(Image: Shutterstock)

Penulis: Mangagrayu | Editor: Ria

Beda jenis masakan, beda juga potongan bawangnya. Karena ukurannya lebih besar dari jenis bawang lain, potongan bawang bombay bisa lebih divariasikan menjadi berbagai bentuk. Sebagai penggemar bawang bombay, saya pun mulai latihan dan memahami perbedaan potongan tersebut. Karena pada dasarnya, ada jenis potongan untuk menonjolkan rasa dan ada juga yang untuk menonjolkan aroma. Penasaran? Simak artikel berikut ini!

Langkah awal

Peralatan untuk memotong bawang bombay sangatlah sederhana, yakni pisau tajam dan talenan. Sebisa mungkin, talenan berada dalam keadaan kering supaya tidak mempengaruhi tekstur bawangnya. Untuk pisaunya lebih baik pakai pisau yang agak besar dan tajam agar lebih mudah memotong bawang bombay yang berukuran besar. Sebelum memotong, kupas kulit bawang bombay terlebih dulu. Potong salah satu ujungnya, lalu kupas dengan pisau atau dengan tangan.

Jenis-jenis potongan bawang

1. Potong dadu (dice)

(Image: Serious Eats)

Sepertin namanya, potongan dadu memiliki bentuk kotak seperti dadu. Biasanya, potongan dadu dipakai untuk tumisan, isian makanan seperti samosa dan martabak, bahan rebusan, atau diblender jadi bumbu halus (potong dadu besar).

Potongan dadu diawali dengan membagi-dua bawang bombay. Telungkupkan satu bawang bombay, lalu iris melintang ke arah dalam dan lakukan sebanyak 2-3 irisan. Ingat, iris ke arah dalam ini tak perlu sampai memotong habis si bawang ya, alias iris hingga bagian tengahnya saja. Selanjutnya, potong vertikal bawang bombay dari bagian tengah (bukan ujung) hingga membentuk dadu.

2. Potong tekstur (chop)

(Image: Serious Eats)

Potongan yang satu ini tentunya ingin menonjolkan tekstur bawang bombay, yakni tekstur kasar atau tekstur halus. Pada dasarnya, langkah potong tekstur ini sama dengan potong dadu kecil. Namun setelah dipotong dadu, bawang bombay tersebut kemudian dicincang lagi dengan pisau. Jika ingin cincang kasar, maka cukup cincang sebentar saja, sedangkan cincang halus perlu memotong bawang bombay hingga berukuran lebih kecil.

Potongan kasar memiliki aroma yang tidak sekuat potongan halus, tapi ingin lebih menonjol rasanya pada masakan. Oleh sebab itu, potongan kasar biasa dipakai untuk pastel isi ayam dan martabak telur. Sedangkan potongan halus lebih menonjolkan aroma, sehingga cocok untuk jenis hidangan seperti spaghetti dan kari.

3. Iris memanjang (slice)

(Image: Serious Eats)

Potongan satu ini paling mudah dari jenis potongan lain. Bagi dua bawang bombay, lalu telungkupkan sebuah bawang bombay dan potonglah seluruh bagian hingga tuntas. Untuk jenis potongan ini, anda bisa potong melintang atau membujur karena tak ada bedanya, selama hasil potongan memang berupa bawang bombay dengan bentuk tipis dan panjang. Setelah dipotong, irisan bawang tersebut diurai menjadi lengkungan yang nantinya dipakai untuk chicken teriyaki dan ayam goreng mentega.

4. Iris membulat (ring)

(Image: Coupon Clipping Cook)

Khusus untuk potongan yang satu ini, anda tak perlu membagi bawang bombay jadi dua bagian. Setelah dikupas, potong melintang bawang bombay utuh dari satu ujung hingga semua habis terpotong. Sebisa mungkin, potong bawang dengan ketebalan sedang supaya bisa terpotong bulat sempurna. Potongan berbentuk ring ini bisa dipakai untuk onion ring, tumisan, atau campuran salad.

Wah, beragam sekali ya? Sekarang anda tak perlu bingung menyesuaikan potongan bawang bombay dengan masakan. Ngomong-ngomong soal bawang, ternyata Indonesia tak hanya punya satu jenis bawang bombay, lho. Ada empat jenis bawang bombay (dan jenis bawang lain) yang perlu anda ketahui di sini.