Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Saya termasuk orang yang cukup pilih-pilih makanan untuk menu sarapan. Saya tidak bisa makan sembarang menu yang biasa dimakan di siang atau malam hari, seperti nasi beserta lauk pauknya. Karena saya satu-satunya anggota keluarga dengan kebiasaan ini di rumah, ibu tidak bisa menyiapkan sarapan khusus. Maka dari itu, setiap pagi saya akan memulai aktifitas dengan berkutat di dapur.

Nah, salah satu menu sarapan simpel yang paling sering saya buat adalah waffle. Selain tidak membuat terlalu kenyang, waffle juga punya rasa manis yang pas untuk disantap di pagi hari. Teksturnya yang renyah di luar namun lembut di dalam adalah salah satu alasan kenapa saya hampir tak pernah bosan dengan menu ini. Apalagi jika diberi topping madu dan butter yang akan langsung lumer meleleh, rasanya jadi luar biasa nikmat!

Ada beberapa tips khusus untuk mendapatkan waffle dengan citarasa dan tekstur yang sempurna. Apa saja? Cek selengkapnya di bawah ini.

1. Perhatikan pemilihan bahan dan alat untuk membuat waffle

Untuk membuat waffle yang renyah di luar namun tetap lembut di bagian dalamnya, saya menyarankan anda untuk menggunakan tepung terigu berprotein rendah. Selain itu, dibanding menggunakan margarin atau mentega cair, saya lebih menyarankan anda menggunakan minyak goreng karena akan menciptakan tekstur renyah namun tetap lembut.

Jangan lupa juga gunakan bahan-bahan lainnya yang segar dan berkualitas, seperti telur contohnya. Pastikan juga semua alat harus kering dan benar-benar bersih agar adonan waffle bisa mengembang dengan sempurna.

2. Perhatikan cara mencampur adonan waffle

Sebelum mencampur adonan waffle, ada baiknya anda mengayak bahan kering seperti terigu, garam, dan baking powder terlebih dahulu agar tidak menggumpal. Selanjutnya, campur minyak dan kuning telur di wadah terpisah, lalu masukkan tepung sedikit demi sedikit sampai berbentuk adonan kental seperti pasta. Terakhir, baru masukkan adonan hasil kocokan putih telur dan gula pasir ke dalam adonan pasta/kental tadi.

Proses pencampuran kocokan putih telur pun cukup diaduk sebentar saja, karena jika terlalu lama malah akan membuat tekstur waffle menjadi keras dan bantet.

3. Panaskan cetakan waffle sebelum digunakan

Nah, poin ketiga ini adalah kesalahan yang biasanya paling sering dilakukan saat membuat waffle. Agar tekstur waffle bagus, pastikan anda memanaskan cetakannya terlebih dahulu. Saat cetakan waffle anda sudah panas, barulah anda mulai bisa menuangkan adonan. Hindari memanaskan cetakan waffle secara mendadak dan langsung menuang adonan, karena hal tersebut akan membuat waffle tidak mengembang.

Oh iya, anda bisa memilih menggunakan cetakan waffle manual atau cetakan listrik. Saran saya, lebih baik anda menggunakan cetakan listrik agar waktunya bisa di-set. Tapi bagi anda yang tidak mempunyai cetakan waffle listrik, cetakan manual di atas kompor pun tetap oke, asal anda tidak cek kematangan waffle secara berkala.

Tips di atas mudah untuk diikuti, kan? Jadi mulai sekarang tidak ada lagi deh waffle yang terlalu kering atau terlalu lembek. Waffle dengan tekstur yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam pun siap untuk menemani sarapan atau waktu bersantai anda di rumah, dengan resep berikut.