Penulis : Atsa

Ada beragam jenis gudeg yang tersebar di daerah jawa tengah. Kalau sedang mampir atau melewati Solo, Jogja, atau Semarang, jangan lupa untuk mencoba sajian gudegnya.

Memang gudeg merupakan salah satu menu andalan daerah Jawa Tengah, tapi jangan dikira semua rasanya sama. Rasa dan tampilan gudeg dari tiga kota ini semuanya berbeda, lho. Apa saja perbedaannya? Simak pembahasannya berikut ini.

1. Tampilan Warna

Yang paling mencolok saat melihat ketiga gudeg ini, yaitu dari tampilannya. Gudeg Jogja warnanya lebih coklat pekat dibanding dengan gudeg Solo dan gudeg asal Semarang. Warna gudeg Solo dan Semarang tak secoklat gudeg asli Jogja. Warna coklat yang pekat pada gudeg Jogja karena gudeg Jogja menambahkan lebih banyak gula jawa.

2. Rasa

Ciri khas dari gudeg Jogja yang membedakan dengan gudeg lainnya adalah rasanya yang dominan manis. Penggunaan gula jawa pada gudeg, selain untuk menambah warna coklat yang pekat, juga mempengaruhi rasanya sehingga lebih dominan manis. Tapi tenang, biar gak eneg dengan rasa manis, selalu ada sambal krecek pedas yang membantu untuk menetralkan rasa.

Berbeda dengan gudeg Jogja, di Solo gudeg justru terasa gurih. Warna coklat gudeg Solo hanya beraal dari rebusan daun jati dan sedikit gula jawa, karena itu gudeg ini sangat cocok untuk yang kurang suka dengan rasa manis.

Untuk gudeg Semarang, rasanya justru lebih dominan pedas, karena juga dilengkapi dengan sambel uleg. Tapi sebagian juga ada yang sudah membuat sambal kreceknya super pedas, jadi gak perlu sambal lagi. Kalau mau lebih pedas, cukup minta kuah sambal krecek  yang lebih banyak.

3. Tekstur

Tanpa kuah apapun dan dimasak benar-benar sampai asat kuahnya, gudeg Jogja terlihat yang paling kering. Berbeda dengan gudeg Solo yang masih menyisakan sedikit kuah, atau nyemek. Sementara itu, gudeg Semarang justru disajikan dengan kuah opor kental yang akan terlihat begitu menggumpal di atas nasi. Inilah yang bikin gudeg Semarang juga nggak kalah populer untuk diburu pecinta kuliner.

4. Komposisi Racikan

Komposisi gudeg dari ketiga kota tersebut tidak jauh berbeda. Terdiri dari gudeg nangka, sambal krecek, telur pindang, dan ayam. Yang membedakan, gudeg Semarang juga dilengkapi dengan ekstra koyor sapi yang lembut, kenyal, dan empuk. Selain itu, terkadang beberapa penjual juga menyajikan dengan sayuran lain seperti buncis dan kentang.

5. Penyajian dan Pengemasan

Penyajian gudeg ini memang unik, kalau makan di tempat maka akan disajikan di atas daun pisang, atau piring yang sudah diberi alas daun pisang. Kalau dibawa pulang, gudeg akan dikemas dalam besek.

Nah, yang paling unik, karena keraton masih aktif di Jogja dan Solo, banyak juga yang menawarkan pengemasan dengan kendil, lho. Ini merupakan salah satu cara kraton dalam menyajikan hidangan, sangat menarik buat oleh-oleh, ya.

Jadi gudeg mana yang sesuai dengan selera anda? Kalau terlalu jauh dengan kota-kota gudeg tersebut, buat sendiri saja di rumah.

Baca Juga : Resep Gudeg Asli Jogja Komplit (Gudeg Kering)