(Image: Shutterstock)

Penulis: Rosalia | Editor: Ria

Sambutan hangat ketika pertama kali sampai pasar tentunya adalah riuh obrolan para pedagang dan pembeli, yang sesekali diselingi dengan gelak tawa ribut. Selanjutnya adalah lorong pasar yang sempit, juga terkadang becek, dipenuhi jajaran sayur mayur, tahu, tempe, ikan, daging, buah, juga aneka makanan matang dan jajanan. Saking banyaknya suasana dan suara yang bisa disimak, saya kala kecil hanya patuh mengikuti gandengan tangan Ibu dan terfokus pada kue pukis hangat yang ada di tangan. Dengan sigap dan gesit, Ibu berpindah-pindah dari satu penjaja ke pedagang lain, memenuhi isi keranjang belanja bambu besar yang ada di tangan satunya.

Jaman sudah berkembang pesat, di kota-kota besar, sudah banyak pasar modern bermunculan dan bisa bersaing dengan supermarket. Kamu bisa menjumpai lorong pasar yang berkeramik putih, cukup bersih, dan dengan penerangan cukup. Sayur mayur dan bahan-bahan lainnya tersusun rapi dan terlihat segar. Tak ketinggalan daging-dagingan serta seafood juga bisa kamu temukan versi yang masih hidup, seperti ayam dan aneka ikan yang siap dipotong. Khusus bahan daging, ternyata ada beberapa kelebihan yang hanya bisa kamu dapatkan jika membelinya di pasar, lho. Diantaranya, pasti kamu sudah tahu dan paham banget. Tapi ada juga beberapa info baru dan menarik yang akan membuka mata kamu.

1. Bisa Ditawar

Wah, perempuan mana yang nggak bisa nolak proses tawar-menawar? Alasan utama saya senang belanja daging segar di pasar tradisional ya karena ini, bisa ditawar. Kalau belanja di supermarket, harga pastinya sudah dipatok dan tidak bisa diubah-ubah. Walaupun kedengarannya asyik karena bisa dapat harga murah, tapi jangan salah karena proses tawar menawar ini susah, lho. Soalnya, tidak semua orang bisa menawar. Tapi harus diingat juga ya, kalau menawar itu tetap menggunakan perasaan, jangan sampai si penjual malah tidak dapat untung. Para penjual di pasar tradisional ini adalah orang-orang kecil yang pastinya harus kita bantu kalau memang kita punya rezeki lebih.

2. Banyak Pilihan

Kalau kamu jalan-jalan ke pasar tradisional, pasti akan menemukan banyak pilihan. Penjual daging ayam, daging sapi, atau daging kambing tidak hanya satu, tapi ada beberapa. Sehingga, kamu bebas memilih daging dari beberapa penjual.

3. Diganti Setiap Hari

Daging yang ada di pasar tradisional hampir selalu berganti baru setiap harinya. Maka tentu saja daging yang ada di pasar tradisional jadi lebih segar. Sementara kalau daging yang ada di supermarket biasanya dilengkapi dengan tanggal kadaluarsa, sehingga kita bisa tahu bahwa daging tersebut adalah produksi dari suatu waktu tertentu.

4. Daging Pasti Segar

Biasanya daging yang ada di pasar tradisional itu adalah daging hasil penyembelihan pada hari yang sama atau belum terlalu lama dari waktu menyembelihnya. Berbeda dengan daging yang ada di supermarket, biasanya berasal dari daging beku (frozen) yang sudah disembelih berbulan-bulan sebelumnya.

5. Menghargai Usaha Kecil

Dengan berbelanja di pasar tradisional, itu artinya kamu sudah menghargai para pedagang kecil, lho. Kamu tidak hanya telah membantu kelangsungan hidup mereka, tetapi juga sama halnya bagi peternak daging yang merupakan produsen lokal. What a wonderful feeling!

Nah, itulah tadi alasan-alasan kenapa lebih baik belanja daging segar di pasar tradisional. Jangan salah, tidak semua pasar tradisional itu kotor, gelap, dan kumuh, kok. Kamu bisa memilih pasar tradisional yang bersih dan nyaman supaya kualitas daging pun terjamin. Selamat berburu daging!

 

6 Alasan Lebih Baik Belanja Daging Segar di Pasar Tradisional
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)