Penulis: Dana.D | Editor: Ria

Buah kluwak (yang juga biasa disebut dengan kluwek, picung, pucung, atau kepayang) adalah salah satu bumbu dapur yang sering digunakan untuk masakan khas Indonesia seperti rawon, brongkos, sup konro, pindang kudus, ayam kluwek, dan masih banyak lagi. Selain sebagai penyedap masakan, tanamannya juga bisa dimanfaatkan untuk obat cacing, pengganti minyak kelapa, pestisida alami dan pengawet ikan.

Buah dan biji dari tanaman kluwak mengandung hidrogen sianida dan kolestrol tinggi yang dapat berbahaya bagi anda jika dikonsumsi tanpa persiapan terlebih dahulu. Anda akan merasa pusing dan mual jika memakan buah kluwek yang mentah. Tetapi tenang saja, kandungan zat hidrogen sianida akan hilang jika kita mengolahnya dengan benar.

Buah kluwak biasanya dibiarkan dalam keadaan basah selama berhari-hari oleh penjualnya. Hal ini dilakukan agar buah kluwak cepat busuk sehingga lebih mudah untuk mengupas kulit dan sabutnya. Selain itu kandungan hidrogen sianidanya juga akan berkurang. Setelah kulitnya dikupas akan terlihat kulit yang keras mirip dengan batok kelapa. Di dalamnya ada daging yang berwarna putih yang bisa kita gunakan untuk memasak.

Untuk pengolahan biji kluwak, pertama-tama anda harus mencuci biji kluwak sampai bersih dan rebus selama 1 jam. Setelah itu siapkan wadah tertutup yang sudah diberi abu di dasarnya, taruh kluwak di atasnya dan tutup lagi dengan abu. Biarkan selama kurang lebih 15 hari, sesudah itu anda bisa menggunakannya setelah dicuci dengan bersih.

Cara lain yang bisa digunakan adalah menguburnya di tanah dengan daun pisang dan abu setelah biji kluwak direbus selama beberapa jam. Diamkan selama 40 hari. Dalam rentang waktu itu, biji kluwek akan berubah warna dari putih krem ke coklat tua atau hitam.

Lalu bagaimana caranya memilih kluwak yang bagus di pasar?

1. Perhatikan batok luar terlebih dahulu

Hindari memilih batok yang berjamur. Anda bisa uji dengan mengocoknya. Pilih kluwak yang isinya terasa berat. Mintalah bantuan pada penjual untuk membuka dan melihat isinya. Kluwak yang bagus akan berwarna kehitaman dan empuk sehingga mudah untuk dihaluskan. Hindari biji kluwak yang masih muda dan berwarna kehijauan atau coklat muda. Anda juga bisa cicipi kluwak terlebih dahulu sebelum membelinya. Jika kluwak terasa pahit, berarti kualitas kluwak tersebut kurang baik. Rasa pahit juga akan mempengaruhi masakan Anda nantinya.

2. Hindari menyimpan kluwak di tempat lembab

Untuk penyimpanannya cukup taruh kluwak yang masih di dalam batok di wadah tertutup dan simpan di tempat yang kering. Kondisi yang lembab akan membuat kluwak lebih cepat berjamur. Lebih baik jika ada sirkulasi udara yang cukup di tempat penyimpanan. Saat akan menggunakan biji kluwak, Anda bisa memecahkan batoknya dengan ulekan. Jangan lupa lapisi kluwak dengan kain terlebih dahulu agar tidak berantakan.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda bisa menggunakan kluwak dengan aman pada masakan Anda. Membuat rawon atau pindang iga di rumah tidak masalah lagi, Anda juga bisa coba-coba bereksperimen dengan masakan lainnya. Jadi sudah tahu mau masak apa, kan?

Tips Memilih dan Menyimpan Kluwak
Bantu kami menilai artikel ini! (5=Sangat Bermanfaat)