Penulis : Atsa

Minyak goreng kelapa sawit menjadi pilihan minyak yang paling sering digunakan masyarakat. Meski demikian, banyak juga yang beranggapan minyak goreng ini kaya dengan saturated fat atau lemak jenuh yang buruk bagi kesehatan tubuh.

Dengan anggapan demikian, tak jarang juga orang-orang mulai mengganti minyak mereka dengan minyak zaitun. Apalagi, mengingat minyak zaitun juga mudah ditemukan di supermarket.

Tapi meski begitu, tak semua hidangan yang digoreng bisa diolah dengan minyak zaitun. Ya, minyak zaitun memiliki banyak manfaat, namun minyak sawit juga memiliki keunggulan, Selain itu jika penggunaannya benar, minyak sawit juga memiliki manfaat yang lebih unggul juga, lho.

Nah, supaya nggak ragu dan bingung lagi, yuk kenali beda dari minyak goreng sawit dan minyak zaitun.

Baca Juga : Aneka Jenis Minyak Goreng untuk Memasak

1. Asal Minyak

Minyak kelapa sawit diekstraksi dari biji kelapa sawit yang kemudian disuling supaya dapat dikonsumsi. Jadi meski namanya minyak kelapa sawit, bukan berati dari daging buah kelapa, ya. Jangan sampai salah dengan minyak kelapa (coconut oil).

Minyak zaitun didapat dari ekstrak buah zaitun. Konsentrat lemak dari buah zaitun ini diperoleh dari proses pemerasan buah zaitun.

Baca Juga : Perbedaan Minyak Kelapa Sawit dan Minyak Kelapa

2. Ciri Fisik

Warna minyak sawit kuning sedikit keemasan, sedangkan minyak zaitun berwarna keemasan hingga kuning tua sedikit kehijauan. Warna tersebut sebenarnya tergantung pada jenis buah zaitun yang digunakan.

Baik minyak zaitun dan sawit yang baik adalah yang terlihat bening, tidak keruh. Saat dituangkan, minyak zaitun terlihat lebih kental daripada minyak sawit.

Baca Juga : Mengenal Minyak Zaitun dan Jenis-Jenisnya

3. Nutrisi

Minyak kelapa sawit memiliki kandungan 85-90% asam lemak jenuh, sementara yang 10 -15% asam lemak tidak jenuh. Meski demikian, konsumsi minyak sawit sebenarnya tidak berbahaya asal bijaksana dalam mengonsumsinya.

Dalam beberapa hal minyak sawit sebenarnya jauh lebih baik dibanding jenis minyak lainnya, lho. Minyak sawit kaya dengan vitamin A, E, dan betakaroten.

Minyak zaitun lemak kaya akan omega 9, omega 6, omega 3, vitamin E, vitamin K, dan zat besi. Selain itu, minyak zaitun juga memiliki kandungan lemak sehat atau monounsaturated fat, karena itulah minyak zaitun sangat populer bagi pegiat gaya hidup sehat.

Baca Juga : Mengapa Minyak Goreng Tidak Boleh Dipakai Berulang

4. Reaksi Terhadap Suhu

Meski kaya lemak jenuh, baik minyak kelapa sawit atau minyak kelapa sama-sama paling stabil terhadap oksidasi jika dibandingkan jenis minyak lainnya. Titik didih minyak sawit yang tinggi membuat minyak ini tidak mudah rusak saat digunakan untuk memasak sajian yang membutuhkan api besar.

Minyak zaitun memiliki titik didih yang rendah, dan tidak boleh terkena panas tinggi agar tidak menimbulkan racun atau radikal bebas tinggi. Karena itulah tidak semua hidangan bisa dimasak dengan minyak zaitun.

5. Penggunaan dalam Masakan

Perbedaan titik didih adalah hal utama yang menyebabkan keduanya memiliki fungsi tersendiri. Minyak goreng biasa atau minyak sawit yang memiliki titik didih tinggi, dan teksturnya tidak kental. Minyak sawit sangat cocok untuk menggoreng hidangan seperti ayam, tempe, tahu, dan nugget. Selain tidak meninggalkan sisa minyak yang banyak, jika ditiriskan, minyak sawit juga menambahkan rasa gurih pada masakan.

Berbeda dengan minyak sawit, titik didih yang rendah pada minyak zaitun membuat minyak ini lebih sering digunakan untuk menumis dengan suhu rendah. Rasanya juga lebih netral dari minyak sawit, sehingga cocok digunakan untuk dressing salad, karena tidak akan merusak rasa.

Itulah perbedaan-perbedaan minyak goreng biasa dengan minyak zaitun. Untuk penggunaannya sesuaikan dengan kebutuhan, ya. Tidak semua hidangan cocok dengan minyak zaitun, begitupun sebaliknya. Untuk penggunaan minyak sawit, supaya tetap aman bagi kesehatan, batasi konsumsinya, dan usahakan menghindari memasak dengan deep frying, ya.

Baca Juga : Tips Aneka Teknik Memasak Basah Dan Kering





Atsarina Luthfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi