(Image: Shutterstock)

Penulis: Dewi.S

Siapa yang tidak tahu kentang, sayuran yang sering menjadi pengganti nasi ini sering dimasak menjadi berbagai makanan. Mulai dari sop, tumis, gulai, mashed potato, kentang goreng, perkedel kentang, sambal kentang balado, hingga kue dan donat. Duh, ngiler kan saya ngomongin kentang!

Selain di pasar tradisional, anda dapat membeli kentang di supermarket. Namun harganya yang lebih mahal dan pilihannya yang terbatas membuat saya lebih memilih membelinya di pasar daripada supermarket. Jika sering membeli kentang di pasar, anda juga akan lebih pintar memilih kentang yang bagus dan murah. Karena biasanya anda dapat memilih kentang dari berbagai pilihan ke beberapa penjual. Berikut ini saya akan memberikan tips cara memilih kentang yang bagus agar saat dimasak apapun olahan kentang anda akan selalu lezat.

Berdasarkan jenisnya agar lebih mudah saat diolah

Secara garis besar terdapat 4 jenis kentang yang sering kita jumpai di Indonesia.

Kentang putih

Yang memiliki isi berwarna putih, rasanya agak hambar, cenderung lengket dan tidak mudah hancur. Cocok untuk sup, siomay, atau sambal balado.

Kentang mentega

Yang memiliki warna lebih kuning dan rasanya lebih enak dari kentang putih. Memiliki tekstur yang lebih empuk setelah dimasak. Kentang ini terbagi menjadi dua yaitu kentang granola yang memiliki kulit yang halus dan mata yang terlihat jelas dan dalam. Kentang ini memiliki kadar air yang banyak didalamnya sehingga cocok untuk direbus. Kentang yang kedua adalah kentang tes yang kulitnya agak kasar dan matanya tidak terlalu jelas terlihat. Kentang ini memiliki kadar air yang sedikit sehingga cocok untuk dijadikan keripik kentang atau kentang goreng.

Kentang merah

Yang memiliki kulit berwarna merah tapi isinya tetap berwarna kuning. Kentang ini berasal dari daerah Dieng dan memiliki kandungan karoten yang tinggi sehingga berkhasiat untuk penyakit jantung serta menjaga daya tahan tubuh.

Kentang hijau

Yang memiliki warna kulit kehijauan karena terlalu muda atau kebanyakan terpapar sinar matahari. Kentang ini memilki senyawa solanin yang bersifat racun. Oleh karena itu, hindari membeli kentang seperti ini agar tidak sakit perut dan sakit kepala.

1. Permukaan yang halus dan tidak bergelombang

Selain agar tidak sulit saat mengupasnya, kentang berkulit halus juga memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan yang berkulit kasar.

2. Terasa berat, terlihat segar, tidak ada lubang di permukaannya, tidak retak, tidak busuk di sebagian sisinya dan tidak ada retakan di kulitnya

Pilihlah yang mempunyai kulit tebal, tandanya terdapat garis-garis kecoklatan pada kulit kentang.

3. Warna kuning muda atau putih kekuningan

Jangan memilih kentang yang berwarna kehijauan. Kentang ini biasanya lebih pahit karena sudah terkena banyak sinar matahari atau dipanen terlalu muda.

4. Bertekstur keras dan tidak bertunas 

Kentang yang bertekstur lunak dan bertunas memiliki kualitas yang kurang baik. Jangan pula memilih kentang yang kulitnya sudah mulai keriput.

5. Pilih ukuran sesuai masakan yang akan dibuat

Untuk membuat kentang goreng atau keripik kentang, pilih kentang yang berukuran besar. Pilih kentang berukuran kecil untuk olahan kentang yang dikukus atau direbus. Ada juga kentang berukuran mini atau baby potatoes yang biasa ditambahkan dalam rendang, sambal goreng/balado, dan semur.

6. Setelah dibeli, segera keluarkan kentang dari plastiknya

Simpan di tempat yang sejuk dan terpisah dari sayuran lain agar tidak cepat busuk. Kentang tidak perlu di cuci terlebih dahulu dan tidak perlu disimpan di kulkas agar tidak.