(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Siapa yang tak suka coklat? Bahan baku dessert ini sangat populer dan jadi favorit sejuta umat. Segala  macam pencuci mulut seperti puding, kue kering, bolu, hingga es krim selalu cocok dengan rasa coklat.

Nah sebagai penggemar berat, saya suka stok coklat masak di rumah. Alih-alih takut meleleh, seringnya saya simpan dalam kulkas agar tetap padat. Namun tanpa disadari, coklat yang disimpan dalam kulkas bisa berbintik putih dan berpasir, lho. Tenang saja, cek tips berikut agar coklat anda bisa awet dan bentuknya tetap bagus!

Simpan di kulkas, baikkah?  

Coklat mengandung lemak. Seperti mentega, lemak tersebut dapat meleleh jika diletakkan dalam suhu yang tidak tepat. Oleh karenanya, dulu kulkas adalah tempat andalan saya untuk mengawetkan coklat. Namun setelah baca-baca lagi, ternyata cara menyimpan di kulkas ada aturannya, nih.

Coklat adalah bahan yang sensitif dengan udara lembab. Kulkas memiliki kelembaban cukup tinggi yang dapat menimbulkan sugar bloom, yakni bercak putih yang tersebar di permukaan coklat. Bercak ini tak berbahaya dan anda tetap bisa masak coklatnya dengan aman. Namun penampilan coklat jadi tak menarik, ya. Selain itu coklat, terutama dark chocolate, bisa mengalami kondensasi. Jadi ketika dilelehkan, coklatnya akan terasa berpasir.

Sebagian besar bakers percaya bahwa coklat akan jauh lebih awet dalam suhu ruang. Lebih tepatnya, dalam ruang sejuk atau sekitar 18-21 derajat Celcius. Syarat kedua, coklat wajib diletakkan dalam wadah kedap udara dan kering.

Namun ada pengecualian, nih. Udara saat musim kemarau di Indonesia pasti terasa panas, ya. Perubahan suhu akibat iklim juga dapat mempengaruhi suhu ruang rumah. Maka dari itu, coklat bisa disimpan dalam kulkas atau freezer asal dimasukkan dalam wadah kedap udara dan kering. Hal ini berlaku untuk coklat blok curah, dalam kemasan, dan chocochips.

Keawetan coklat dalam kulkas

Coklat punya batas kadaluarsa di kulkas, seperti bahan lainnya. Menyimpan coklat di lemari pendingin dan freezer pun beda keawetannya. Coklat tahan 3-6 bulan dalam lemari pendingin (tidak terhitung muncul sugar bloom-nya, ya), sedangkan dalam freezer bisa tahan 6 bulan hingga setahun. Buatlah label kadaluarsa pada wadah agar bisa mengukur waktu kesegaran coklat.

Coklat paling enak dikonsumsi dalam suhu ruang. Jadi kalau ingin gunakan coklat dari lemari pendingin, diamkan dulu pada ruang sejuk beberapa saat. Sedangkan coklat dari freezer sebaiknya dipindahkan ke lemari pendingin selama 24 jam dulu. Setelah itu, keluarkan coklat pada ruang sejuk. Jangan buka wadah saat proses penyesuaian suhu agar coklat tidak teroksidasi dan membuatnya cepat kadaluarsa.

Jauhkan coklat dari cahaya dan panas

Yup, coklat sangat sensitif dengan cahaya dan panas. Jangankan matahari, sengatan lampu kamar yang cukup terang dalam waktu lama bisa bikin meleleh. Jadi, simpanlah dalam ruang sejuk yang kering dan gelap. Simpannya tetap dalam wadah kedap udara, ya, agar coklat bisa tahan lebih lama. Cara ini ampuh untuk segala jenis coklat, dari batangan hingga bubuk.

Untuk jangka waktu penyimpanan di ruang sejuk, kering, dan gelap bergantung pada jenis coklat. Perhatikan tanggal kadaluarsa yang tertera dalam kemasan juga, ya.

  • Milk chocolate batangan  awet 1 tahun.
  • Dark chocolate batangan awet 2 tahun.
  • White chocolate batangan awet 4 bulan.
  • Chocochips awet 1 tahun.
  • Bubuk coklat awet 2 tahun.

Nah, sekarang penggemar coklat tak perlu panik, ya. Jangan takut dengan sugar bloom karena bisa ditangkal dengan tips di atas. Namun bagi penggemar sejati, rasanya tak perlu 6 bulan untuk menghabiskan stok coklatnya, ya. Selamat mencoba!