Penulis : Atsa

Saat mulai beralih ke minyak yang lebih sehat, apalagi bagi penderita jantung, tekanan darah tinggi, dan yang sedang menjalankan diet, biasanya minyak canola dan zaitun menjadi pilihan.  

Tapi perlu diketahui, kalau sifat dan kegunaan keduanya sangat berbeda. Supaya manfaatnya maksimal, gunakan secara tepat dan ketahui perbedaan dari minyak canola dan zaitun.

Baca Juga : Mengenal Minyak Zaitun dan Jenis-Jenisnya

1. Asal Minyak

Banyak sekali yang salah mengira kalau minyak canola berasal dari bunga canola. Padahal, tidak ada yang namua bunga canola. Minyak canola dibuat dari tanaman dengan bunga berwarna kuning bernama rapeseed, yang kemudian dilumatkan untuk menghasilkan minyak canola. Nama canola sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari Canada oil, karena bunga rapeseed (brassica napus) banyak tumbuh di Kanada dan menjadi komoditas minyak yang memiliki produksi tertinggi.

Sedangkan, minyak zaitun berasal dari ekstrak minyak dalam buah zaitun. Jadi, jelas sekali kalau kedua minyak ini sudah berbeda dari asal minyaknya, ya.

2. Temperatur Memasak

Minyak canola dapat dipanaskan ke berbagai suhu, dan memiliki rasa yang netral. Ini membuatnya menjadi minyak goreng favorit bagi banyak orang.

Memiliki titik asap 400 ° F atau 200 ° C, membuat minyak canola sering menjadi pilihan untuk mengoreng dengan api sedang-tinggi. Bahkan, minyak ini bisa menggantikan minyak sawit untung menggoreng hidangan dengan minyak banyak dan suhu tinggi seperti ayam goreng.

Sedangkan, minyak zaitun memiliki titik didih yang lebih rendah, sekitar 300 ° F atau 150 ° C. Menggunakan minyak zaitun untuk memasak dengan panas tinggi bisa menimbulkan racun atau radikal bebas. Minyak zaitun lebih aman digunakan untuk dressing salad, atau menumis dengan suhu rendah – sedang di bawah 150 ° C.

3. Nutrisi

Minyak canola umumnya dianggap sebagai minyak yang sehat karena rendah lemak jenuh (7%). Juga seperti minyak zaitun yang tinggi lemak tak jenuh tunggal (63%), sehingga membantu menjaga kolesterol Anda tetap dalam keadaan normal.

Minyak canola juga mengandung omega-3 (9-11%), dan tinggi pitosterol (sekitar 0,9% berat). Pitosterol ini mampu mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam tubuh. Karena itulah, minyak ini sering menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjaga kesehatan jantung dan kestabilan kolestrol.

Minyak zaitun lemak kaya akan omega 9, omega 6, omega 3, zat besi, dan vitamin. Selain itu, kandungan lemak tak jenuh tunggal atau monounsaturated fat pada minyak zaitun sedikit lebih tinggi dari minyak canola.

Baca Juga : Kenali Bedanya, Minyak Goreng Biasa vs Minyak Zaitun

Itulah beberapa perbedaan minyak canola dan minyak zaitun. Minyak canola bisa digunakan untuk menggoreng dengan panas tinggi, namun harganya juga lebih mahal dari minyak zaitun. Minyak zaitun lebih mudah didapat, sehingga sering menjadi pilihan bagi pegiat hidup sehat. Namun ingat, minyak zaitun tidak bisa digunakan untuk memasak dan menumis dengan panas tinggi.