Penulis: Tia | Editor: Ria

Microgreens saat ini sedang menjadi tren di dunia kuliner dan makanan sehat. Sayuran berusia muda ini terbukti memiliki kandungan gizi berkali-kali lipat lebih banyak daripada yang dipanen tua.

Menyantap microgreens sehari-hari jelas tidak merugikan. Namun, kalau terus-terusan membeli, harganya dapat membuat kantung jebol! Nah, maka dari itu, yuk menanam sendiri berbagai jenis microgreens di rumah.

Baca juga: Microgreens: Pengertian, Nutrisi, Jenis, dan Kegunaan pada Masakan

1. Siapkan benih microgreens yang dibutuhkan

Untuk menanam microgreens, anda jelas perlu menyiapkan benih yang dibutuhkan. Di Indonesia, benih microgreens yang lazim ditanam adalah brokoli, kubis atau red cabbage, kale, bayam, selada air, daun ketumbar atau corriander, dan lobak. Benih microgreens ini bisa anda beli di berbagai toko pertanian, bahkan secara online. Untuk hasil microgreens yang terbaik, pilihlah benih yang organik dan bebas fungisida.

2. Siapkan wadah, media tanam, dan perlengkapan berkebun yang sesuai

Selanjutnya, siapkan wadah berlubang kecil atau tray semai khusus microgreens, media tanam, dan perlengkapan berkebun seperti sekop serta sprayer. Wadah semai khusus ini bisa anda beli juga di toko pertanian atau secara online. Sudah cukup banyak yang menjualnya.

Untuk media tanam, ada beberapa pilihan yang bisa anda gunakan. Yaitu, cocopeat, rockwool, potting soil mix, atau tanah bercampur pupuk organik dengan perbandingan 1:1. Kalau anda terbiasa bercocok tanam dengan media tanah, maka potting soil mix dan tanah bercampur pupuk organik bisa jadi pilihan yang tepat.

3. Untuk benih berukuran besar, rendam dalam air hangat terlebih dulu

Setiap benih memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang berbeda-beda. Untuk yang berukuran kecil, seperti benih brokoli dan lobak, anda bisa langsung menyemainya ke media tanam. Sementara untuk benih yang berukuran bulat-bulat besar, seperti benih kacang kapri dan gandum atau wheatgrass, akan tumbuh dengan lebih baik jika direndam dalam air hangat terlebih dulu. Lamanya sekitar 5 jam hingga semalaman.

4. Isi wadah dengan media tanam sekitar 2-3 cm

Jika semua alat dan bahan sudah siap, anda bisa memulai proses penanaman. Dimulai dari mengisi wadah tanam dengan media tanam kira-kira setinggi 2-3 cm. Kemudian, lembabkan media tanam dengan cara menyemprotkan air menggunakan sprayer. Jangan terlalu banyak, hanya sampai media tanam terlihat lembap.

5. Taburkan benih ke media tanam secara merata

Setelah media tanam lembap, taburkan benih secara merata. Terkadang, kita terlalu bersemangat sehingga menebarkan benihnya banyak-banyak. Padahal, kalau kebanyakan, microgreens kelak akan sulit tumbuh juga. Maka dari itu, tebarkan benih secukupnya saja, kira-kira sebanyak 1 sdm, dan secara merata di seluruh permukaan media tanam.

6. Tutup benih dengan media tanam sekitar 0,5 cm dan semprotkan air

Kalau semua benih telah selesai ditebarkan, tuangkan lagi media tanam untuk menutup benih. Kali ini, media tanam cukup dituangkan sedikit saja. Maksimal setinggi 0,5 cm. Jika terlalu tebal, kecambah yang akan muncul nantinya akan sulit menembus permukaan. Jadi, cukup tipis-tipis saja, ya.

Selanjutnya, semprotkan lagi air ke atas media tanam hingga lembap.

7. Tutup wadah dan letakkan di tempat teduh selama 2 hari

Proses pertumbuhan pertama dari benih adalah kecambah. Nah, supaya proses perkecambahan berlangsung lancar, tutup wadah dan letakkan di tempat teduh selama 2 hari. Ini bertujuan untuk menjaga media tanam tetap lembap, sehingga kecambah tumbuh dengan baik dan dapat memunculkan bakal daun. Oleh karena itu, selama proses ini berlangsung, wadah jangan sampai terkena cahaya matahari atau lampu ya.

8. Buka tutup wadah dan letakkan di tempat terkena sinar matahari cukup

Setelah 2 hari, anda bisa membuka tutup wadah tanaman. Jika sudah muncul bakal daun, wadah dapat diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari cukup untuk tumbuh. Hanya cukup, ya. Tidak perlu terkena matahari langsung. Salah satu tempat terbaik untuk meletakkan tanaman microgreens ini adalah di pinggir jendela. Karena sinar matahari yang masuk benar-benar cukup dan tidak terkena secara langsung.

9. Jaga kelembapan media tanam dan perawatan rutin hingga microgreens siap panen

Satu hal yang perlu diperhatikan saat menanam microgreens adalah kelembapan media tanamnya. Keadaan media tanam harus selalu tidak kering dan tidak basah. Jika kering, tanaman tidak akan mendapatkan nutrisi. Sedangkan jika terlalu basah, justru akan memicu datangnya ulat.

Perawatan rutin perlu dilakukan hingga microgreens siap panen, yakni sekitar 10-14 hari atau jika sudah mencapai tinggi 5-10 cm. Cara perawatannya adalah dengan menyemprotkan air menggunakan sprayer sebanyak 2-3 kali sehari.

10. Panen microgreens menggunakan gunting yang tajam

Microgreens bisa mulai anda panen setelah berusia 10-14 hari atau tingginya mencapai 5-10 cm. Usia dan ukuran tinggi ini disesuaikan sendiri dengan selera anda. Kalau ingin yang daunnya lebih lebar, maka anda bisa memanennya sedikit lebih lama.

Untuk memanen microgreens, caranya bukan dengan dicabut hingga ke akar. Melainkan digunting menggunakan gunting yang tajam, tepat di batang yang terdekat dengan media tanam. Guntingnya harus khusus dipakai untuk microgreens saja ya, jangan dicampur untuk menggunting yang lain.

Cukup banyak ya tahapannya. Tapi, jangan khawatir. Setelah dilakukan, tidak sulit sama sekali, kok. Nantinya, kalau sudah dipanen, microgreens ini bisa anda olah jadi salad atau isian sandwich. Selamat mencoba!