Penulis: Tia | Editor: Ria

Terubuk. Saya yakin nama ini pasti masih asing bagi sebagian besar orang. Saya sendiri baru tahu soal terubuk ini sekitar 1-2 minggu lamanya. Itupun karena tertarik dengan nama masakan yang dibuat dengan bahan dasar terubuk, yakni sayur besan.

Terubuk memiliki nama lain telur tebu, tiwu endhog di Jawa Barat, dan tebu endhog di Jawa Tengah serta Jawa Timur. Sebagai bahan makanan, terubuk banyak diolah sebagai sayur. Mulai dari sayur santan hingga lalapan. Penasaran dengan terubuk? Mari mengenalnya lebih dekat.

1. Mengenal terubuk lebih dekat

Terubuk merupakan bunga dari tanaman Saccharum edule Hassk., yang batangnya memiliki ruas-ruas seperti tebu. Tekstur dari terubuk sendiri sangat lembut dan spongy, mirip seperti telur ikan. Karena 2 karakter khas ini, terubuk juga dikenal dengan nama bunga tebu dan telur tebu.

Selain 2 nama di atas, terubuk seringkali disebut sebagai sayur lilin. Alasannya, karena bentuk terubuk yang memanjang dianggap mirip seperti lilin. Kemudian, terubuk ini diolah dengan cara disayur.

Sekilas dilihat, terubuk ini memiliki bentuk yang mirip dengan jagung. Yakni dibungkus pelepah-pelepah tipis. Ketika dipanen dan dijual, pelepah tipis ini tidak dibuka karena berfungsi untuk melindungi isi terubuk yang sangat rawan hancur.

Terubuk biasa dijual di pasar-pasar tradisional. Di kota-kota kecil, harga terubuk masih sekitar Rp10.000 per ikat. Cukup murah karena persediannya terbilang lumayan banyak. Namun, terubuk ini cukup sulit ditemukan di pasar-pasar kota besar. Sehingga harganya pun terbilang cukup tinggi, yakni Rp30.000 – Rp50.000 per ikatnya.

2. Memilih terubuk yang berkualitas baik

Memilih terubuk yang berkualitas baik dan segar sebenarnya tidak begitu susah. Apalagi, terubuk tidak terlalu banyak ada di pasaran. Jadi, sekalinya tersedia dan dijajakan, kemungkinan besar terubuk masih dalam kondisi segar.

Supaya lebih yakin kalau terubuknya benar-benar bagus, pilihlah yang seluruh permukaannya masih tertutup pelepah tipis. Dengan begitu, berarti isi terubuk masih utuh dan tidak rusak. Selain itu, pilih juga terubuk yang pelepahnya berwarna hijau muda agak putih, mirip seperti kulit jagung.

3. Cara mengolah dan aneka olahan terubuk

Karena teksturnya yang mudah hancur, terubuk tidak perlu dicuci sebelum diolah. Cukup dikupas saja dan ditiriskan. Kemudian, dipotong-potong sesuai kebutuhan dan siap diolah. Beberapa olahan yang bisa dibuat dengan berbahan dasar terubuk adalah sayur besan dan terubuk goreng telur.

Sayur besan merupakan makanan khas Betawi yang tidak pernah absen disajikan saat pesta pernikahan atau acara besanan. Sayur besan ini memiliki kuah santan yang pedas-segar dan isiannya berupa soun, ebi, petai, serta terubuk. Saat memasak sayur besan, terubuk sebaiknya dimasukkan paling terakhir, karena teksturnya yang spongy dan cepat matang.

Terubuk goreng telur sangat mudah sekali dibuat. Anda hanya perlu mengocok lepas telur dengan garam dan lada. Kemudian celupkan terubuk ke dalamnya dan goreng dalam minyak panas hingga kecoklatan. Ketika disantap, jangan lupa dicocol ke sambal tomat yang lezat.

Baca juga: 4 Tips Agar Gorengan Tidak Berminyak

Setelah mengenal terubuk lebih dekat, saya cukup tertarik untuk mencoba sayur besan. Sebab, saya penasaran dengan rasanya yang sepertinya gurih sekali. Kalau anda, apakah tertarik untuk mencicipi dan memasak terubuk?

Terubuk: Mengenal, Cara Memilih, dan Mengolah
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)