(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Bagi anda dan saya yang hobi masak, keberadaan kompor sangatlah penting. Hampir semua masakan Indonesia dimasak dengan kompor, bahkan untuk mengungkep, merebus, hingga mengukus. Karena kebetulan di rumah saya pakai kompor gas, tentunya pemakaian gas LPG juga perlu diperhatikan. Jangan mentang-mentang hobi masak, kompor terus-terusan dipakai tanpa aturan dan akhirnya malah boros pemakaian gas. Terlebih lagi, banyak kabar beredar soal kenaikan harga gas LPG dalam beberapa waktu ke depan. Hmm, pastinya anda tak ingin pengeluaran jadi lebih besar, kan? Untuk mengakali hal tersebut, ada beberapa cara untuk menghemat gas LPG.

1. Bersihkan kompor secara rutin

Kebersihan kompor ternyata mempengaruhi gas LPG, lho, terutama di tempat keluarnya api. Bersihkan secara rutin, maksimal 4 bulan sekali. Pada tempat keluar api, bersihkan dengan sikat gigi secara peralahan. Kalau sudah bersih, nyala api pasti akan maksimal dengan warna biru. Dibandingkan api merah, api biru ini punya kadar panas lebih tinggi dan tidak boros gas.

2. Cek kualitas bagian-bagian kompor

Pernah dengar istilah kebocoran gas? Selang gas inilah yang mempengaruhi hal tersebut. Kompor gas rumahan setidaknya harus punya selang gas yang mampu menahan tekanan minimal 500 psi. Kalau tidak, selang akan mudah kendor dan gas bisa bocor lewat sela-sela yang kendor tersebut.

Selain selang, cek juga regulator kompor. Kebanyakan kompor gas rumahan sudah memakai regulator otomatis yang dapat mendeteksi kebocoran. Nah kalau anda ingin bepergian dalam waktu lama, lepas regulator agar tidak gas tidak terbuang sia-sia. Jadi apakah selang gas dan regulator anda sudah sesuai standar SNI?

3. Gunakan peralatan masak sesuai porsi makanan

Saya sering masak telur orak-arik dengan sebutir telur, tapi seringkali pakai wajan ukuran sedang. Tanpa sadar, kebiasaan tersebut bisa bikin boros gas LPG. Semakin besar ukuran alat masak, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memanaskannya. Jadi, lebih baik sesuaikan porsi dengan peralatan masak. Misalnya ingin buat sebutir telur orak-arik, ya pakailah wajan kecil. Selain itu, pakai alat masak dengan penghantar panas yang baik seperti alumunium atau tembaga.

4. Mengakali cara masak daging dan masakan slow-cooking

Daging sapi dan ayam memang protein paling enak untuk lauk. Namun keduanya adalah bahan yang butuh waktu lama untuk matang, sehingga terhitung boros gas. Anda bisa mengakalinya dengan memasak dalam jumlah besar sekaligus untuk stok beberapa waktu ke depan. Misalnya set menu dengan bahan dasar ayam selama dua minggu ke depan, sehingga anda bisa mengungkep ayam untuk persediaan dalam waktu tersebut.

Selain daging-dagingan, yang membuat boros gas adalah masakan slow-cooking seperti rendang. Anda bisa mengakalinya dengan memasak rendang dalam slow cooker atau pressure cooker.

Ketika memasak, kita tak harus selalu mengandalkan kompor gas agar hemat LPG. Sudah saatnya menengok menu-menu yang menggunakan peralatan masak lain, seperti memasak dengan oven, griller, slow-cooker, microwave, atau cukup dimakan mentah seperti salad. Yuk berhemat!

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi