Yuk, mulai hargai makanan anda!