Penulis: Tia | Editor: Ria

Saya cukup sering mendengar sayuran bernama kecipir. Namun, akhirnya saya baru melihat bentuk dari kecipir itu sekitar 2 minggu yang lalu, waktu menemani ibu ke pasar. Dulu saya kira kecipir bentuknya mirip dengan kacang kapri. Ternyata, beda sekali! Kecipir ini ukurannya panjang dan seperti memiliki ‘sayap’ di setiap sisinya.

Sama-sama termasuk golongan polong-polongan, kecipir belum sepopuler buncis dan kacang panjang untuk diolah. Namun, kecipir bisa dijadikan pilihan untuk sajian sayur harian karena kandungan nutrisinya yang cukup kaya. Untuk rasa, tidak perlu diragukan. Kecipir yang bagus akan memiliki tekstur renyah dan rasa yang manis saat disantap.

1. Apa itu kecipir?

Kecipir merupakan jenis tumbuhan merambat. Buahnya masuk ke dalam golongan polong-polongan bersama kacang panjang dan buncis. Bentuk dari kecipir ini sangat unik. Cukup panjang dan memiliki sayap seperti belimbing di keempat sisinya. Jadi, mudah bagi kita untuk mengenali kecipir dibanding sayuran lainnya.

Hampir seluruh bagian tanaman kecipir ini bisa diolah menjadi makanan. Mulai dari daun, umbi, polong, bahkan hingga bijinya yang agak tua. Kandungan nutrisinya pun cukup banyak. Bagian polongnya kaya akan vitamin A, vitamin C, zat besi, dan antioksidan. Sementara bagian bijinya kaya sekali dengan asam amino dan protein. Kecipir ini juga termasuk sayuran yang rendah kalori, hanya memiliki sekitar 45-50 kalori saja per 100 gramnya. Cocok sekali untuk anda yang sedang menjaga pola makan dan berat badan.

Baca juga: Tips Mengolah dan Memasak Buncis

2. Cara memilih kecipir untuk dimasak

Bagian kecipir yang paling banyak dijual dan diolah adalah polongnya, yaitu bagian yang panjang dan bersayap. Untuk mengolahnya, anda sebaiknya memilih polong yang masih muda. Karena bijinya masih kecil dan teksturnya renyah, tidak keras.

Polong muda yang bagus biasa dipanen pada usia 80-120 hari. Cara mengetahuinya, anda bisa melihat dari ukuran panjang, lebar, dan warnanya. Pilihlah polong muda yang berukuran panjang sekitar 15-25 cm, seukuran buncis, memiliki lebar 2,5 cm, berwarna hijau muda, dan tidak ada warna kuning yang tersisa. Cukup mudah, kan?

Baca juga: 12 Jenis Kacang yang Bisa Dijumpai di Indonesia

3. Mengolah kecipir

Sebagai makanan, kecipir termasuk ke dalam jenis sayuran. Jadi, cara mengolahnya pun sama seperti sayuran kebanyakan: direbus, dimakan mentah, dan ditumis.

Sebelum diolah, kecipir dicuci dan dipotong-potong dulu sesuai kebutuhan. Untuk dimakan mentah, anda bisa memotong kecipir jadi 2 atau 3 bagian dan dijadikan lalapan bersama sambal terasi. Untuk direbus, kecipir bisa dipotong serong kecil-kecil. Kecipir rebus ini kemudian biasa disajikan untuk sayuran pada urap atau pecel.

Coba: Resep Urap Sayur

Dari 3 cara mengolahnya, kecipir paling sering diolah dengan cara ditumis. Kecipir dipotong serong kecil dan tipis, kemudian ditumis bersama bawang putih, bawang merah, dan cabai merah. Anda bisa menambahkan berbagai bahan lain untuk variasi tumisan kecipir ini. Beberapa bahan yang lazim dicampur pada tumisan kecipir adalah sosis, bakso, tauge, udang, dan tempe.

Coba: Resep Tumis Tauge

Kecipir memang belum terlalu populer untuk dimasak dan disajikan sebagai santapan sehari-hari. Namun, tidak ada salahnya kalau anda mulai mengonsumsi kecipir sebagai sayuran. Selain untuk variasi, anda juga bisa mendapat beragam nutrisi yang baik untuk tubuh.

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi