(Image: Dentist Chef)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Kalau jalan-jalan ke Solo, jangan sampai melewatkan sate yang satu ini. Sate buntel adalah sate yang terbuat dari daging cincang kambing atau sapi, yang kemudian dililit dengan lemak. Bayangkan ketika satenya dibakar, lemak yang menyelimuti daging cincang berbumbu akan terkaramelisasi. Jadi saat digigit, rasanya akan sangat gurih ditambah lelehan lemak dan juicy-nya daging. Hmm, bikin ngiler!

Tapi faktanya tak banyak sate buntel yang dijual di luar kota Solo, nih. Alasannya, tingkat kesulitan memasak sate ini cukup tinggi. Kalau lilitan lemaknya tidak benar, bisa-bisa malah terlepas dan daging cincangnya jadi hancur. Meskipun begitu, anda tetap bisa praktik di rumah dengan langkah berikut. Berani mencobanya?

Persiapkan bahan

Bahan utama sate buntel adalah daging cincang dan jaringan lemak. Daging cincangnya bisa dibeli di supermarket atau cincang sendiri dengan cara berikut. Biasanya sate buntel ala Solo pakai daging kambing muda. Tekstur dagingnya lebih lembut dari kambing dewasa dan tidak prengus. Namun jika tak memakai kambing, pakai daging sapi juga bisa. Pilih daging di bagian perut atau kaki sapi, ya.

Bahan kedua adalah jaringan lemak. Ini bukan lemak tebal yang melekat dengan daging, ya. Pilih lemak perut yakni lemak yang tipis dan transparan. Anda bisa beli lemak perut kambing atau sapi di pasar. Biasanya, si tukang daging akan memberikannya secara cuma-cuma.

Selain bahan utama di atas, ada berbagai bumbu yang memperkaya rasa sate. Bumbu yang umum dipakai adalah bawang merah, bawang putih, ketumbar, asam jawa, daun jeruk, garam, dan merica. Nantinya bumbu ini akan dihaluskan dengan blender atau food processor, lalu ditumis dengan minyak. Oh ya, anda juga bisa tambahkan telur pada adonan daging cincang dan bumbu agar lebih padat saat dibuntelkan.

Langkah-langkah pembuatan

Langkah pembuatannya tidak serumit yang dibayangkan. Menurut saya, bagian tersulit dalam resep ini adalah melilitkan lemak pada daging cincang hingga memanggangnya. Sebab, bisa saja lilitannya kendor dan dagingnya malah rompal jika tak dilakukan dengan baik. Tapi tak perlu panik, simak dulu langkah-langkah berikut.

  • Haluskan bumbu yang terdiri dari bawang merah-putih, ketumbar, garam, merica, gula jawa, dan bumbu lain sesuai selera. Menghaluskannya bisa diulek atau diblender. Ketika sudah mulai halus, masukkan air asam jawa dan/atau kecap lalu aduk merata.
  • Panaskan sedikit minyak untuk menumis bumbu halus. Tujuannya agar bumbu lebih beraroma. Masukkan bumbu halus ketika minyak sudah panas dan tumis hingga harum. Masukkan daun jeruk atau daun salam agar lebih harum.
  • Siapkan daging cincang dalam sebuah mangkuk. Tuang bumbu ke atas daging cincang dan aduk hingga tercampur rata.
  • Siapkan tusuk bambu atau sumpit. Pilihlah tusuk bambu yang lebar atau sumpit kayu yang masih menyatu supaya tak gampang patah (fyi, sate buntel kepalannya lebih besar dari sate lilit). Ambil sesendok makan adonan daging. Buntel atau kepalkan adonan daging cincang pada ujung tusukan. Pipihkan jika terlalu besar, lalu lilit jaringan lemak pada adonan tersebut. Bungkus sate dengan alumunium foil bagian dagingnya saja.
  • Panaskan panggangan dan letakkan sate di atasnya. Panggang selama kurang lebih 20-30 menit hingga sate benar-benar padat. Supaya kulit sate terkaramelisasi, buka alumunium foil dan panggang sate lagi selama 15 menit. Angkat sate saat warna kulitnya berubah coklat kehitaman.

Hidangkan sate buntel selagi panas! Jangan lupa membuat sambal kecap sebagai pendamping wajib hidangan ini. Potong tomat, cabai hijau, cabai merah, dan bawang merah, lalu tuang dengan kecap manis. Simpel, kan? Ayo segera dicoba, ya!