(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Berasal dari Amerika Selatan yang dibawa ke Indonesia oleh bangsa Portugis, singkong sudah menjadi bahan pangan yang merakyat. Bukan hanya makanan pokok, singkong juga sudah dikreasikan menjadi aneka kue dan camilan. Jika bisa menemukan tiwul dan sawut dijajakan di pasar sekitar rumah, anda patut bersyukur. Sebab tidak banyak yang masih menjual kudapan tradisional ini.

Beruntung, ada banyak yang menjual olahan versi modernnya seperti singkong goreng keju dan keripik balado, yang merupakan favorit saya. Berikut adalah macam-macam kue tradisional yang terbuat dari singkong. Apakah anda sudah coba semuanya?  

1. Getuk

getuk

Bisa dibilang kue legit ini paling terkenal dari kue singkong lainnya. Ada dua jenis getuk yakni ‘getuk’ saja dan ‘getuk lindri’. Getuk bertekstur garis-garis dan ditaburi parutan kelapa, sedangkan getuk lindri dicetak kecil-kecil, diberi pewarna dengan rasa yang berbeda-beda, dan nantinya terlihat seperti kue lapis mini. Getuk sering dijajakan di pasar-pasar tradisional atau toko oleh-oleh khas daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

2. Sawut

Masih di daerah Jawa Tengah, silahkan coba singkong yang diparut kasar bernama Sawut. Kalau didengar-dengar, kata “sawut” seperti “mawut” yang dalam Bahasa Jawa artinya berantakan. Secara fisik, jajanan ini memang disajikan ‘asal’ dan seadanya. Jadi, nyambung juga, ya? Rasanya manis-manis gurih berkat parutan kelapa di atasnya. Kalau manisnya berasal dari gula jawa yang dicampurkan ke dalam singkong parut. Porsinya juga lumayan, sekali makan bisa kenyang seperti makan nasi.

3. Kue Mangkok Tape Singkong

Kalau yang satu ini, saya yakin anda semua pernah coba! Kue ini bertebaran di seluruh penjuru Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Biasanya kue ini disajikan bersama jajanan pasar lainnya saat arisan, kumpul keluarga, atau perayaan hari-hari besar agama. Tentu saja kue ini berbahan dasar tape atau peuyeum, yakni bahan pangan yang berasal dari proses fermentasi singkong. Bentuknya seperti mangkok yang mekar bagian atasnya dan biasanya berwarna merah muda, ungu, hijau muda, atau putih. Seperti bolu kukus tapi lebih padat, basah, dan terasa tapenya. 

4. Utri atau Lemet

Nah, kalau Sawut hanya parutan singkong, lemet adalah sawut versi dibungkus daun pisang dan dikukus. Seperti lontong, dong? Benar, tetapi kedua ujung daun tidak disemat dengan sapu lidi atau disteples. Kue asli Gunung Kidul ini merupakan campuran dari parutan singkong dan gula merah yang sama-sama dihaluskan, plus sedikit garam. Karenanya, kue ini berasa manis-gurih dengan tekstur kenyal dan agak lengket. Hmm, bikin penasaran, ya? Tenang, tak perlu jauh-jauh ke Gunung Kidul karena ResepKoki punya rahasianya.

5. Combro dan Misro

Siapa yang tak kenal combro? Jajanan pasar dari parutan singkong ini tetap populer, bahkan di zaman sekarang. Tapi ternyata, combro punya kembaran bernama misro. Wah, apa itu? Kalau combro diisi dengan oncom, misro merupakan versi manisnya karena diisi gula merah. Bentuk combro oval dan agak loncong, sedangkan misro bulat. Karena sama-sama dari Jawa Barat, nama dua kue ini diambil dari singkatan Bahasa Sunda. Kalau combro adalah “oncom di jero” (oncom di dalam), maka misro adalah “amis ing jero” (manis di dalam). Kreatif, ya?

6. Tiwul

Gunung Kidul belum kehabisan ide untuk mengolah singkong. Waktu zaman penjajahan Jepang, Tiwul merupakan makanan pokok pengganti nasi. Bentuknya pun seperti nasi dan ditaburi parutan kelapa, sehingga rasanya gurih agak manis. Tiwul terbuat dari singkong kering atau gaplek yang kemudian dikukus. Makanan ini pun sudah tersebar di Pulau Jawa dengan versi daerah masing-masing, seperti daerah Kebumen, Banyumas, dan Cilacap yang menyebutnya dengan oyek.

7. Lapis Singkong

sentiling singkong

Ada yang bilang Sentiling Singkong (Jawa Tengah), Sunduk Urut (Sidoarjo), sampai Ongol-Ongol Singkong (Jawa Barat). Intinya sih, bentuk makanan dari julukan-julukan tersebut sama saja yakni Lapis Singkong. Seperti halnya kue lapis, lapis singkong punya banyak warna dan lapisan. Hanya saja, lapis yang ini terbuat dari singkong parut, gula jawa, garam, kelapa, dan agar-agar.

Sudah kebayang rasanya, kan? Yak, lapis singkong memiliki rasa gurih-manis dengan tekstur kenyal. Untuk penyajiannya cukup berbeda, nih. Kadang ada yang menjual seperti sate, atau seperti kue lapis pada umumnya.  Tapi satu yang pasti, taburan kelapa parut atau gula merah pasti tak akan absen!

Nah, yang mana favorit anda? Atau ada yang belum dicoba? Jika hunting kue ke pelosok pasar sudah mainstream, anda bisa lho langsung membuatnya sekarang juga dengan resep yang ada di ResepKoki (klik langsung judul kue di atas). Jangan lupa ditaburi parutan kelapa, ya. Karena, yang namanya parutan kelapa dan singkong itu memang jodoh! Selamat mencoba!