(Image: Shutterstock)

Penulis: Manggarayu | Editor: Ria

Mie adalah karbo pengganti nasi favorit saya. Banyak jenis mie di Indonesia, dan salah satu yang sering diolah adalah mie telur. Tentunya mie telur versi instan mudah didapatkan di pasaran dengan harga terjangkau. Namun berhubung mudah terpengaruh, saya pun mencoba bikin mie telur ala rumahan (homemade).

Semua bermula saat kami sekeluarga makan di sebuah restoran bakmi terkenal di Jakarta. Bakmi ini memang terkenal kenyal, enak, dan bumbunya mantap, sehingga tak heran jika tempatnya begitu ramai. Pembuatan mie “dipertontonkan” melalui sebuah etalase oleh seorang chef dan saya benar-benar terpukau melihatnya. Adonan tersebut dibanting berkali-kali, lalu diuleni, dan akhirnya jadilah bentuk mie.

Namun jujur, membuat mie telur sendiri itu susah. Prosesnya tidak semudah yang saya lihat di restoran kala itu. Sebagai amatir, membuat mie sendiri itu rasanya seperti bertarung melawan adonan. Harus ekstra sabar, tapi juga tak boleh cepat menyerah. Penasaran bagaimana cara buatnya? Scroll langsung ke bawah, ya!

Persiapkan bahan-bahannya

Membuat mie telur versi rumahan tak butuh banyak bahan. Cukup pakai terigu protein tinggi, telur, air, dan minyak sayur.

1. Memilih tepung

Anda bisa pakai terigu protein sedang jika tak punya yang protein tinggi. Namun, tekstur akhir mie-nya tak akan selentur dan sekenyal terigu protein tinggi. Selain terigu, ada beberapa resep yang memakai tepung sagu atau tapioka. Tujuannya agar tekstur mie lebih lentur, kenyal, serta lebih nikmat rasanya. Tapi bahan satu ini tidak wajib ya, karena sebetulnya tekstur kenyal sudah didapatkan dari tepung yang proteinnya tinggi.

2. Memilih minyak sayur

Gunakan minyak sayur seperti minyak kelapa, minyak zaitun, minyak canola, atau jenis minyak lain yang tak berasa atau beraroma khas. Cek di sini untuk tahu referensinya, ya.

3. Menyiapkan air

Selain dibuat versi originalnya, sekarang mie telur sudah banyak dimodifikasi. Entah jadi mie bayam, mie wortel, atau aneka mie sayur berwarna-warni. Kalau ingin buat yang seperti itu, anda bisa mengganti air putih dengan sari sayur. Blender sayur yang anda inginkan lalu saring ampasnya. Sisakan air (sari) sayurnya dan siap digunakan. Oh ya selain ada rasa khasnya, sari sayur juga memberikan pewarna alami yang pastinya aman dikonsumsi.

Langkah pembuatan mie telur

1. Campur dan uleni adonan mie

Untuk memudahkan proses ini, anda bisa langsung melakukannya di atas alas datar seperti papan atau meja dapur. Namun, pastikan alas tersebut bersih dan kering, ya. Tuang campuran terigu, garam, dan tepung sagu/tapioka (opsional) yang sudah diayak ke atas alas. Buat cekungan di tengah campuran terigu tersebut dan tuang telur, minyak, serta air. Tak perlu menuangkan semua air/jus sayurnya, tapi lakukan secara bertahap sedikit demi sedikit.

Uleni adonan hingga kalis. Tambahkan sedikit demi sedikit air/jus sayur untuk melunakkan adonan. Jika adonan terlalu liat, beri sedikit terigu. Ingat, jangan terlalu lama menguleni adonan karena teksturnya akan keras dan tidak lentur. Jika punya food processor, anda bisa menguleni adonan dengan lebih praktis.

Baca juga: 4 Ciri Adonan Ulenan Telah Kalis Sempurna

2. Diamkan adonan yang sudah kalis selama 30 menit

Setelah kalis sempurna, istirahatkan adonan selama kurang lebih 30 menit. Tujuannya agar adonan bisa lentur untuk dibentuk dan digiling. Bungkus adonan dengan plastic wrap atau masukkan dalam wadah kedap udara dan kering, lalu simpan dalam suhu ruang.

3. Giling dan potong adonan menjadi bentuk mie

(Image: Lazada)

Bagi dua (atau lebih) adonan agar tak terlalu besar ketika digiling. Gunakan rolling pin atau botol beling untuk memipihkan adonan. Taburkan sedikit terigu di kedua sisi adonan yang pipih, lalu siap untuk dipotong. Akan lebih bagus lagi hasilnya, kalau anda menggunakan Magic Home Pasta & Noodle Maker (lihat di Lazada DISKON) untuk membuat mie. Anda bisa mengatur ketebalan adonan yang diinginkan dan memotongnya sama rata.

Jika tak punya alat khusus untuk mencetak mie atau pasta maker, maka anda bisa lakukan cara manual. Pertama, gulung adonan yang sudah dipipihkan (seperti menggulung bolu). Padatkan gulungan tersebut supaya tak ada ruang sela di dalamnya. Kalau sudah berbentung gulungan, potong tipis gulungan sesuai selera dengan pisau tajam (dan besar, jika ada). Taburi hasil potongan dengan terigu agar tak saling menempel.

Jika adonan utuhnya masih sisa, simpan dalam wadah yang ditutup kain bersih agar tetap lembab. Sebaiknya diletakkan dalam suhu ruang saja dan gunakan sebelum 2 hari. Adonan yang keras, misalnya diletakkan di kulkas, perlu waktu untuk melembabkannya. Kalau susah lembab, maka adonan akan bertekstur keras dan sulit dibentuk jadi mie.

4. Rebus mie telur hingga matang.

Panaskan air dalam panci hingga mendidih. Masukkan segenggam mie telur dan rebus hingga matang (1-2 menit). Angkat dengan saringan dan siram dengan air dingin agar mie lebih kesat. Setelah itu, lanjutkan dengan segenggam mie telur berikutnya hingga habis. Jika langsung banyak, misalnya 5 genggam sekaligus, mie telur tidak akan matang secara merata.

Baca juga: 3 Tips Masak Mie Agar Tidak Menggumpal dan Matang Sempurna

Coba resep:

Membuat mie telur homemade memang tak mudah. Selain kurang praktis, bahan-bahannya juga tak lebih murah ketimbang beli versi instannya. Namun, mie telur homemade pastinya punya kualitas sendiri dan gizinya lebih terjamin. Tertarik mencobanya?

Atsarina Lutfiyyah (Senior Editor)

Memiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu Komunikasi