Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Puasa ternyata juga mampu membantu tubuh melakukan proses detoksifikasi alami, lho. Proses itu bertujuan membuang racun tubuh yang telah mengendap lama sehingga anda akan jadi lebih sehat. Tapi hal itu hanya bisa tercapai maksimal jika anda mampu menerapkan pola makan yang baik. Iya sih ceritanya puasa tapi sama aja bohong jika saat sahur dan berbuka puasa, anda makan sembarangan dan tak terkontrol.

Tubuh pun harus bekerja ekstra demi mencerna makanan-makanan tersebut. Karenanya, asupan makanan jadi sangat penting terutama saat puasa. Ada beberapa makanan yang dianjurkan, namun ada juga yang sebaiknya dikurangi bahkan dihindari. Simak tips konsumsi saat puasa ini agar anda tetap bugar dalam menjalani aktifitas rutin dan ibadah di malam hari.

1. Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat dan protein

Masalah yang paling sering dialami saat puasa adalah susah buang air besar (BAB).  Hal itu sering disebabkan karena kurangnya asupan serat. Padahal jika pencernaan anda lancar, maka proses detoksifiikasi tubuh pun akan lebih optimal. Sumber serat terbaik bisa anda dapatkan dari buah dan juga sayur. Sedangkan protein bisa anda dapatkan dari telur, daging, dan ikan. Usahakan untuk selalu memasukkan makanan tinggi serat dan protein dalam jumlah cukup saat anda bersantap sahur dan berbuka, ya.

2. Perhatikan jenis karbohidrat yang tepat saat sahur dan berbuka

Jika anda biasa mengonsumsi nasi saat sahur, mungkin anda bisa coba menggantinya dengan karbohidrat komplek. Mengonsumsi karbohidrat komplek saat sahur bisa membuat perut kenyang lebih lama. Selain itu, ia juga bisa membantu tubuh menyerap air dengan lebih efisien sehingga anda pun bisa terhindar dari dehidrasi selama puasa. Karbohidrat komplek biasanya terdapat dalam nasi merah, roti gandum, gandum utuh, biji-bijian, dan juga umbi-umbian.

Sementara itu, karbohidrat sederhana lebih tepat anda konsumsi saat berbuka puasa. Karbohidrat sederhana bisa dengan cepat berubah menjadi glukosa yang akan menyuplai energi pada tubuh. Sehingga sangat cocok untuk mengganti energi yang hilang setelah berpuasa. Anda bisa mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti sirup, buah, susu, yogurt, minuman bergula pasir, jus buah, kue, cokelat, biskuit, dan cake.

3. Perbanyak minum air putih

Saat puasa, tubuh rentan terkena dehidrasi yang menyebabkan anda menjadi cepat lelah, mudah mengantuk, bahkan susah buang air besar. Jangan lupa untuk tetap mengonsumsi air putih minimal delapan gelas per hari agar asupan cairan tubuh anda tetap terpenuhi dengan baik.

4. Hindari makanan pedas dan berminyak

Semua tentu setuju jika makanan pedas dan berminyak itu memang sangat mengunggah selera makan. Apalagi setelah seharian menahan lapar. Tapi ada baiknya jika selama puasa anda mengurangi makanan tersebut. Makanan pedas akan membuat anda lebih cepat dehidrasi dan merasa haus pada puasa hari berikutnya. Sedangkan makanan berminyak cenderung memperlambat peredaran darah sehingga tubuh anda butuh waktu lebih lama untuk kembali bertenaga. Anda boleh saja mengonsumsi makanan pedas dan berminyak untuk menu berbuka puasa, asalkan tetap diperhatikan porsi dan tingkat kepedasannya. Sedangkan untuk sahur, makanan pedas dan berminyak sebaiknya sebisa mungkin dihindari.

5. Hindari minum kopi dan teh

Nah, bagi anda coffee dan tea addict, sebaiknya juga mengurangi kebiasaan ngopi atau ngeteh anda selama menjalankan ibadah puasa. Kopi dan teh merupakan bahan diuretik alami yang akan membuat anda lebih sering buang air kecil. Akibatnya tubuh jadi lebih cepat mengalami dehidrasi. Usahakan untuk sebisa mungkin menghindari konsumsi teh atau kopi saat sahur. Sedangkan saat berbuka, anda masih boleh minum teh atau kopi, dengan catatan: kurangi tingkat kekentalannya dan batasi porsinya. Cukup satu gelas saja setiap hari.

Nah, itulah cara memilih asupan makanan dan konsumsi saat puasa. Semangat, ya, untuk menerapkannya selama sebulan penuh. Anda pastinya tak ingin, dong, proses detoksifikasi pada tubuh anda jadi sia-sia hanya karena pola makan yang salah?