(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Konon, penggunaan ragi dalam kue dan roti sering bikin keder para pembuatnya. Kalau salah langkah, bisa-bisa hasil akhir kue atau roti akan keras dan bantat. Namun, ada beberapa trik yang bisa menyelamatkan anda dari adonan keras dan bantat saat menggunakan ragi pada donan kua. Penasaran? Simak 5 tips-nya berikut ini.

1. Pastikan ragi masih aktif

Ragi, apapun jenisnya, bisa cepat mati jika tak disimpan dengan baik. Oleh karena itu, cek dulu keaktifan ragi dengan air hangat.

Siapkan air hangat secukupnya pada gelas kecil, lalu taburkan ragi (sesuai resep) ke dalamnya. Aduk hingga larut dan diamkan beberapa saat. Tanda ragi yang aktif adalah munculnya gelembung-gelembung udara di permukaan larutan tersebut.

2. Jaga kehangatan adonan roti atau kue

Ingat, ragi akan bekerja secara efektif dalam suhu hangat. Bukan panas atau dingin, tapi hangat dalam suhu ruang.

Setelah ragi masuk dan adonan kemudian diuleni hingga kalis, tungu si adonan mengembang dalam proses proofing. Tutupi mangkuk berisi adonan dengan kain atau plastic wrap.

Supaya lebih cepat ngembang, letakkan pada tempat terhangat di dapur anda. Bisa di dekat kompor yang menyala (jangan terlalu dekat, ya) atau dalam oven mati tapi masih bersuhu hangat.

3. Kurangi penggunaan mentega, telur, garam, dan susu cair dalam resep

Bagi anda yang sudah terbiasa modifikasi resep, bisa coba kurangi takaran mentega, telur, garam, dan susu cair dalam adonan. Ternyata, ragi akan bekerja lebih lambat bila takaran keempat bahan tadi terlalu mendominasi adonan.

Anda bisa mengakali mentega dengan margarin atau jenis lemak nabati lain, sedangkan susu cair bisa diakali dengan susu bubuk. Bila tetap ingin pakai garam agar lebih gurih, tambahkan sedikit saja sebelum adonan diuleni.

4. Jangan biarkan adonan mengembang terlalu lama

Ingat, ada dua kali tahap proofing adonan. Proofing pertama untuk membuktikan aktivasi ragi, sedangkan proofing kedua untuk membentuk adonan roti sesuai keinginan.

Pastikan anda memperhatikan proses ini sesuai waktu yang disebutkan resep. Biasanya memakan waktu maksimal satu jam untuk roti atau kue ukuran sedang.

Kalaupun anda sengaja lebihkan, paling tidak hanya 5-10 menit saja. Sebab jika dibiarkan lama mengembang, adonan ini akan bisa tiba-tiba kempis karena ragi telah mati. Bila dipanggang, hasil adonan ini akan jadi keras dan bantat.

5. Simpan ragi secara tepat

Ragi adalah bahan pengembang yang “hidup”, jadi cara penyimpanannya pun harus tepat agar tahan lama.

Untuk ragi basah (compressed yeast), simpan dalam kulkas dan pakai sebelum 2-3 hari. Untuk ragi aktif kering (active dry yeast) dan ragi instan, pindahkan ke wadah kedap udara dan kering. Kedua jenis ragi kering ini bisa tahan di suhu ruang selama kurang lebih setahun. Tapi bisa lebih awet jika dimasukkan dalam kulkas.

Baca juga: Jenis Ragi (Yeast), Cara Kerja & Kesalahan Pakai dalam Membuat Kue

6. Gunakan Bread Maker

Image: Lazada

Sederhananya, bread maker adalah alat pembuat roti dengan fungsi 3 in 1, yaitu menguleni, fermentasi, dan memanggang adonan sekaligus.

Anda hanya tinggal memasukkan bahan-bahan yang dibutuhkan, pilih menu adonan yang diinginkan, dan biarkan bread maker memproses segalanya hingga roti matang sempurna.

Bread Master Healthy Bread Maker (lihat di Lazada) adalah contoh bread maker berkualitas terbaik. Dengan harga yang terjangkau, bread maker ini sudah memiliki fitur program menu hingga 22 macam. Jadi, anda tinggal pilih mau bikin roti jenis apa. Canggih!

Coba resep:

Gimana? Tak perlu khawatir ragi ini akan “membahayakan” adonan anda, ya. Ragi sendiri ternyata punya aroma khas yang bisa membuat adonan lebih istimewa setelah dipanggang atau dikukus, lho!

6 Tips Menggunakan Ragi Untuk Adonan Kue dan Roti
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)