(Image: Saveur)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Saya sering dengar orang bilang, “Pakai roombutter saja supaya kuenya enak.” Awalnya, saya mengartikan roombutter tak ada beda dengan butter biasa. Bahkan, saya dan seorang rekan kantor pernah tebak-tebakkan kalau roombutter adalah jenis butter yang bisa disimpan di suhu ruang (karena ada “room”-nya). Namun setelah coba memanggang dengan jenis lemak tersebut, roombutter bukan sekedar butter yang bisa disimpan dalam ruang tapi juga menghasilkan tekstur kue yang beda.

Ceritanya, waktu itu saya bikin kue kering untuk Lebaran. Mumpung hari istimewa, saya pun memaksimalkan bahan-bahannya juga. Salah satu bahan yang saya gunakan adalah roombutter ini. Waktu nastar dan kastengel-nya keluar dari oven, hmm, aromanya wangi banget! Rasanya juga lebih lembut dan lumer di mulut. Nah, jadi makin penasaran dengan roombutter dan apa gunanya untuk bikin kue? Simak terus, ya!

Apa itu roombutter?

Roombutter adalah jenis butter. Yup, jadi sebetulnya tak ada beda antara roombutter dengan butter, ya. Disebut roombutter karena butter jenis ini banyak dipasarkan di Belanda dan negara-negara Dutch di sekitarnya.

Nah, apa keistimewaan butter ini? Roombutter termasuk butter yang berkualitas. Harganya cukup mahal di pasaran Indonesia, tapi membuat hasil cake dan kue kering jauh lebih enak dan lembut. Lalu, roombutter memiliki aroma wangi yang khas, sehingga hasil cake atau kue kering apapun akan sangat beraroma, terutama saat baru keluar oven.

Roombutter identik dengan “butter kaleng” di Indonesia. Sebab, jenis butter ini memang sering dijual dalam kaleng alumunium. Nah karena diletakkan dalam kaleng, roombotter memang tahan dalam suhu ruang. Beda dengan butter biasa yang pasti mencair jika tak lekas dimasukkan kulkas.

Memakai roombutter dalam membuat kue

Kebanyakan orang memakai roombutter untuk kue kering seperti nastar, kastengel, lidah kucing, semprit, dan sebagainya. Tekstur kue kering akan lebih lumer, lembut, dan ada rasa khas butter yang tertinggal di lidah. Namun selain kue kering, roombutter juga cocok dibuat aneka kue lain seperti lapis legit, aneka cake, dan lainnya. Apapun jenis kuenya pasti beraroma wangi yang khas.

Bagaimana cara menakarnya? Sebetulnya sama saja dengan takaran butter, margarin, atau jenis lemak lain sesuai kebutuhan resep. Namun jika anda ingin mengurangi wangi tapi tetap ingin tekstur lembut dan lumernya, anda bisa kombinasikan roombutter dengan margarin. Umumnya, banyak resep menyarankan perbandingan roombutter dan margarin adalah 1:2. Hasil akhirnya, kue kering lebih renyah dengan sedikit tekstur lembut dan aroma khas butter, sedangkan cake akan lebih beraroma dan lembut.

Tertarik memakai jenis butter ini? Biasanya saya memakai roombutter untuk acara-acara istimewa seperti hari raya atau perayaan ulang tahun. Nah bagi anda yang pernah pakai (atau penasaran ingin coba), cake atau kue apa yang pernah anda buat dengan roombutter?