(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu.K

Saya selalu lapar mata kalau belanja. Tadinya hanya beli margarin dan seikat sawi, pulang-pulang kantong belanja sudah penuh dengan bahan-bahan makanan lain. Diskon atau tidak, banyak hal yang menarik perhatian saya sehingga tanpa pikir panjang, barang-barang tersebut langsung terbeli. Bisa dibayangkan pengeluaran yang begitu besar karena kebiasaan ini. Agar tidak terjadi pada anda, mari simak tips-tips berikut supaya dompet tidak tiba-tiba kosong jauh sebelum akhir bulan.

1. Tulis Daftar Belanja Sesuai Kebutuhan

Set menu untuk seminggu hingga sebulan pasti hadir di tabloid atau situs masak. Mungkin anda tidak tertarik karena menunya tidak sesuai selera atau mood makan anda tidak menentu. Ternyata di balik itu, ide set menu membantu dalam merancang anggaran jangka panjang. Dengan mengetahui apa yang akan dimasak hari-hari ke depan, anda dapat menempatkan bahan-bahan tersebut sebagai prioritas. Lupakan kartu kredit, karena kegiatan belanja anda tetap aman dengan uang tunai secukupnya. Hitung-hitung mengurangi billing juga, kan?

2. Cermati dan Bandingkan Produk yang Akan Dibeli

Setiap memasuki supermarket, katalog produk selalu disediakan di dekat pintu masuk. Katalog ini berisi informasi yang lengkap tentang harga dan ketersediaan produk. Dengan ini atau riset internet, anda bisa membandingkan harga bahan yang dibutuhkan dengan supermarket lain atau pasar tradisional. Setelah tahu mana yang lebih murah, budget sisa dapat digunakan untuk kebutuhan lain. Namun jika anggaran tetap tidak cukup untuk membeli satu bahan, anda bisa mencoba merk supermarket atau merk lain selama harganya terjangkau. Bisa juga mengganti bahan dengan bahan lainnya seperti ayam kampung diganti ayam broiler.

3. Manfaatkan Benefits dari Tempat Belanja

Siapa yang tidak suka potongan harga? Coba cek lagi katalog produk karena bisa saja tersisip info promo atau diskon. Selain bisa menghemat anggaran, anda juga bia mengatur waktu untuk pergi belanja. Umumnya promo dan diskon memiliki tenggat waktu yang spesifik. Efektif, bukan? Tidak lupa kupon-kupon yang dibagikan jika anda belanja dengan nominal tertentu. Kupon dapat berupa potongan harga, promosi (beli apa gratis apa), dan sebagainya. Oleh karena itu, perhatikan tanggal kadaluarsa kupon supaya tidak jadi simpanan yang malah bikin dompet penuh.

4. Kenyangkan Perut Sebelum Pergi Belanja

Ada pepatah mengatakan “jangan belanja dengan perut kosong” dan ini sangat benar! Ketika belanja saat lapar, godaan untuk mengisi keranjang belanja akan lebih besar. Hal ini terbukti saat saya melewati bagian roti dan makanan atau bahan berkalori tinggi, dan tanpa sadar mencomot makanan-makanan tersebut dari rak. Sesampainya di kasir, anggaran belanja jadi membengkak karena makanan yang tak sesuai daftar! Nah, agar hal ini tidak terjadi, lebih baik makan dulu sebelum belanja. Dengan perut kenyang, belanja pun lebih konsen dan godaan beli makanan ringan juga lewat!

5. Catat Pengeluaran Untuk Belanja Selanjutnya

Meskipun sudah ditetapkan anggaran untuk belanja satu bulan, anda perlu merekap struk-struk belanja. Hal ini bisa jadi catatan penting jika ternyata ada pengeluaran tidak terduga. Yah, rencana anggaran memang tidak selalu berjalan mulus tapi dengan pembukuan, anda bisa mengubah strategi untuk kegiatan belanja berikutnya. Misalnya hari ini pengeluaran belanja anda melebihi anggaran yang direncanakan, maka selajutnya anda bisa mengurangi jatah sehingga keuangan anda tetap balance.

Melakukan usaha-usaha di atas tentu membutuhkan niat dari dalam diri. Berhemat tidak semudah yang dibayangkan, apalagi jika sudah sampai di tempat belanja. Rasanya ingin beli semua! Anda bisa mulai dengan tips tersebut secara disiplin karena lebih baik memenuhi kebutuhan daripada keinginan, kan? Selamat mencoba!