Bagi kamu yang sering membuat sambal pasti sudah akrab dengan cobek. Ya, peralatan masak yang mempunyai sebutan lain cobek, layah, munthu ataupun ulekan ini bisa menghaluskan cabai maupun bumbu dapur lainnya.

Di Indonesia, cobek merupakan salah satu peralatan dapur yang penting dan sering dipakai dalam kegiatan memasak. Sehingga tak heran, kamu bisa memiliki lebih dari satu cobek di dapur. Cobek sendiri memiliki berbagai macam bentuk, ukuran dan bahan, yang tentunya akan menentukan kualitas dan harganya. Setidaknya ada empat jenis cobek yang perlu di ketahui.

1. Cobek batu.

cobek-batu
(Image: Munthu)

Kamu pastinya sudah mengetahui cobek batu ini, karena cobek ini terkenal paling handal dalam proses menghancurkan cabai dan bumbu dapur lainnya. Walaupun berat dan tidak praktis untuk dipakai, cobek batu lebih tahan lama serta kuat dibandingkan jenis cobek lainnya.

Batu yang digunakan untuk cobek batu biasa berasal dari batu kali, gunung ataupun candi. Cobek batu memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari diameter 17 cm sampai 60 cm.

Bagi kamu yang ingin membeli cobek batu harus berhati-hati, karena saat ini banyak cobek batu palsu yang dibuat dari semen. Sekilas cobek semen dan cobek batu terlihat sama, padahal cobek semen tidak sekuat cobek batu dan terkadang serpihan semen bisa terikut dalam sambal ataupun bumbu dapur yang kamu haluskan. Hal ini tentunya tidak baik bagi kesehatan.

Ada cara termudah bagi kamu untuk membedakan cobek batu ataupun cobek semen saat akan membeli yakni dengan menggoreskan benda tajam pada permukaan cobek, jika ada serpihan terangkat sudah dipastikan itu cobek semen.

Setelah pemakaian, cara membersihkan cobek batu bisa dilakukan dengan cara mencuci cobek dengan sabun sampai beberapa kali. Kamu juga bisa memanfaatkan sisa akar batang sayuran hijau seperti kangkung dan bayam atau ampas kelapa parut, jika ada. Sapukan atau oleskan bahan-bahan tersebut pada seluruh permukaan cobek bagian dalam supaya sisa-sisa bumbu atau sambal bisa hilang secara sempurna. Untuk pembersihan total, bisa dilakukan sebulan sekali dengan cara merendam cobek dalam air panas kemudian gosok dengan air sabun. Terakhir bilas dengan air biasa dan jangan lupa  dikeringkan.

2. Cobek kayu.

cobek-kayu
(Image: Munthu)

Cobek kayu bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin mencari cobek yang lebih ringan. Selain ringan, cobek ini bisa menghasilkan sambal yang lebih sedap karena terbuat dari kayu jati, palem, mahoni ataupun sonokeling. Kekurangan cobek kayu ini adalah apabila pemakaiannya sudah terlalu lama bisa membuat aroma cobeknya menjadi kurang sedap. Selain itu, ia mudah sekali berjamur apabila terlalu lama terkena air saat dicuci ataupun tidak dikeringkan setelah pencucian.

Cara membersihkan cobek kayu sama seperti peralatan dapur dari bahan kayu lainnya. Setelah pemakaian, bisa dibersihkan dengan air sabun, garam ataupun lemon. Jangan merendam cobek kayu dalam air terlalu lama, juga setiap selesai pencucian harus dilap hingga kering.

3. Cobek keramik atau tanah liat.

cobek-tanah-liat
(Image: Fotografiputrabangsa)

Kamu yang sangat menyukai peralatan dapur dari keramik atau tanah liat, cobek keramik ini bisa menjadi pilihan. Cobek keramik mempunyai kelebihan tidak gampang berjamur ataupun berbau setelah penggunaan lama. Namun kamu perlu berhati-hati karena jika jatuh bisa langsung pecah ataupun ada resiko gompil apabila berbenturan dengan barang lain yang ada di dapur.

Berbeda dengan cobek batu dan kayu diatas, cobek keramik ini lebih familiar digunakan untuk menghaluskan obat-obatan, baik obat medis ataupun obat herbal.

Setelah pemakaian cobek keramik bisa dicuci menggunakan air sabun, campuran air dengan baking soda, ataupun campuran air, garam, dan cuka. Tahapan terakhirnya, bilas dengan air dan lap hingga kering.

See? Cobek memang salah satu peralatan dapur yang sangat penting ketika memasak. Jika kamu belum memiliki cobek bisa segera membelinya dan sesuaikan dengan selera masing-masing.