Penulis: Khasanis.A | Editor: Ria

Kue bertekstur ringan dan lembut ini cocok sekali menjadi pilihan untuk dessert anda. Dari sisi resep sebenarnya cukup sederhana, hanya saja dalam pembuatannya tak jarang mengalami beberapa kegagalan. Seperti kue tidak mulus, retak, dan justru kempes. Atau malah ketika dalam oven mengembang mulus, tapi ketika keluar oven volumenya langsung turun dengan cepat. Itulah ragam sering mempraktikkannya di rumah, akhirnya saya sukses membuat kue chiffon  yang mulus sempurna dan lezat. Intip yuk tips dan triknya berikut ini.

1. Gunakan mikser dengan kecepatan rendah

Untuk mengocok putih telur jangan gunakan mikser dengan kecepatan tinggi, karena hasilnya cenderung hard peak. Kondisi hard peak ini akan menghasilkan kue yang cenderung cekung atau tidak mulus rata. Misal mikser anda punya 5 skala kecepatan, gunakan skala 3 atau 2 saja supaya hasilnya soft peak, yang mana ketika dipanggang hasilnya tidak cekung. Ciri kocokan putih telur sudah soft peak adalah ketika mikser diangkat maka unjung kocokan tampak membentuk puncak yang lemas, terkulai ke satu sisi.

Baca juga: 4 Tips Mengocok Putih Telur yang Baik

2. Setelah gula masuk, lanjutkan mikser hingga stiff peak

Pada umumnya gula tidak dimix langsung dengan putih telur, melainkan bertahap supaya adonan tidak berat saat dikocok dan susah naik. Pertama putih telur dikocok hingga soft peak, selanjutnya gula ditambahkan sedikit demi sedikit, kemudian dikocok hingga stiff peak. Ciri kocokan sudah stiff peak adalah ketika mikser diangkat kocokan tampak membentuk puncak yang kaku dan tidak terkulai sama sekali. Nah, pada kondisi ini kocokan putih telur tampak glossy (mengkilap), opaque (pekat atau tidak transparan), dan sangat kaku.

Tahap ini adalah tahap paling krusial dalam pembuatan kue chiffon, karena umumnya tahap ini pemicu kegagalan yang paling utama (chiffon susah mempertahankan bentuknya ketika keluar oven). Jika kondisi kocokan belum stiff peak, maka lanjutkan mengocok hingga mencapai kondisi tersebut.

Baca juga: Tips Mengaduk Adonan Kue agar Sukses dan Tidak Bantat

3. Jangan Olesi Loyang dengan Apapun

Saat membuat anek jenis kue, biasanya kita mengolesi loyang dengan sesuatu, entah itu minyak, mentega, margarin, taburan tepung, kertas baking, atau yang lain. Teruntuk kue chiffon, jangan olesi loyang dengan apapun. Loyang yang tidak diolesi atau diberi apapun bertujuan untuk membuat adonan menempel sempurna pada sisi-sisi loyang saat dipanggang, sehingga kue tidak akan melorot setelah matang.

Baca juga: Mengenal Loyang Tulban atau Bundt Pan

4. Jangan Panggang Pada Suhu Tinggi

Memanggang kue chiffon tidak sama seperti memanggang sponge atau butter cake yang membutuhkan suhu tinggi. Jika suhu terlalu panas, kue akan cepat naik, tapi kemudian permukaannya akan retak. Nah sebaliknya, kalau suhu agak direndahkan kue naik perlahan, tapi permukaannya halus mulus.

Baca juga: 6 Tips Sukses Memanggang Kue

5. Balik Loyang Segera Setelah Keluar dari Oven

Setelah kue matang dan keluar dari oven, segera balik loyangnya. Biasanya loyang khusus chiffon sudah dilengkapi dengan kaki untuk menyangga ketika dibalik. Jika tidak ada, gunakanlah botol atau wadah tinggi lainnya yang ditaruh di tengah loyang (dalam posisi terbalik) sebagai penopang, sehingga permukaan kue tetap bersentuhan dengan udara. Tujuan membalikkan loyang dengan segera adalah untuk mencegah kue mengkerut, menyusut, dan kehilangan volumenya atau kempes.

Baca juga: 3 Material Loyang Kue yang Umum Dipakai

Coba resep praktis kue chiffon pandan klasik yang enak, sekaligus dengan mempraktikkan tips-tips di atas. Selamat berkreasi di dapur!