(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Kalau ditanya kenapa suka kue kering, saya akan spontan menjawab: kerenyahannya. Rasa memang penting tapi semua tak akan berarti tanpa tekstur yang sesuai. Tentu anda menikmati saat-saat menggigit sepotong kue kering, kan? Renyahnya kue ditambah rasa manis atau gurih, belum lagi kalau remahan kuenya lumer di mulut. Hmm, bayanginnya saja sudah bikin ngiler. Namun apa jadinya kalau kerenyahan kue hilang? Pastinya jadi malas makan kalau terasa bantat dan keras, ya. Berhubung Lebaran semakin dekat dan kue kering pasti jadi suguhan wajib, yuk perhatikan hal-hal berikut agar acara panggang-memanggang tidak berakhir bencana.

1. Takaran bahannya tidak sesuai dengan resep.

Semua bakers tahu bahwa memanggang kue adalah sains. Salah sedikit maka hasil panggangan akan terasa bantat, keras, dan tidak enak. Oleh karena itu, pastikan anda baca resepnya baik-baik, ya. Jangan menakar dengan feeling terutama kalau baru pertama kali memanggang.

2. Pemilihan tepung yang kurang tepat.

Ada berbagai jenis tepung untuk baking dan dessert, yang selengkapnya bisa dibaca di sini. Pada dasarnya, resep kue kering memakai tepung protein rendah atau protein sedang (serbaguna). Kalau ingin kue kering yang terasa renyah sekaligus lembut, pakai tepung protein rendah karena jenis tepung ini menyerap sedikit cairan. Kue kering memiliki karakter kering dan renyah sehingga tak perlu tekstur yang moist. Jangan lupa untuk mengayaknya dulu sebelum digunakan, ya.

3. Hanya menggunakan mentega sebagai bahan lemak.

Lemak ikut berperan penting dalam pembuatan kue kering. Umumnya, resep-resep kue kering memakai mentega sebagai bahan lemak. Mentega memiliki karakter yang mudah leleh, sehingga tekstur kue terasa lembut saat dikunyah.

Namun memakai mentega saja tidak cukup untuk kue kering renyah dan lembut. Ada jenis lemak lain yang sifatnya lebih stabil yakni margarin dan mentega putih (shortening). Dua jenis lemak ini dapat mempertahankan bentuk kue selama dipanggang, sekaligus membuat teksturnya lebih renyah. Untuk kue kering renyah dan lembut, gunakan perbandingan 3:1 antara mentega dan margarin atau mentega putih.

Baca juga: Jenis Lemak Untuk Membuat Kue

4. Bahan-bahan yang tidak suhu ruang.

Ada beberapa bahan kue kering yang disimpan di kulkas, seperti telur dan mentega. Jika ingin digunakan, keluarkan dari kulkas dan diamkan sebentar hingga bersuhu ruang. Dengan begitu, bahan-bahan tersebut akan jauh lebih mudah tercampur rata dan tidak membuat adonannya overmixed.

5. Terlalu semangat mengaduk adonan.

Saking semangatnya ingin membuat adonan kalis dan lembut, bahan-bahan kue diaduk sekuat tenaga dalam waktu yang lama. Padahal, mengaduk hingga kalis saja sudah cukup. Kalau terlalu lama diaduk malah membuat adonan jadi keras setelah dipanggang.

Selain itu setelah adonannya kalis, kadang kita terdorong untuk menguleni adonan bak bakers profesional. Sebaiknya tahan dulu karena terlalu sering menyentuh adonan dengan tangan malah bikin kue kering jadi keras. Panas tangan dapat mencairkan mentega. Kalau sudah terlanjur mencair, mentega tak dapat “bekerja” melembutkan kue setelah matang nanti.

6. Suhu oven terlalu tinggi.

Mentang-mentang namanya kue kering, lantas suhu ovennya bisa ditinggikan agar teksturnya kering dan crispy dalam waktu cepat. Eitts, hati-hati ya karena bukan tekstur tersebut yang didapat, melainkan permukaan kue yang pecah, keras, dan gosong. Nah kembali lagi ke aturan awal bahwa suhu oven harus disesuaikan dengan resep. Semua resep kue kering rata-rata memakai suhu di bawah 200 derajat Celcius untuk memanggang.

Baca juga: 6 Tips Memanggang Kue Kering Agar Lebih Enak & Sukses

Hayo, kesalahan mana yang pernah anda buat selama bikin kue kering? Sekarang lebih hati-hati, ya. Jangan lupa untuk mendinginkan kue dulu sebelum disusun dalam toples, supaya renyahnya tetap awet dan tidak gampang berjamur. Selamat mencoba!

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi