Penulis: Tia | Editor: Ria

Kalau sedang pergi ke pasar, saya sering tertarik melihat bumbu giling yang menggunung. Sepertinya memasak apapun menjadi lebih praktis dengan bumbu-bumbu tersebut. Apalagi melihat atraksi seru si penjual saat menggiling bumbunya. Tapi, kata ibu saya, bumbu giling di pasar itu kurang bersih dan kandungan garamnya tinggi sekali. Jadi, lebih baik membuatnya saja sendiri.

Tersedianya bumbu basah giling di dapur ternyata memang sangat memudahkan proses memasak. Saya tidak perlu lagi mengupas, mengiris, dan mengulek-ulek bumbu, yang mana cukup memakan waktu. Jika anda juga ingin proses memasak menjadi praktis, yuk buat saja bumbu basah giling dengan tips dari ResepKoki berikut.

1. Gunakan bahan yang segar dan secukupnya saja

Untuk membuat bumbu giling yang awet dan nikmat, anda harus menggunakan bahan-bahan yang segar. Bahan basah seperti cabai dan bawang yang segar memiliki rasa serta aroma yang terbaik. Sehingga, walaupun sudah digiling nanti, rasa dan aromanya masih tetap terjaga seperti semula.

Setiap kali membuat bumbu basah giling, gunakan bahan dengan secukupnya saja. Misalnya untuk persediaan seminggu ke depan, maka gunakanlah bahan dengan jumlah yang biasanya anda habiskan selama seminggu. Kalau membuat bumbu basah giling langsung dalam jumlah banyak, anda nanti akan kewalahan sendiri dalam menyimpannya. Selain itu, terlalu banyak bumbu basah giling dalam satu wadah juga akan membuatnya cepat rusak.

2. Cuci bersih dan pastikan benar-benar kering

Tidak hanya harus segar, bahan-bahan untuk bumbu giling juga harus dalam keadaan yang bersih. Proses panen, pengiriman, hingga penjualan di pasar membuat bahan-bahan bumbu terkontaminasi dengan pestisida, asap, dan debu. Untuk itu, bahan-bahan ini perlu untuk dicuci bersih terlebih dahulu.

Setelah dicuci bersih, tiriskan bahan-bahan bumbu hingga benar-benar kering. Bisa diangin-anginkan atau dilap dengan tisu kering. Tidak boleh ada air yang tersisa pada bahan-bahan karena nanti akan membuat bumbu tidak awet.

3. Tambahkan garam dan minyak

Kunci dari bumbu basah giling yang awet ternyata ada pada penambahan garam dan minyak. Dua bahan tambahan ini merupakan pengawet alami yang membuat bumbu basah giling bisa bertahan seminggu di dalam lemari es. Untuk setiap 200 gram bahan, tambahkan sekitar 1 sdt garam dan 1 sdm minyak. Jika ingin lebih sehat, anda bisa mengganti minyak dengan cooking olive oil.

Baca juga: Mengenal Minyak Zaitun dan Jenis-Jenisnya

4. Giling dengan tingkat kehalusan yang diinginkan

(Image: Lazada)

Setelah ditambahkan garam dan minyak, sekarang saatnya bahan-bahan tersebut digiling menggunakan blender. Ingin bumbu yang benar-benar halus atau sedikit kasar, anda bisa mengaturnya sendiri. Sebab, blender seperti Cosmos CB 180/F Blender (lihat di Lazada) memiliki 2 tingkat kecepatan. Bumbu yang halus bisa digunakan untuk membuat nasi goreng, opor, hingga soto. Sedangkan yang sedikit kasar, bisa anda gunakan untuk memasak sambal balado dan berbagai tumisan lainnya.

Baca juga: 8 Aneka Hidangan dengan Bumbu Dasar Merah

5. Simpan dalam wadah kering dan tertutup di lemari es

Bumbu basah giling yang sudah jadi, kemudian anda tuangkan ke dalam wadah yang memiliki tutup. Pastikan wadahnya sudah tercuci bersih dan dilap hingga kering, ya. Bumbu basah giling ini wajib disimpan di dalam lemari es supaya tahan hingga kurang lebih satu minggu. Kalau ingin lebih awet lagi, anda bisa menyimpannya di dalam freezer. Nanti kalau mau menggunakannya, anda tinggal merendam wadah di air panas dan tunggu hingga bumbu mencair.

Baca juga: Tips Menyimpan 4 Jenis Bumbu Dapur

Ternyata membuat bumbu basah giling tidak susah, ya? Sudah pasti bebas pengawet dan terjaga juga kualitasnya. Jadi, yuk lebih sering membuatnya sendiri di dapur.