(Image: Medclient)

Penulis: Adisti.B

Menyediakan masakan dari makanan kaleng tidak hanya lebih cepat tapi juga lebih mudah. Apalagi kalau kamu sedang tidak sempat membeli bahan makanan segar, biasanya di dapur pasti ada beberapa stok makanan kaleng. Asyiknya lagi, cuma dengan menambahkan sedikit bumbu, masakanmu tidak kalah enak dari biasanya. Faktor kepraktisan ini membuat makanan kaleng tinggi peminat, termasuk saya sendiri dan teman-teman ResepKoki. Namun kita harus tetap memperhatikan beberapa hal sebelum membeli dan mengkonsumsinya, ya. Apa saja? Yuk kita simak disini.

1. Pilihlah makanan kaleng yang masih dalam keadaan baik

Pertama, coba kamu teliti kembali makan kaleng yang mau kamu beli, mulai dari kemasannya yang tetap utuh, tidak penyok, tidak berkarat, tidak menggelembung, masih tertutup rapat tanpa lubang satu pun, dan bersih. Lalu perhatikan juga tanggal kadaluarsa ya, teman-teman Resepkoki. Apakah masih berjarak 3 bulan sebelum best before? Kalau iya, berarti masih layak kamu beli.

2. Simpan makanan kalengmu di tempat yang bersih, sejuk, dan stabil suhunya

Bisa juga kok kamu simpan di rak tertutup atau lemari. Kalau kamu membelinya dalam jumlah banyak, coba urutkan berdasarkan kapan kamu membelinya dan kapan kadaluarsanya. Makanan kaleng yang sudah kamu beli dulu, sebaiknya gunakan terlebih dulu untuk dimasak atau ditaruh di urutan paling depan. Juga yang expired-nya dekat, bisa segera kamu pakai. Bahasa gaulnya nih FIFO (first in first out) dan FEFO (first expired first out).

3. Periksa makanannya setelah kaleng dibuka

Walaupun makanan kaleng itu diproduksi dengan sistem keamanan pangan yang super ketat, tapi tidak menutup kemungkinan ada juga produk gagal yang bisa sampai ke tangan kita, kan. Kalau kamu menemukan makanan kalengan yang berjamur, berubah warna dan aroma ataupun berbuih, harus segera kamu buang ya. Karena makanan ini sudah tidak layak di konsumsi.

4. Sebelum diolah jangan lupa membilas makanannya terlebih dahulu

FYI, garam sering ditambahkan dalam makanan kaleng untuk mengurangi perubahan rasa. Kadar garam yang terlalu tinggi ini dikhawatirkan memicu gangguan kesehatanmu. Bukan hanya garam saja, air gula seperti dalam buah kaleng juga harus diwaspadai. Juga minyak dalam beberapa bahan kaleng seperti tuna. Wah, ini bisa jadi gak sehat banget ya jika berlebihan. Jadi ada baiknya, sebelum diolah kamu bisa membilas bahan makanannya atau membuang cairan yang digunakan untuk merendamnya dalam kaleng.

5. Masak hanya sekali saja

Nah, penting untuk kamu ingat teman-teman, untuk menghindari berkurangnya nutrisi dalam makanan kaleng yang kamu masak, langsung habiskan untuk sekali makan, ya. Sebaiknya jangan bersisa atau disimpan dalam kulkas untuk kemudian dihangatkan kembali. Sebab, zat gizi baiknya hampir sudah tidak ada.

Lain halnya jika ada sisa makanan kaleng yang belum dimasak, kamu bisa kok menyimpannya lagi ke dalam lemari es. Dengan catatan, simpan dalam wadah tertutup atau kedap udara. Jadi jangan simpan bersama kalengnya dan pindahkan dulu ke dalam wadah yang lain. Bisa deh kamu gunakan untuk memasak lagi beberapa hari ke depan.

6. Buat masakanmu jadi lebih enak dengan menambahkan aneka bumbu

Coba menyulap masakanmu menjadi lebih enak dari hanya sekedar “makanan kaleng”. Misalnya, tambahkan bumbu-bumbu dapur yang menambah selera makan. Bisa dengan bumbu-bumbu dasar, namun gak menutup kemungkinan juga ditambah dengan bahan masakan lain sesuai kreasi kamu, ladies.

Sekarang jadi lebih paham kan, teman-teman Resepkoki. Jadi ingat waktu kecil, ibu saya membuat sarapan favorit dari kornet kaleng. Yum, buat saya itu lezat banget! Kalau makanan kaleng favoritmu apa? Selamat memasak!