(Image: Lazada)

Penulis: Selly.J | Editor: Ria

Dari dulu, talas menjadi jenis umbi yang paling disukai orang tua saya. Biasanya, ibu saya mengolah talas menjadi kudapan untuk dinikmati siang hari. Suatu ketika, saya juga pernah disuruh membeli talas. Namun, talasnya ternyata berbeda dengan jenis talas yang biasa dibeli ibu. Alhasil, setelah diolah rasanya menjadi tidak seenak biasanya. Nah, agar anda tidak salah memilih talas, yuk kenali talas lebih dekat!

1. Aneka Jenis talas

Talas bogor adalah jenis talas yang paling populer. Eits, tapi sebenarnya tidak hanya berasal dari Kota Bogor saja lho. Di Indonesia, ada 4 jenis talas yang mudah temui.

Talas Belitung

Talas Belitung biasanya lebih dikenal dengan sebutan kimpul. Di sana, kimpul biasanya dikukus dan dijadikan makanan tambahan. Namun, karena memiliki banyak lendir, talas ini tidaklah sepulen talas Bogor.

Talas Padang

Jika berwisata ke Padang, kita pasti bisa menemukan keripik talas. Nah, sebenarnya keripik ini dibuat dari talas Padang. Dibandingkan jenis talas lainnya, talas Padang berukuran paling besar lho.

Talas Bogor

Talas yang satu ini termasuk salah satu oleh-oleh khas kota hujan. Di sana, kita bisa menemukan dua jenis talas Bogor, yakni talas ketan dan talas mentega. Jika ingin tekstur pulen, kita sebaiknya membeli talas ketan. Namun, jika menyukai tekstur berpasir, berarti talas mentega cocok untuk anda.

Talas Pontianak

Berbeda dari jenis talas lainnya, talas Pontianak berwarna keunguan. Namun, teksturnya tidak terlalu pulen. Makanya talas ini lebih sering diolah menjadi berbagai makanan. Selain nikmat, tampilan makanan tentu menjadi lebih menarik.

2. Cara Memilih

Supaya mendapatkan talas yang bagus, kita harus mengetahui trik memilihnya. Carilah talas yang tidak kering serta tidak banyak bintik hitamnya. Jangan lupa juga untuk menekan bagian bawahnya. Jika terasa lembek, sebaiknya jangan dipilih ya.

Selain itu, talas yang sudah matang memiliki aroma umbi yang khas. Bagian batangnya juga memiliki warna kemerahan.

Sementara untuk ukuran, sebenarnya tidak masalah. Asalkan sudah matang, talas berukuran kecil juga bercitarasa nikmat kok. Namun, biasanya kita cenderung memilih talas besar karena terlihat lebih menggiurkan dan value for money, bukan?

3. Cara Mengolah

Kita tidak bisa menyentuh talas secara langsung. Soalnya, talas akan membuat kita gatal. Maka dari itu, gunakanlah batang talas sebagai pegangan ketika mengupas talas. Kemudian, talas perlu dilumuri dengan garam sehingga getahnya hilang. Setelah getahnya habis, barulah talas dapat dipotong-potong dan diolah. Kita bisa mengolahnya dengan cara digoreng ataupun dikukus.

4. Aneka Sajian dari Talas

Selain diolah langsung, talas bisa lho dijadikan bahan dasar untuk berbagai sajian. Entah makanan manis ataupun gurih, dua-duanya bisa dibuat dari talas. Contohnya seperti beberapa makanan di bawah ini.

Kue Talam Ungu

Biasanya, kue basah yang satu ini diolah dengan ubi. Tapi, ada juga lho yang menggunakan talas Pontianak sehingga warnanya menjadi ungu. Selain manis dan gurih, warna ungunya semakin membuat kue ini terlihat menarik.

Puding Talas

Seperti kue talam, puding yang dibuat dari talas Pontianak juga berwarna ungu. Rasanya manis dan segar. Tentunya, sangat cocok dijadikan makanan pencuci mulut, bukan?

Keripik Talas

Selain makanan manis, talas juga bisa dijadikan kudapan gurih seperti keripik. Talas yang sudah diiris tipis-tipis kemudian digoreng bersama tepung yang sudah dibumbui. Biasanya, keripik berwarna kuning ini mudah ditemui di seluruh Pulau Jawa.

Uyen

(Image: Indonesia-Medan-Food)

Makanan khas Tionghoa ini terbuat dari talas yang diparut. Setelah itu, talas dicampurkan bahan lainnya seperti terigu, telur, dan garam. Rasanya gurih, krispi sekaligus lembut, dan pastinya membuat ketagihan.

Jika sudah ‘tercerahkan’, kita tidak akan keliru lagi atau bingung ketika membeli talas. Sudah membayangkan akan mengolah talas jadi apa?

Mengenal Talas: Aneka Jenis, Cara Memilih, Mengolah & Aneka Sajiannya
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)