Penulis: Dewi.S | Editor: Ria

Berawal dari hidangan sejak zaman Mesir kuno, pie terus berkembang dengan berbagai macam bentuk dan isian. Seperti isian daging, susu, buah, selai dan sayur. Di Indonesia sendiri, pie susu dari Bali merupakan salah satu pie yang terkenal dengan isian krim susu di tengahnya. Kelezatan pie sendiri bukan hanya ditentukan dari isiannya, melainkan dari kulit pie yang renyah dan ‘patah’ bila digigit.

Sayangnya tidak mudah membuat kulit pie yang sempurna bagi pemula seperti saya. Butuh banyak latihan dan referensi untuk menghasilkan adonan pie yang rapi, renyah, dan matang sempurna. Agar berhasil, yuk simak tips dibawah ini!

1. Gunakan terigu berprotein sedang

Bahan utama dari adonan pie adalah terigu. Kandungan gluten dalam terigu sangat mempengaruhi hasil akhir tekstur kue yang dihasilkan. Semakin tinggi kandungan protein suatu terigu maka semakin tinggi juga kandungan gluten yang ada dan kue pun akan semakin  alot.  Jadi karena kita akan membuat adonan yang renyah, gunakan terigu yang berprotein sedang, ya!

Coba resep: Pie Susu

2. Gunakan telur dan margarin dingin

Agar pie yang dihasilkan tidak mudah rapuh meskipun renyah, gunakan telur yang dingin dari kulkas dan margarin beku yang dipotong-potong terlebih dahulu sebelum dicampurkan dalam adonan. Ohya, jika dalam resep adonan dibutuhkan tambahan air sebagai campurannya, gunakan juga air es agar adonan renyah.

Coba resep: Apple Pie

3. Teknik pencampuran adonan

(Image: Lazada)

Saat membuat adonan pie, hasil akhir yang diharapkan adalah adonan yang rata dan berbulir-bulir, bukan adonan yang kalis seperti adonan roti atau mie. Jadi saat mencampur adonan pie, cukup aduk secukupnya hingga asal rata saja.

Mencampur adonannya pun tidak boleh menggunakan dengan telapak tangan langsung. Suhu panas dari telapak tangan akan membuat margarin beku jadi lebih cepat meleleh sehingga adonan tidak akan berbulir. Jadi, cukup aduk ringan dengan jari tangan, garpu, atau Multiwarna Pisau Pastry (lihat di Lazada DISKON), yang khusus digunakan untuk mengaduk adonan pastry, hingga rata dan berbulir, seperti pasir setengah basah.

4. Bentuk adonan dengan ukuran yang pas

Untuk mendapatkan adonan pie dengan ketebalan yang sama, anda dapat menggiling adonan dengan gilingan kayu atau dengan botol di atas alas yang rata hingga ketebalannya pas, tidak terlalu tebal atau terlalu tipis.  Adonan yang terlalu tebal akan membuat kulit pie tidak renyah dan sulit matang.

Sementara adonan yang terlalu tipis akan membuat kulit pie terlalu rapuh dan mudah gosong. Setelah digiling potong adonan selebar cetakan dan ratakan di dalam cetakan dengan jari tangan. Untuk memudahkan mencetak adonan, anda dapat menggunakan cetakan berbentuk ring bulat yang khusus untuk mencetak kulit pie.

5. Tusuk adonan dengan garpu sebelum di panggang

Lubang-lubang kecil yang dihasilkan dari tusukan tersebut akan mengalirkan suhu di dalam oven sehingga adonan akan matang merata.

Coba resep: Pie Buah (Fruit Tartlet)

6. Teknik pemanggangan yang benar

Setelah adonan sudah siap dipanggang, siapkan oven yang sebelumnya telah dipanaskan dengan suhu 150°C. Panggang adonan selama 35 menit  hingga matang dan berwarna emas kecoklatan di rak atas. Setelah matang, diamkan adonan selama 5 menit sebelum dikeluarkan dari cetakannya.

Coba resep: Cheese Tart

Untuk membuat pie isian yang isinya ikut dipanggang seperti pie susu atau pie apel, sebaiknya anda panggang kulit pie hingga setengah matang sebelum kemudian ditambahkan isiannya. Hal ini dilakukan agar kulit pie tetap renyah dan tidak mudah lembek meskipun diberi isian. Ternyata tidak terlalu sulit, kan, membuat adonan pie nya? Selamat mencoba!