Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Jengkol terkenal sebagai makanan yang beraroma menyengat. Pengalaman pertama saya mencobanya yaitu saat makan nasi uduk ala Betawi. Kebetulan saya menemukan salah satu lauknya adalah semur jengkol. Rasanya gurih, agak pedas, dan pas sekali dengan nasi uduk yang hangat. Namun tentu saja, bau mulut tak bisa dihindari setelahnya.

Meskipun begitu, jengkol tetap jadi incaran masyarakat Indonesia. Sekalinya jadi penggemar, pastinya makanan satu ini bikin nagih ya. Karena selain semur, jengkol juga bisa dibuat rendang, gulai, dan balado. Nah bagi anda penggemar sejati, yakin cara memilih dan menyimpan jengkol anda sudah benar? Coba cek ricek dulu di bawah ini, yuk.

Memilih jengkol

Ada dua jenis jengkol untuk dikonsumsi, yakni jengkol muda dan jengkol tua. Jengkol muda biasanya digunakan untuk lalapan karena teksturnya masih keras dan agak pahit. Sedangkan jengkol tua biasanya diolah menjadi aneka masakan sepeti semur, balado, rendang, dan sambal.

Untuk jengkol muda, pilih yang kulit arinya berwarna coklat terang. Ketika dibelah, daging jengkol akan berwarna kehijauan. Sedangkan untuk jengkol tua, pilih yang kulit arinya berwarna coklat gelap dan bertekstur keras. Namun ketika dibelah, daging jengkol tua berwarna kuning dan teksturnya lembut. Pastikan juga kulit jengkol tak berlubang ya, karena yang berlubang biasanya sudah busuk.

Menyimpan jengkol

Jengkol tua akan cepat busuk jika tak disimpan dengan baik. Semakin lembek teksturnya, maka semakin tua umurnya. Agar lebih awet, jengkol tua perlu dimasak dulu setengah matang. Caranya, rebus jengkol beserta kulitnya dalam air selama 3 menit. Tak perlu kasih bumbu apapun, ya. Setelah itu, masukkan dalam wadah kedap udara dan simpan dalam kulkas. Nah untuk jengkol muda, simpan dalam ruang hangat yang kering. Paling tidak, jengkol muda bisa tahan selama 3 hari.

Tupperware Fresh Lime Collection (lihat di Lazada DISKON) dapat jadi pilihan wadah yang tepat. Tidak hanya terbuat dari bahan plastik berkualitas dan kedap udara, wadah dari Tupperware ini juga tahan dengan suhu dingin kulkas. Jadi, bisa untuk menyimpan jengkol siap diolah.

(Image: Lazada)

Baca juga: Tips Memasak Jengkol Agar Tidak Bau

Coba resep:

Nah cukup praktis, kan? Namun hati-hati dalam mengonsumsi jengkol, ya. Meskipun terlalu enak untuk ditinggalkan, terlalu sering makan jengkol bisa bikin jengkolan (susah buang air kecil) lho. Tapi semua yang berlebihan memang tidak baik, kan?