Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Siapa sih yang bisa menolak pizza? Tentu bukan saya orangnya! Pizza adalah hidangan khas Italia yang sudah bertahun-tahun menemani saya saat acara santai atau nonton film di rumah. Berhubung harga pizza di restoran cukup mahal (apalagi kalau sering beli, ya), saya pun coba buat sendiri di rumah. Baru-baru ini, saya tertarik mencoba pizza ala homemade yang super praktis, yakni pizza teflon. Kalau malas mengeluarkan dan memanaskan oven, pizza teflon juga tak kalah soal rasa dan tekstur crust-nya. Tapi, anda tetap perlu tahu triknya supaya adonan pizza teflon ini hasilnya bisa sesuai harapan. Apa saja rahasianya? Check this out!

1. Pilih tepung yang tepat

Tepung terigu adalah bahan utama pembuatan adonan. Baik teflon maupun oven, sebagian besar resep pizza akan memakai terigu protein sedang (serbaguna) atau protein tinggi. Nah, apa sih bedanya? Protein tinggi umumnya akan menghasilkan adonan yang elastis karena daya serap air yang tinggi. Jika dipanggang, tekstur permukaannya akan lebih berpori seperti roti.

Namun, saya pernah dengar-dengar kalau orang Italia justru memakai terigu serbaguna sebagai dasar adonan. Teksturnya lebih halus, tetap elastis, dan bisa mekar dengan sempurna. Tapi tak masalah jika anda tetap memakai terigu protein tinggi, asal tambahkan takaran airnya, ya.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Tepung di Indonesia

2. Pastikan ragi yang digunakan masih aktif

Ragi atau yeast digunakan untuk mengembangkan adonan. Supaya adonan bisa mengembang sempurna, pastikan raginya masih aktif dan bisa bekerja dengan baik. Kualitas ragi bisa menurun (tidak aktif) bila mendekati kadaluarsa atau disimpan dengan tidak tepat. Nah cara mengetahuinya, larutkan ragi dalam air hangat dan tunggu beberapa menit. Jika muncul buih di permukaan larutan, bisa dipastikan raginya masih aktif, tapi jika tidak sebaiknya ganti raginya dengan yang baru.

3. Uleni adonan hingga kalis

Proses pembuatan adonan pizza adalah campurkan bahan kering (terigu, garam, gula) dan bahan basah (air, larutan ragi) dalam mangkuk. Aduk hingga tercampur rata dan tidak lengket. Setelah cukup padat, uleni adonan hingga kalis. Tambahkan air kalau adonannya telalu kering, atau taburi tepung jika terlalu basah dan lengket. Ingat, jangan menguleni terlalu lama agar tekstur adonan tidak alot nantinya.

Setelah kalis, bentuk adonan menjadi bola dan lumuri dengan minyak secukupnya. Diamkan adonan selama kurang lebih 10 menit hingga mengembang.

Baca juga: 4 Ciri Adonan Ulenan Telah Kalis Sempurna

4. Tusuk adonan pizza sebelum dipanggang

Setelah adonan mengembang, kempiskan dan potong sesuai selera. Giling adonan hingga pipih dan berbentuk bulat. Selanjutnya, tusuk permukaan atas adonan pizza dengan garpu. Tujuannya supaya adonan bisa matang merata di kedua sisinya, yakni sisi bawah (yang menyentuh permukaan teflon langsung) dan sisi atas (yang akan diberi topping). Selain itu, cara ini juga bisa mencegah gosong, lho.

5. Pakai api kecil untuk memanggang

Panaskan teflon dengan api kecil hingga permukaannya cukup panas, lalu masukkan adonan pizza yang sudah dipipihkan dan ditusuk. Tak perlu mengolesi wajan teflon dengan minyak ya, karena sebelumnya adonan sudah dilumuri minyak. Taburi adonan pizza dengan saus dan topping, lalu tutup wajannya hingga matang. Ingat, jangan ubah besar apinya ya. Api kecil tetap mematangkan pizza, hanya saja butuh waktu yang lama. Namun dengan cara ini, adonan pizza tak akan gosong dan bagian topping-nya (terutama keju) bisa matang sempurna.

Coba resep: Pizza Teflon

Sebetulnya, tak ada perbedaan spesifik antara adonan pizza untuk teflon dan oven, ya. Namun yang perlu digaris-bawahi adalah bagaimana cara kita memanggangnya di atas teflon. Oh ya kalau ada adonan pizza tersisa, bisa disimpan di dalam wadah kedap udara dan kering lalu letakkan di kulkas sebelum 2 hari. Jika ingin digunakan, hangatkan adonan tersebut dengan teflon atau microwave.