(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Telur itu memang paling simpel dibuat apapun. Dari lauk pauk hingga kue-kue tradisional, dari sarapan hingga makan malam. Saking fleksibelnya, saya sering beli satu sampai dua boks tiap belanja. Tapi saking pikunnya, boks telur sering saya tinggal saja di meja dapur. Padahal telur yang masuk kulkas bisa bertahan 5-6 minggu. Saya sempat panik apalagi kalau jumlah telurnya masih banyak. Sempat saya coba pecahkan satu dan kuning telurnya berwarna jingga. Wah ini sudah busuk atau belum, batin saya. Namun saya mulai lega setelah riset. Ternyata telur berumur lama masih bisa dimanfaatkan kok. Bagaimana caranya? Cek dulu telur anda dengan tips berikut.

1. Dengar suara si telur

Telur memang menghasilkan suara ketika umurnya sudah lama. Cara mengeceknya, kocok telur di dekat telinga dengan pelan dan dengarkan jika ada suara dari dalam telur. Kenapa bisa bersuara? Sebetulnya cangkang telur memiliki rongga udara yang tak terlihat mata manusia. Udara yang masuk ke dalam cangkang, apalagi udara kotor, mampu mengerutkan membran telur sehingga rongga di dalam cangkang agak kopong. Itulah sebabnya telur segar tidak akan menghasilkan suara karena cairan membrannya memenuhi rongga dalam cangkang.

2. Terawang dengan lampu terang

Cara ini biasa dilakukan peternak unggas. Mereka akan cek telur-telur dengan bohlam lampu untuk melihat rongga di dalam cangkang. Anda juga bisa mencobanya di rumah dengan lampu meja atau senter, tapi pastikan cahayanya menembus cangkang telur. Kalau sudah siap lampunya, letakkan telur di atas lampu dan lihat si kuning telur. Posisi kuning telur di tengah berarti telur masih segar, tapi kalau kuning telur mulai berpindah artinya telur sudah berumur lama.

3. Apungkan dalam mangkuk

Cara ini lumayan ampuh dibandingkan sebelumnya. Masukkan telur ke wadah transparan berisi air, kemudian lihat posisi telurnya. Jika telur menyentuh dasar wadah dalam posisi tidur, dipastikan keadaannya masih segar. Sedangkan telur yang menyentuh dasar wadah dengan posisi miring, diperkirakan sudah berumur 3-5 hari. Lain halnya jika mengambang di permukaan air, berarti telurnya sudah busuk.

4. Pecahkan saja telurnya, biar tahu!

Jadi ingat puisi Ada Apa Dengan Cinta, nih. Kalau anda masih belum yakin dengan percobaan di atas, ya langsung pecahkan saja telurnya. Tapi jangan langsung ke adonan, ya, lebih baik cek di wadah lain dulu.

  • Warna Kuning dan Putih Telur

Saat memecahkan telur, perhatikan kuning telurnya. Kalau warnanya kuning terang, artinya masih segar. Nah, kalau warnanya jingga seperti telur saya, artinya telur sudah berumur lama tapi masih bisa dipakai. Barulah kalau sudah gelap, kehijauan, atau merah menyala lebih baik dibuang saja karena telurnya sudah busuk.

  • Lingkaran Kuning Telur dan Kestabilan Cairan

Selanjutnya lihat lagi bentuk kuningnya. Kuning telur segar terlihat bulat sempurna. Kalau sudah datar dan pipih sebaiknya tidak dikonsumsi karena sudah terlalu lama disimpan. Selain itu cek cairan putih telur. Telur segar memiliki cairan putih telur yang tebal dan melapisi kuning telur. Semakin lama anda menyimpan telur di luar kulkas, cairan ini akan semakin encer seperti air.

  • Bau Telur

Telur segar tidak berbau menyengat meskipun kita membauinya dari dekat. Baunya tetap khas selayaknya telur. Nah, kalau telur busuk sudah pasti baunya menyengat, bahkan sebelum dipecahkan. Kalau dibayangkan, baunya seperti belerang terutama di bagian kuning telurnya. Hii!

Setelah mengetahui kondisi telur, anda bisa pisahkan telur segar dan telur yang berumur lama. Berikan tanda pada karton kemasan supaya tidak tertukar. Kalau anda beli di supermarket, biasanya ada tanggal kadaluarsa di karton kemasan. Tapi tanggal itu bukan penentu busuknya telur, ya, melainkan batas paling lama sebaiknya telur itu dimasak  (best before). Kalau anda masih menyimpan telur berumur lama tapi belum busuk, coba direbus atau dimasukkan dalam campuran adonan (bakwan, puding, perkedel). Selamat mencoba!