Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Kalau ditanya menu sarapan favorit, kira-kira anda akan jawab apa, nih? Pasti bingung ya, tapi saya pribadi tak akan menolak bubur ayam. Menu peranakan Tionghoa ini punya tekstur lembut, sehingga tidak terlalu berat atau terlalu ringan saat disantap pagi-pagi. Belum lagi toppingnya yang beragam seperti ayam suwir, daun bawang, kacang goreng kupas, hingga kerupuk emping atau kerupuk udang. Hmm, mantap!

Meskipun identik dengan waktu sarapan, bubur ayam sebetulnya bisa disantap kapanpun, lho. Selain itu, cara buatnya pun praktis dan mudah dilakukan di rumah. Tambahkan beras, air, dan bumbu penyedap lalu rebus hingga teksturnya kental. Tapi anda perlu hati-hati nih, karena bubur nasi bisa saja encer atau berair jika dimasak dengan kurang tepat. Mau tahu tips dan triknya supaya bubur buatan sendiri terasa nikmat? Scroll ke bawah, yuk!

1. Pilih beras yang tepat dan cuci dengan air mengalir

Beras untuk bubur berbeda dengan beras nasi goreng, lho. Pilihlah beras berwarna cerah, tidak berbau, dan pulen, seperti anda memilih beras untuk buat nasi putih. Sebab jika anda pakai beras pera, tekstur bubur akan cenderung pecah dan tidak menyatu dengan baik. Setelah mendapat beras yang sesuai, cucilah dengan air mengalir sebanyak maksimal tiga kali dan tiriskan.

Baca juga: Aneka Jenis Beras dan Manfaatnya

2. Perhatikan takaran air dan garam untuk bubur

Jika dibandingkan, bubur nasi Indonesia dan bubur nasi Tionghoa itu berbeda. Tekstur bubur Indonesia lebih kental, sedangkan bubur Tionghoa terasa lebih gurih. Karena kita membuat bubur nasi Indonesia, perhatikan takaran air untuk merebus berasnya, ya. Umumnya, takaran beras dan air kaldu untuk bubur Indonesia adalah 1:10 atau 1:12. Namun jika kurang yakin, anda bisa menambahkan air kaldunya secara bertahap. Misalnya untuk 75 gram beras, anda bisa masukkan 600 ml kaldu untuk merebus. Kalau berasnya sudah mulai pecah dan melunak, tambahkan lagi air kaldunya hingga kental sesuai selera.

Untuk penambahan garam, perhatikan jenis kaldu yang anda pakai. Kaldu ayam kemasan biasanya sudah terasa asin-gurih, sehingga tak perlu banyak-banyak garamnya.

3. Gunakan api sedang cenderung kecil supaya teksturnya halus

Merebus beras dengan api besar belum tentu membuatnya cepat matang, ya. Kalau cepat menyusut memang benar, tapi tekstur bubur akan menggumpal kasar. Oleh karenanya, rebuslah bubur dengan api sedang cenderung kecil supaya kaldunya menyusut perlahan. Dengan begitu, tekstur bubur juga terasa halus dan bisa matang sempurna.

Baca juga: 3 Jenis Kompor yang Perlu Diketahui Agar Sesuai Kebutuhan

4. Aduk bubur hingga airnya menyusut

Sama seperti memasak jenis bubur lain, bubur ayam bisa bertekstur kental dan halus jika terus diaduk saat proses rebus. Aduk perlahan dengan sutil hingga biji berasnya pecah dan mengental patinya. Dengan begitu, bubur akan terasa kental dan butiran berasnya menyatu sempurna dengan air kaldu. Nah merebus bubur dengan porsi sedang butuh 15-30 menit nih, jadi siap-siap meregangkan otot lengan demi tekstur yang sempurna, ya!

Coba resep: Bubur Ayam

Mudah, kan? Kalau ingin lebih praktis, anda bisa masak bubur dengan slow cooker, lho. Masukkan beras, kaldu, dan bumbu tambahan ke dalam pemanas, lalu masak semalaman sehingga keesokan harinya bisa langsung anda nikmati untuk sarapan. Jangan lupa, tambahkan 12 bahan topping dan pelengkap bubur ini agar rasanya semakin mantap. Selamat mencoba!