(Image: 123RF)

Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Selain sebagai bahan utama untuk pembuatan sponge cake, putih telur juga merupakan bahan utama pembuatan krim dekor. Saya adalah termasuk tipe orang yang paling hobi colek-colek krim di cake, apalagi kalau krimnya yang rasa stroberi. Bisa-bisa gundul deh cakenya karena krimnya duluan yang saya makan. Tapi rasanya tidak mungkin juga kan tiap nemu cake terus saya colekin krimnya. Maka dari itu, kalau sedang pengen banget makan cake dengan krim yang berlimpah, saya selalu membuatnya sendiri di rumah. Lebih puas, enak, dan sesuai selera.

Awalnya dulu saya sering gagal ketika membuat krim. Penyebabnya karena kesalahan saat mengocok putih telur. Setelah sharing sana sini kepada teman-teman yang memang ahli di bidang pastry, akhirnya saya mendapatkan ilmu baru tentang bagaimana cara mengocok putih telur yang baik dan benar. Simak terus, ya.

1. Pertama-tama, pastikan wadah dan semua peralatan kering serta bebas dari minyak, air, serta residu lain.

Eits, bukan berarti wadahnya lalu buru-buru kamu cuci dan lap kering sesaat sebelum dipakai, ya. Sebaiknya semua peralatan yang akan kamu pakai itu sudah didiamkan dulu dalam suhu ruang.

Menurut pengalaman, krim akan jadi lebih sempurna bila dibuat dengan wadah dan alat yang sudah sempat ditaruh beberapa saat di ruangan, ketimbang alat yang baru saja dicuci-keringkan. Wah, tips super unik!

2. Gunakan mangkuk berbahan stainless untuk mengocok putih telur. 

Penggunaan mangkuk dengan bahan selain stainless ternyata kurang baik karena akan membuat putih telur mengembang dengan tidak sempurna.

3. Pastikan jika putih telur telah benar-benar terpisah dari kuningnya. 

Karena jika tercampur sedikit saja, kocokan putih telur akan gagal.

4. Saat mengocok putih telur, lalukan perlahan dengan memilih speed mixer paling rendah terlebih dulu, baru kemudian naik sedikit demi sedikit.

Mengocok putih telur langsung dengan kecepatan maksimal hanya akan menghasilkan kocokan yang volumenya cepat turun, karena gelembung udara yang terbentuk tidak stabil sehingga mudah pecah dan turun kembali.

Dalam pengocokan putih telur ini, ternyata ada tiga tahap yang dilalui, yaitu:

Tahap berbusa

Dalam tahap pertama ini, telur yang dikocok akan berbusa dan mulai naik. Gelembung-gelembung udara mulai terbentuk, tapi tidak merata.

Puncak tumpul (soft peak)

Pada tahap kedua ini, putih telur yang dikocok sudah mulai kaku dan membentuk puncak-puncak adonan yang bentuknya membukit-bukit, alias tumpul. Warnanya mengkilat dan terlihat lembut seperti krim kocok. Saat mixer dimatikan dan kocokan diangkat, adonan yang menempel di kocokan akan ikut terangkat, lalu jatuh lagi ke mangkuk. Biasanya kocokan seperti ini digunakan untuk campuran dalam adonan cake dan chiffon. Ada sedikit tips saat mencapur kocokan putih telur dengan terigu dan bahan lainnya, yaitu adonan tetap diaduk perlahan searah dengan menggunakan whisk untuk mempertahankan udara yang sudah terbentuk.

Puncak runcing (hard peak)

Untuk tahap terakhir ini, adonan putih telur akan berubah menjadi sangat kaku, lalu membentuk puncak-puncak yang runcing, warnanya pun tidak mengkilat lagi, tapi terlihat kaku (keras) dan kering. Saat mixer dimatikan dan kocokan diangkat, adonan tidak akan jatuh lagi ke mangkuk, melainkan tetap menunjuk ke atas. Biasanya kocokan putih telur dalam tahap terakhir ini dicampur dengan gula halus dan diberi pewarna untuk dijadikan krim dekor favorit saya.

Setelah tahu tips di atas, saat mengocok putih telur jadi waktu favorit buat saya ketika bikin cake atau krim dekor, soalnya tak takut gagal lagi. Kalau pernah mengalami gagal dalam mengocok putih telur, kamu bisa banget menerapkan tips di atas seperti saya. Say goodbye deh sama kocokan gagal!