(Image: Amazon)

Penulis: Ninna.L | Editor: Ria

Jika dulu termometer itu identik dengan fungsinya untuk mengukur suhu tubuh orang sakit, maka sekarang sudah tersedia termometer khusus untuk mengukur suhu makanan lho. Dan saya pribadi merasa sangat terbantu dengan adanya termometer masak tersebut. Karena tentu saja hitungan suhu dengan menggunakan termometer itu akurat dan nyaris mendekati aslinya.

Saya jadi bisa tahu dengan mudah suhu air untuk memasak makanan tertentu atau tingkat kematangan makanan tertentu seperti steak. Nah, jika anda belum tahu, ada beberapa jenis termometer masak yang tersedia di pasaran. Apa saja jenis termometer tersebut? Cek selengkapnya di bawah ini!

1. Termometer tusuk

Termometer tusuk ini bentuknya seperti obeng dengan jarum panjang yang terbuat dari stainless. Seperti namanya, cara menggunakan termometer tusuk ini yaitu dengan cara menusukkan bagian ujungnya pada beberapa jenis makanan seperti roti dan daging. Bagian ujung tersebut biasanya dibuat tajam agar lebih mudah menancap pada makanan yang akan diukur suhunya.

Cara menggunakan termo tusuk ini sangat mudah. Biasanya terdapat tombol on/off pada termometer. Termometer tersebut akan otomatis mati jika tidak digunakan lebih dari 15 menit. Selain versi digital, tersedia juga termo tusuk manual yang memiliki indikator skala penunjuk manual.

2. Termometer celup

Sekilas, tampilan alat ini mirip dengan termometer tusuk. Hanya saja, jika termo tusuk dikhususkan untuk makanan padat, maka termometer celup ini khusus digunakan untuk mengecek suhu air seperti air panas, sup, dan makanan lainnya yang berbentuk cairan.

Cara menggunakannya pun terbilang mudah. Anda hanya perlu mencelupkan termo ini ke dalam air dan tunggu beberapa saat hingga suhu air muncul pada layar termometer. Tapi perlu diperhatikan, hindari mencelupkan termometer terlalu dalam, apalagi sampai ke dasar panci, karena hal tersebut hanya akan membuat hitungan suhu tidak akurat (terlalu panas). Sama seperti termo tusuk, termo celup ini juga ada versi manual dengan indikator skala penunjuk manual juga.

3. Termometer tembak

(Image: Amazon)

Sesuai namanya, termometer yang berbentuk mirip pistol ini digunakan dengan cara ditembakkan ke objek makanan dengan cara menekan tombolnya. Sinar laser inframerah akan keluar dari termometer, mengenai makanan, dan suhu pun akan langsung tertera di layar indikatornya. Meski begitu, termometer tembak ini sebaiknya tidak langsung diarahkan pada masakan saat berada di atas kompor ataupun di posisi tengah pusat api. Sebab suhu makanan yang terdeteksi akan terlalu tinggi dan tidak akurat.

Salah satu keunggulan dari termometer tembak adalah kepraktisan yang ditawarkan. Jadi anda tidak perlu repot-repot menyentuh langsung makanan ataupun alat masaknya. Selain itu, termometer tembak juga bisa digunakan pada semua jenis dan bentuk masakan, jadi tentunya sangat praktis dan serbaguna.

Itu tadi 3 jenis termometer masak yang biasa digunakan. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri. Jadi, tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan anda ya.