Penulis: Tia | Editor: Ria

Lalapan berupa sayuran rebus merupakan hidangan wajib di rumah saya. Menyantapnya sambil dicocol ke sambal tomat terasi yang segar. Sungguh nikmat. Salah satu sayuran yang sering dihidangkan sebagai lalapan adalah daun kacang panjang. Awalnya saya bingung, apa bisa daun kacang panjang ini dimakan. Tapi setelah mencobanya, saya justru jadi lebih menyukainya daripada kangkung atau bayam.

Selama ini, kita mungkin lebih sering mengolah dan menyantap kacang panjang saja, tanpa tahu kalau daunnya pun juga bisa diolah sebagai sayuran hijau. Rasanya tidak kalah nikmat, olahannya beragam, dan nutrisinya pun juga banyak.

1. Mengenal daun kacang panjang

Di beberapa daerah, terutama Jawa Tengah, daun kacang panjang lebih dikenal dengan nama daun lembayung. Daun kacang panjang memiliki ukuran yang lebar, berujung lancip, dan berwarna hijau tua. Sekilas memang tidak ada bedanya dengan daun-daun biasa. Namun, daun kacang panjang ini kalau disentuh akan terasa cukup kasar.

Tidak mau kalah dengan tanaman kacang panjangnya, daun kacang panjang ternyata cukup lazim dimanfaatkan sebagai sayuran. Kandungan nutrisi dari daun kacang panjang pun terbilang banyak. Ada vitamin A, vitamin B, karbohidrat, fosfor, dan zat besi. Mengonsumsi daun kacang panjang ini sangat dianjurkan untuk anda yang baru melahirkan atau sedang dalam masa menyusui. Karena dipercaya dapat melancarkan keluarnya ASI.

Baca juga: 12 Jenis Kacang yang Bisa Dijumpai di Indonesia

2. Cara memilih daun kacang panjang

Sama seperti daun ubi jalar dan sayuran hijau lainnya, daun kacang panjang pun biasa dijual per ikat. Sehingga cukup sulit memilih daun yang bagusnya saja.

Ada sedikit tips untuk anda dalam memilih daun kacang panjang yang bagus. Saat akan membeli daun kacang panjang, coba raba perlahan permukaan daunnya. Pilihlah ikatan yang punya daun dengan permukaan lembut paling banyak. Karena daun yang permukaannya tidak terlalu kasar ini tandanya masih muda dan terasa lembut saat dimasak.

Baca juga:  7 Cara Mencuci Sayuran Menurut Jenisnya

3. Mengolah daun kacang panjang

Daun kacang panjang yang sudah dibeli, kemudian dipetik satu per satu daunnya dari batang, karena hanya bagian daunnya saja yang akan dimasak. Ambil daun yang masih muda saja. Biasanya, teksturnya tidak terlalu kasar dan berada di bagian pucuk-pucuk. Lalu, daun-daun tersebut perlu dicuci dulu supaya tidak ada kotoran yang menempel.

Daun kacang panjang ini bisa diolah selayaknya kangkung, daun ubi jalar, dan daun singkong. Yaitu direbus sebentar dengan garam dan dijadikan lalapan bersama sambal. Selain itu, daun kacang panjang juga bisa dijadikan campuran urap dan yang paling lazim yaitu dimasak bobor atau kuah santan.

Coba: Resep Tumis Kacang Panjang

Bobor daun kacang panjang atau bobor lembayung ini cukup terkenal di daerah Purwokerto dan sekitarnya. Daun kacang panjang direbus bersama santan dan bumbu halus, seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, serta ketumbar. Anda pun bisa menambahkan petai, labu siam, atau tempe ke dalam sayur bobor supaya semakin lezat.

Coba: Resep Sayur Bobor Bayam

4. Menyimpan daun kacang panjang

Sayuran seperti daun kacang panjang memang sebaiknya langsung dimasak untuk mendapatkan kesegaran dan nutrisi terbaik. Namun, kalau ada sebagian yang ingin disimpan, biarkan saja dalam bentuk ikatan. Potong bagian akarnya, kemudian daun kacang panjang dicuci bersih. Sebelum disimpan, daun kacang panjang harus benar-benar kering, ya. Bungkus daun kacang panjang dengan dan simpan di dalam kulkas bagian bawah khusus sayuran. Daun kacang panjang bisa tahan 2 hingga 3 hari.

Baca juga: 3 Tips Menyimpan Sayuran Agar Tetap Segar

Menemukan daun kacang panjang tidak terlalu sulit. Anda pun bisa beli dan mengolahnya kapan saja. Hitung-hitung sebagai variasi hidangan sayuran di rumah supaya tidak bosan dan nutrisinya pun lebih bervariasi.





Atsarina Luthfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi