(Image: Graphicstock)

Penulis: Dara.M | Editor: Ria

Tak peduli bagaimana prosesnya, yang penting makanannya enak. Mungkin anggapan tersebut sudah melekat di hampir semua orang. Kalau urusan perut, sepertinya memang soal rasa yang paling utama. Padahal, banyak hal yang harus diperhatikan saat mengolah makanan, loh. Misalnya, dari segi kebersihan atau higienitas saat pengolahan. Walaupun enak, kalau kebersihan saat pengolahannya tidak dijaga, apa gunanya? Yang ada, nanti malah bikin keracunan seperti sakit perut, mual muntah, pusing, bahkan pingsan. Haduh.

Oleh sebab itu, makanan yang sempurna tidak hanya dinilai dari segi kelezatan saja, tapi juga kebersihannya. Pastinya semua orang juga berharap bisa makan enak, sehat, dan bersih kan? Dimulai dari diri kamu sendiri, berikut adalah hal-hal yang kudu diperhatikan saat memasak di dapur, agar makanan yang kamu masak enak dan juga higienis.

1. Mencuci Tangan Sebelum Memulai Masak

Tak hanya bahan makanan saja yang dicuci, tangan kamu pun juga harus selalu dicuci bersih sebelum memasak. Walaupun kamu merasa tangan sudah bersih, kamu tetap wajib mencuci tangan sebelum memasak agar tangan steril. Jika tangan tidak steril, bakteri atau kotoran pada tangan dapat pindah ke makanan dan masuk ke dalam perut, sehingga menimbulkan penyakit. Ingat, cuci tangan dengan air saja tidak cukup, harus menggunakan sabun, ya. Jangan lupa keringkan juga terlebih dahulu dengan lap bersih.

2. Gunakan Penutup Kepala atau Ikat Rambut

Hal ini walaupun terlihat sepele, tetapi sangat fatal jika diabaikan. Selain dapat mengganggu proses pemasakan, rambut yang tidak ditutup atau diikat dapat memungkinan ia masuk dalam masakan. Bayangkan jika saat makan, tiba-tiba ada rambut di dalamnya. Pasti membuat nafsu makan jadi berkurang, bahkan tak ingin lagi untuk melanjutkan makanmu. Makanya, saat memasak, gunakan penutup kepala atau ikat rambut, ya. Bakal lebih oke lagi jika kamu juga menggunakan apron untuk menghindari baju kotor.

3. Menutup Mulut Saat Bersin

Ngaku saja, kalian pasti pernah bersin saat memasak. Apalagi, saat menggunakan bahan masakan dari lada ataupun cabai. Nah, sebaiknya kamu menutup mulut dan hidung dengan tisu saat bersin, untuk mencegah kuman dan air liur masuk dalam masakan. Atau jika tidak ada tisu dalam jangkauan, kamu bisa menjauh sesaat dari masakan yang sedang diolah, jika sinyal-sinyal bersin itu sudah muncul.

4. Gunakan Talenan dan Pisau Berbeda

Biasanya, saat mengolah masakan yang terbuat dari sayuran dan daging, kamu pasti malas untuk mengganti talenan maupun pisaunya. Padahal, ini akan membuat terjadinya kontaminasi silang, loh. Kuman atau kotoran yang ada pada daging bisa masuk ke dalam sayuran, atau sebaliknya. Lebih baik gunakan talenan dan pisau yang berbeda. Jika tidak ada, kamu bisa mencuci talenan dan pisaunya terlebih dahulu kalau ingin digunakan lagi. Hindari juga penggunaan pisau yang sama untuk bahan mentah dan matang, ya. Prinsip ini juga bisa banget kamu terapkan dalam hal penggunaan wadah penyimpaan.

5. Mencicipi Makanan dengan Sendok yang Berbeda

Saat masakan sudah jadi, biasanya kita ingin sekali mencobanya. Bahkan ketika memasak pun, kita harus berulang kali mencicipi untuk mengoreksi rasanya. Agar lebih mudah, banyak yang mencicipinya pakai sendok yang sama. Hati-hati lho, kebiasaan ini bisa membuat bakteri yang ada pada mulut berpindah ke masakan kamu.

Untuk itu sebaiknya gunakan 2 sendok yang berbeda, ya. Ambil masakan di dalam wajan menggunakan sendok, kemudian tuang ke sendok yang lain untuk kamu cicipi masuk ke mulut. Bila akan kamu pakai untuk mencicipi yang lain, kamu hanya tinggal membilas sendok yang digunakan untuk mengambil masakan di wajan/ panci, menggunakan air mengalir di sink. Simpel kan? Tidak seribet bayanganmu, kok.

Sudah cukup tersadarkan dengan penjelasan di atas? Ingat lho, dalam sehari kita bisa makan 2-3 kali. Mungkin tidak semuanya bisa kita kontrol dengan makan masakan sendiri. Kita pun juga sering bersantap di luar yang ehmmmm. sejujurnya kita tidak bisa jamin kebersihannya. Selalu ingat juga dengan ungkapan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, yang berarti kotoran atau kuman yang setiap harinya mungkin masuk ke tubuh kita, lama kelamaan bisa terakumulasi dan menimbulkan penyakit. Aduh, jangan sampai ya. Oleh sebab itu, ayo mulai berlaku bersih dimulai dari diri sendiri untuk keluarga kita.