Penulis: Dewi.S

Bagi orang yang doyan pedas, sambal adalah pelengkap wajib disetiap makanannya. Meskipun pedas, orang jarang yang kapok makan sambal, yang ada malah ketagihan. Asal makannya tidak berlebihan dan sesuai kemampuan pedasnya, sambal tidak akan membuat sakit perut kok! Bahan utama sambal yang terbuat dari cabe justru memiliki kandungan vitamin C yang baik untuk tubuh.

Tapi, beda orang yang meracik sambal, beda pula rasa sambal yang dihasilkan. Beda daerah, beda rasa sambal dan bahan-bahan yang digunakan. Meskipun diracik oleh orang yang berbeda, sambal tetap terbuat dari cabe yang dominan rasanya adalah pedas. Yuk, kita bahas tipsnya biar sambal buatan kamu lebih enak dan mantap!

1. Pilih bahan yang segar

Biasanya sambal terdiri dari bahan cabe rawit, cabe merah, tomat, bawang merah dan bawang putih. Pilihlah bahan-bahan yang masih segar, matang, tidak busuk, dan tidak kering.

Kalau ingin sambalnya super pedas, pilihlah cabe rawit jenis cabe domba yang rasanya lebih pedas daripada cabe rawit biasa. Untuk cabe merah, bila ingin yang tak terlalu pedas, pakailah jenis cabe tanjung yang berwarna merah kusam. Cabe ini menghasilkan warna merah yang bagus tapi rasanya tidak terlalu pedas dan juga lebih mudah diulek. Kalau ingin yang lebih pedas, pakailah cabe merah jenis cabe keriting.

Untuk tomat, pilihlah yang warnanya merah tapi tidak lembek saat diraba. Kamu juga bisa pakai tomat ceri agar rasa sambalnya lebih asam.

Selain cabe dan tomat, bawang juga tidak kalah pentingnya. Tambahkan bawang merah secukupnya dan sedikit bawang putih. Sambal akan terasa ‘ketar’ kalau bawang putihnya kebanyakan.

2. Kenali jenis sambal yang akan dibuat

Beda daerah, beda juga bahan sambal yang digunakan. Kita harus tahu apa saja bahan yang dipakai untuk membuat sambalnya. Misalnya kalau mau bikin sambal terasi, siapkan cabe merah, cabe rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, dan terasi. Kalau mau bikin sambal bawang, siapkan bawang merah dan cabe rawit. Ada juga sambal matah yang terbuat dari bawang merah; bawang putih, cabe rawit, serai dan daun jeruk purut. Nah, kalau kita tahu ingin membuat sambal apa, kita tidak akan salah dalam menyiapkan bahan-bahannya.

3. Perhatikan cara pengolahan

Cara pengolahan sambal tergantung dari jenis sambalnya. Ada sambal yang diulek, diblender, atau cukup diiris saja. sambal yang diulek rasanya lebih enak daripada yang diblender. Kebanyakan sambal ulek dibuat dengan ulekan kayu dan batu.

Jika memakai ulekan batu, pastikan batunya terbuat dari batu sungai asli bukan batu dari semen yang dicetak. Batu sungai memiliki warna yang cenderung hitam sedangkan batu semen berwarna abu agak muda. Tak ingin kan sambalnya tercampur serpihan semen yang rontok saat diulek?

4. Cara penyajian

Sebelum diolah, bahan-bahan yang sudah disiapkan bisa langsung diolah mentah, digoreng, atau direbus. Hal ini akan menghasilkan rasa sambal yang berbeda juga.

Sambal mentah terbuat dari bahan mentah yang langsung diulek atau dicincang. Sambal masak terbuat dari bahan yang digoreng atau direbus dulu. Sedangkan sambal goreng, adalah sambal yang setelah diulek/diblender, langsung digoreng lagi sampai warnanya merah kecoklatan dan terlihat berminyak.

5. Bahan Tambahan

Banyak bahan tambahan yang biasanya dipakai untuk penyedap rasa sambal misalnya jeruk purut, daun salam, dan terasi.

Jeruk purut (jeruk sambal) diperas untuk kucuran sambal yang sudah jadi. Selain jeruk purut, daun salam juga sering ditambahkan saat membuat sambal goreng. Bahan lain yang juga sering ditambahkan adalah terasi. Pilihlah terasi yang terbuat dari udang asli dan baunya tidak terlalu menyengat amis. Bakarlah terasi sesaat sebelum dicampurkan dengan bahan lain agar rasanya lebih enak.

Apapun jenis sambalnya, sambal dadakan yang langsung dibuat dan dimakan pasti rasanya lebih enak. Sesuaikan juga tingkat kepedasan sambal dengan ketahanan makan pedasmu. Jangan lupa siapkan juga banyak air putih saat kamu bersantap sambal, ya. Selamat bikin sambal ala kamu!