(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Ada beragam jenis jeruk di Indonesia. Ada yang bisa langsung dikonsumsi, tapi ada yang lebih baik dicampurkan dalam masakan atau dibuat minuman. Nah, jeruk untuk masak sendiri ada 5 jenis, nih. Namun ada beberapa jeruk yang kenampakannya mirip dan sama-sama sering digunakan untuk masak, yakni jeruk nipis, jeruk limau, dan jeruk purut. Ketiga jeruk ini sama-sama berwarna hijau sehingga gampang sekali tertukar. Seperti saya yang dulu ingin beli jeruk limau untuk sambal kacang batagor bandung, ternyata yang dibeli adalah jeruk purut. Kalau anda punya pengalaman yang sama, simak perbedaannya agar tak tertukar lagi, yuk!

1. Kenampakan luar dan tekstur

Sekilas, ketiga jeruk ini punya warna bagian luar yang sama, yakni hijau. Namun jika diperhatikan, jeruk limau dan jeruk purut memiliki warna hijau yang lebih tua, sedangkan jeruk nipis berwarna hijau atau hijau kekuningan.

Dari segi ukuran, jeruk limau berukuran paling kecil diantara tiga jeruk ini sedangkan jeruk purut dan jeruk nipis besarnya kurang lebih sama.

Nah kalau dilihat teksturnya, kita bisa lebih mudah membedakannya, nih. Jeruk nipis memiliki permukaan paling halus dari jenis lainnya. Jeruk limau teksturnya agak kasar, sedangkan jeruk purut purut memiliki kulit keriput dan terasa paling kasar.

2. Bulir dan banyaknya air

Ketika dibelah, masing-masing jeruk memang terlihat mirip. Namun, coba perhatikan warna bulirnya. Jeruk limau dan jeruk purut punya bulir berwarna hijau cerah dan cenderung bening, sedangkan jeruk nipis memiliki bulir hijau agak kekuningan.

Nah kalau diperas, ketiga jeruk ini juga menghasilkan banyak air yang berbeda. Jeruk limau menghasilkan air perasan paling sedikit dari jeruk purut dan jeruk nipis.

3. Rasa asam dan fungsi dalam masakan

Jeruk untuk masak memang identik dengan rasa asam. Namun, ketiga jenis jeruk ini punya rasa asam yang sedikit berbeda, lho. Jeruk limau memiliki rasa paling asam dari jeruk purut maupun nipis. Oleh sebab itu, jeruk limau biasa dicampurkan pada masakan dengan citarasa kuat seperti sambal cabai atau sambal kacang agar terasa lebih segar. Nah untuk jeruk purut dan jeruk nipis biasanya dipakai untuk menghilangkan bau amis ikan atau jeroan tanpa mengubah citarasa dagingnya. Selain itu, air perasan kedua jeruk ini juga bisa dicampurkan pada kuah soto agar lebih segar.

Berarti sekarang tak perlu bingung lagi, ya. Sebetulnya, masing-masing jeruk ini bisa saling menggantikan jika anda salah beli di antara tiga jenis jeruk tersebut. Tapi sesuaikan dengan tingkat asamnya ya, misalnya pakai dua buah jeruk nipis untuk menggantikan sebuah jeruk purut. Selamat mencoba!