(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Proses memasak hampir tak pernah lepas dari pemakaian bawang. Entah apapun jenisnya, bawang memang punya rasa dan aroma khas, sehingga bisa menambahkan citarasa masakan. Salah satu bawang yang sering saya gunakan adalah bawang merah. Jika dibandingkan dengan yang putih, aroma bawang merah memang tidak terlalu kuat tapi aromanya memang sangat khas. Oleh sebab itu, bawang merah lebih fleksibel untuk diolah sebagai bahan mentah atau campuran masakan.

Bawang merah sebetulnya bisa jadi stok bahan wajib di rumah. Soalnya selain jadi penyedap masakan, jenis bawang ini punya banyak manfaat untuk tubuh seperti memperlancar sirkulasi darah dan menaikkan stamina. Nah supaya aman dikonsumsi harian, pastinya kita harus tahu jenis bawang merah yang segar dan bagaimana cara simpannya supaya tak mudah berjamur. Psst, bawang ini punya tekstur yang lebih basah dari jenis bawang lain, lho. Langsung saja di-scroll ke bawah, yuk!

Memilih bawang merah

Di pasaran, bawang merah selalu dijejerkan dengan jenis bawang lainnya seperti bawang putih dan bawang bombay. Sebagian besar dari kita tentu sudah tahu bentuk bawang merah ya, yakni berbentuk bonggol dengan kulit berwarna merah keunguan. Namun, ada juga bawang merah yang dijual dalam bentuk kupasan atau irisan di pasar tradisional maupun modern.

Pilihlah bawang merah yang segar yakni yang bonggolnya kompak dan utuh (tidak mudah lepas), beraroma wangi khas bawang merah, tekstur kulitnya kering, tak ada noda busuk di permukaannya, dan tak bertunas. Pastikan juga si bawang merah punya tekstur keras saat ditekan ya, karena yang benyek atau empuk biasanya kurang segar. Nah sebelum membeli, perhatikan dulu kebutuhan bawang merah yang akan anda olah. Biasanya, bawang merah untuk tumis berbeda dengan bawang merah untuk bawang goreng. Untuk bawang goreng, pilih bawang merah berukuran besar dan bonggolnya berbentuk bulat, sedangkan untuk dimasak pilih bawang merah berukuran kecil dan ujung bonggolnya tajam.

Baca juga: 5 Tips Membuat Bawang Goreng Yang Renyah Dan Gurih

Menyimpan bawang merah

Setelah beli, segera pindahkan bawang merah dari plastik bungkusannya ke dalam wadah terbuka seperti piring, wadah rotan, atau wadah bambu. Tekstur bawang merah itu cenderung basah, lho. Maka supaya tak berjamur atau tumbuh tunas, simpan dalam suhu ruang, kering, dan terbuka. Hindari paparan sinar matahari lansung atau api kompor ya, dan hindari menyimpannya dalam lemari pendingin agar kelembapannya tidak naik dan mudah tumbuh jamur.

Jika bawang merah yang anda beli terkesan berat atau basah ketika disentuh, angin-anginkan atau jemur di bawah matahari terlebih dulu sebelum disimpan. Hal ini bisa mencegah si bawang merah tumbuh tunas, lho. Selain itu, cara ini juga bisa membuat bawang merah tahan lebih lama.

Mengolah bawang merah

Pada dasarnya, bawang merah sama mudahnya diolah seperti bawang putih atau bawang bombay. Anda bisa mengiris, mencincang, menghaluskannya bersama aneka bumbu lain, atau dimasak utuh seperti ikan bandeng acar kuning. Kalau ingin mengurangi rasa dan aroma bawang merah yang tajam, hindari menggeprek atau mencincang si bawang hingga halus. Cara tersebut biasa digunakan untuk menonjolkan aroma bahan atau bumbu masak. Selain itu, anda bisa tumis si bawang merah hingga agak layu dengan sedikit minyak. Cara ini bisa digunakan kalau anda ingin buat sambal bawang atau sambal mentah agar tidak terkesan langu, kecuali kalau anda buat acar tentunya kurang cocok jika dioseng dulu ya.

Oh ya, tekstur bawang merah memang lebih basah jika dibandingkan dengan bawang putih. Oleh karenanya jika ingin menumis dua jenis bawang ini, masukkan bawang merah terlebih dulu setelah minyaknya panas. Tujuannya supaya bawang putih tidak cepat kering dan matang keduanya bisa pas. Oseng sebentar bawang merah hingga setengah matang atau mulai harum, barulah masukkan bawang putih sesuai selera.

Baca juga: 5 Tips Mengupas Bawang Merah Tanpa Menangis

Nah, simple kan? Selamat belanja bawang merah, ya! Selain bawang merah, ada berbagai bawang untuk bahan atau bumbu masak di pasaran Indonesia, lho. Simak jenis-jenisnya di sini, yuk!