(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Beberapa waktu lalu saya coba mencicipi cinnamon roll. Roti gulung ini punya citarasa lembut dan manis dengan tambahan kacang dan kismis, dan terakhir dituang saus glaze kental. Hmm, rasanya ingin buat sendiri di rumah!

Sesuai namanya, salah satu bahan wajib cinnamon roll adalah cinnamon alias kayu manis. Sejak dulu, saya paling hafal dengan rempah ini karena bentuknya paling unik dari yang lain. Bentuknya mirip gulungan kulit kayu dengan aroma wangi yang khas. Saya pun percaya diri ketika belanja, saya pasti tak akan salah ambil. Namun belakangan ini, saya iseng googling dan mendapatkan aneka jenis kayu manis. Ada yang khas Amerika dan yang khas Asia. Wah, salah pilih tidak, ya?

  • Kayu Manis Ceylon

Ternyata, inilah kayu manis yang dipakai untuk cinnamon roll. Jenis kayu manis ini paling banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Hindia Barat. Khusus Indonesia, kayu manis ceylon masih jarang ditemui di pasaran. Sekilas kayu manis yang mirip cerutu ini bertekstur lebih lembut dan mudah terkelupas dengan warna coklat muda. Namun, rasa dan aromanya terasa lebih halus daripada jenis kayu manis lain.

  • Kayu Manis Cassia

Nah, kayu manis satu ini yang sering kita lihat di pasaran. Kayu manis cassia banyak dipasarkan di Cina dan Asia Tenggara. Teksturnya lebih keras dari ceylon dan berwarna coklat tua. Kayu manis cassia juga punya banyak jenis, lho. Ada cassia Cina, cassia Indonesia (Kerinci), dan cassia Vietnam. Cassia Cina lebih beraroma, cassia Indonesia beraroma lebih tajam dari cassia Cina, sedangkan cassia Vietnam memiliki rasa manis yang kuat.

 

Memilih kayu manis

Setelah mengenal jenis-jenis kayu manis, maka saatnya memilih yang berkualitas. Pada dasarnya, kayu manis dijual dalam 2 bentuk yakni batang dan bubuk. Kayu manis bubuk memang lebih mudah dijadikan bahan campuran masakan, minuman, atau kue. Namun, aroma dan rasanya tidak sekuat kayu manis batangan.

Untuk yang batang, pilih yang bentuknya lurus dan utuh. Pastikan tak ada lubang, noda hitam, atau bagian yang rusak. Cek teksturnya juga dan pastikan batang kayu manisnya kering. Terakhir, pilih yang aromanya tercium kuat dan harum. Untuk jenis kayu manis yang aromanya tidak kuat (seperti cassia Vietnam), belilah dengan porsi sedikit lalu rasakan dulu. Jika sudah cocok untuk masakan anda, maka bisa beli lagi lebih banyak.

Menyimpan kayu manis

Baik kayu manis batang dan bubuk, cara penyimpanannya kurang lebih sama. Masukkan dalam wadah kering dan kedap udara. Setelahnya, letakkan pada suhu ruang yang gelap dan kering, misalnya di laci dapur. Dengan begitu, kedua jenis kayu manis akan bertahan lama. Untuk kayu manis batangan, tak ada batasan waktu awetnya. Selama aromanya masih tercium wangi, maka anda bisa memakainya untuk masak. Untuk kayu manis bubuk, bisa disesuaikan dengan tanggal kadaluarsa yang tertera di kemasan atau paling tidak 3-6 bulan.

Kayu manis bisa digunakan untuk bahan aromatik, misalnya untuk menghilangkan bau prengus gulai kambing, sop kambing, semur jengkol), perasa (nasi kebuli, bandrek, ronde), pengental kuah (yang bubuk), atau sebagai signature ingredient suatu makanan misalnya cinnamon roll atau churros. Selamat mencoba!

 

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi