Penulis: Intan.L | Editor: Ria

Salah satu jenis makanan yang harus selalu ada di dalam kulkas di rumah saya adalah telur. Telur menjadi persediaan wajib, karena buah hati saya yang masih berusia balita sangat menggemarinya. Bahkan saya sempat bosan karena jika bertanya padanya mau makan sama apa, jawabannya pasti telur. Sebetulnya enak sih, karena telur dapat diolah sangat praktis, cukup diceplok atau didadar, ditambah kecap pasti si buah hati akan makan sangat lahap.

Untungnya dengan harga yang terjangkau, telur memiliki kandungan gizi yang baik dan cukup lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, asam amino, omega 3 juga vitamin B,A, D dan E. Jadi tidak heran jika telur menjadi salah satu makanan hewani selain daging, ikan dan susu yang disukai siapapun.

Semua jenis telur yang biasa dikonsumsi di Indonesia memiliki bentuk dan warna yang berbeda serta cara pengolahannya masing-masing. Apa sajakah telur-telur yang biasa dikonsumsi tersebut?

1. Ayam Negeri

(Image: Shutterstock)

Telur ini merupakan jenis telur yang paling banyak dikonsumsi, berasal dari ayam negeri atau ayam ras yang diternakkan dan biasanya melalui rekayasa genetika. Misalnya dengan pemberian nutrisi pada makanannya atau dengan cara disuntik agar cepat besar. Telur ini memiliki bentuk bulat lonjong dengan warna coklat dan ada juga yang berwana coklat keputihan.

Harga telur ayam negeri sangat terjangkau dan paling mudah didapatkan. Banyak olahan masakan yang dapat dibuat dengan telur ayam ini seperti telur balado atau semur telur. Telur ini juga biasa dijadikan bahan dalam pembuatan kue.

2. Ayam Kampung

Telur ayam kampung dihasilkan dari ayam kampung atau ayam yang dipelihara secara alami. Pertumbuhannya lambat sehingga membuat harga ayam dan telurnya lebih mahal dibanding ayam negeri. Telur ayam kampung bentuknya lebih kecil dan berwarna putih, dengan warna kuning telur lebih pekat dibanding telur ayam negeri.

Rasa dari telur ayam kampung yang gurih membuat telur ini tidak perlu diolah macam-macam, hanya digoreng ceplok setengah matang saja sudah nikmat. Atau bisa juga disajikan dengan cara direbus setengah matang yang dipercaya dapat memulihkan stamina.

3. Bebek

Dihasilkan dari binatang unggas bebek, telur ini memiliki warna biru muda dan ukurannya hampir sama dengan telur ayam negeri, namun memiliki kandungan protein yang lebih banyak. Warna kuning telurnya juga lebih gelap dan pekat, teksturnya lebih kenyal, baunya lebih amis namun rasanya lebih lezat sehingga harganya pun lebih mahal dibanding telur ayam.

Telur bebek memiliki kemampuan menyerap garam lebih cepat, sehingga biasa dibuat menjadi telur asin. Selain itu, telur bebek juga dapat diolah menjadi martabak telur yang dicampur dengan daging cincang dan irisan daun bawang yang banyak, Nikmatnya!

4. Puyuh

Bentuknya mungil hanya sekitar 10 gram saja dan memiliki dua warna yakni putih dan coklat kehitaman. Tapi jangan remehkan tubuhnya yang mungil, karena faktanya telur puyuh memiliki kandungan gizi yang lebih besar dibanding telur ayam. Ada satu lagi keunggulan telur puyuh. Karena ia berasal dari burung yang memiliki suhu tubuh lebih tinggi dibanding unggas lainnya, maka bakteri Salmonella tidak dapat berkembang di dalam telur ini, tidak seperti pada telur lainnya.

Sajian sup telur puyuh biasanya menjadi favorit anak-anak. Atau mungkin anda bisa membuatnya menjadi camilan papeda abon yang banyak dijual pedagang keliling di sekolahan dan sangat digemari anak-anak. Caranya gampang, siapkan teflon, oles mentega, ceplok telur puyuh mentah, kemudian tambahkan air yang sudah diberi tepung sagu, dan taburi abon, Jika sudah matang gulung dengan tusukan sate, papeda abon pun siap disantap.

5. Angsa

Telur ini berasal dari angsa, masih satu keluarga dengan bebek yakni binatang unggas berjenis itik-itikan dengan bentuk lebih tinggi dan besar dibanding bebek. Begitupun dengan telurnya, memiliki bentuk yang lebih besar dibanding telur bebek dan ayam, dengan warna putih bersih. Telur ini sangat baik dikonsumsi ibu hamil karena mengandung asam folat yang baik untuk kesehatan janin.

Di Padang Sumatera Barat, telur ini biasa dibuat menjadi telur dadar padang, yang dicampur dengan sayuran, daging cincang dan bumbu rempah sehingga telur dadarnya terlihat lebih tebal dan berisi. Selain itu, karena mengandung asam folat yang baik bagi anak, anda bisa mencoba membuat olahan tim tahu telur angsa untuk buah hati anda.

6. Penyu

Telur ini asalnya bukan dari unggas, melainkan dari binatang jenis amphibi yakni penyu, yang banyak ditemukan di laut. Tahukah anda, sekali melahirkan penyu dapat menetaskan telur yang banyak hingga lebih dari 100-150 telur. Wah banyak juga, ya!

Berbeda dengan cangkang telur lainnya yang keras, cangkang telur penyu bertektur lunak sehingga bentuknya yang bulat seperti bola pingpong dan berwarna putih terkadang menjadi penyok jika bersentuhan satu sama lain. Sayangnya meskipun telur ini layak konsumsi, tapi di Indonesia sendiri penjualan telur penyu adalah ilegal karena penyu merupakan satwa yang dilindungi. Jadi lebih baik pilih telur yang lain aja deh ya!

Jadi telur jenis apa yang menjadi favorit anda? Kalau saya sih telur bebek, karena menurut saya rasanya sangat gurih. Tapi apapun jenis telurnya, yang penting telur selalu menjadi favorit keluarga saya, begitu juga dengan anda kan? Hidup telur!

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi